Kiriman dibuat oleh Rakih Nova Sagita Sagita

PGSD_PP2G_GENAP 24/25 -> FORUM DISKUSI 10

oleh Rakih Nova Sagita Sagita -
Izin menjawab pertanyaan dari Gempita Triana Dewi
menurut saya:
1. Alat penilaian kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran
Sering kali soal atau tugas tidak benar-benar mengukur kompetensi yang ingin dicapai.
Solusi:
Pastikan alat penilaian dirancang berdasarkan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Gunakan tabel spesifikasi (blueprint) agar penilaian tepat sasaran.
2. Penilaian kurang valid dan reliabel
Soal bisa terlalu mudah, terlalu sulit, atau menimbulkan tafsir ganda.
Solusi:
Lakukan uji coba soal (item analysis), minta umpan balik dari rekan sejawat, dan gunakan rubrik penilaian yang jelas untuk menjaga objektivitas dan konsistensi.
3. Kesulitan dalam menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS)
Analisis soal yang menilai analisis, sintesis, atau evaluasi sering lebih kompleks.
Solusi:
Gunakan soal terbuka, studi kasus, atau tugas proyek yang mendorong siswa berpikir kritis. Lengkapi dengan rubrik yang jelas agar penilaian bisa dilakukan secara adil.
4. Kurangnya waktu untuk analisis mendalam
Guru sering kewalahan dengan banyaknya siswa dan keterbatasan waktu.
Solusi:
Manfaatkan teknologi atau aplikasi penilaian untuk membantu analisis hasil, dan buat penilaian formatif yang sederhana tapi bermakna untuk memantau proses belajar.
5. Ketidaksesuaian antara penilaian dan konteks siswa
Kadang soal tidak sesuai dengan latar belakang atau pengalaman siswa.
Solusi:
Pastikan alat penilaian kontekstual dan relevan, agar siswa bisa memahami dan menjawab sesuai pengalaman atau kemampuan mereka.

PGSD_PP2G_GENAP 24/25 -> FORUM DISKUSI 10

oleh Rakih Nova Sagita Sagita -
Izin menjawab pertanyaan dari Clarisa Daniar
Jika seorang siswa menunjukkan hasil buruk pada penilaian sumatif tetapi aktif dan berkembang pada tugas proyek atau portofolio, maka penilaian formatif dan autentik (seperti proyek dan portofolio) seharusnya mendapat prioritas lebih tinggi dalam mengevaluasi pemahaman dan perkembangan siswa secara menyeluruh. Berikut alasannya:
1. Penilaian Autentik Lebih Mewakili Kompetensi Nyata
Proyek dan portofolio seringkali mencerminkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi, yang tidak selalu tergambar dalam tes tertulis atau sumatif.
2. Proses Belajar Lebih Penting dari Hasil Akhir
Aktivitas seperti proyek memungkinkan guru untuk melihat proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Ini membantu menilai sejauh mana siswa benar-benar memahami materi dan mengaplikasikannya.
3. Penilaian Formatif Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan
Tugas-tugas proyek seringkali memberikan umpan balik berkelanjutan dan mendorong refleksi diri, yang membuat siswa bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki performa.
4. Beragam Gaya Belajar dan Kecerdasan
Penilaian proyek dan portofolio menghargai keanekaragaman gaya belajar siswa. Seorang siswa yang tidak unggul dalam tes tertulis mungkin justru menonjol dalam kegiatan praktis atau kreatif.
5. Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan
Keterlibatan aktif dalam tugas proyek sering kali menunjukkan motivasi intrinsik dan minat yang tinggi terhadap pembelajaran faktor penting dalam kesuksesan jangka panjang.