Kiriman dibuat oleh Asnia Sundari

EPE B2026 -> Diskusi

oleh Asnia Sundari -
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Langkah-langkah merumuskan tujuan evaluasi hasil belajar sesuai dengan yang sudah saya pelajari yaitu:
1. Analisis CP (Capaian Pembelajaran) atau KD dengan melihat dulu kurikulumnya. Apa yang sebenarnya ingin dicapai di akhir mata pelajaran, Ini adalah peta utama kita dalam menentukan arah evaluasi.
2. Tentukan Ranah yang Mau Dinilai dengan memilih apakah untuk menguji pemahaman teori (Kognitif), perubahan sikap (Afektif), atau keterampilan praktiknya (Psikomotor)
3. Gunakan Kata Kerja Operasional (KKO). Gunakan KKO Taksonomi Bloom yang bisa diamati, contohnya: menjelaskan, menganalisis, mempraktikkan, atau menyusun.
4. Sesuaikan dengan Indikator Ketercapaian. Tujuan evaluasi harus nyambung dengan indikator yang sudah kamu buat di RPP. Kalau indikatornya adalah "mahasiswa mampu menghitung", maka tujuan evaluasinya harus spesifik ke arah "mengukur kemampuan menghitung".
5. Gunakan prinsip SMART dengan memastikan tujuan tersebut Specific (jelas), Measurable (bisa diukur), Achievable (bisa dicapai siswa), Relevant (sesuai materi), dan Time-bound (ada batasan waktunya).

EPE B2026 -> SUMMARY VIDEO

oleh Asnia Sundari -
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Dari video materi Evaluasi Pembelajaran yang dijelaskan oleh Dr. Zainal Arifin, M.Pd., saya memahami bahwa Evaluasi pembelajaran merupakan proses sistematis yang tidak hanya berfungsi untuk mengukur atau menilai hasil belajar peserta didik, tetapi juga untuk menilai efektivitas keseluruhan proses pembelajaran. Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan kurikulum, pemilihan metode dan strategi pembelajaran, hingga pelaksanaan penilaian di kelas. Maka dari itu, evaluasi dipahami sebagai upaya menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh komponen pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan evaluasi seharusnya dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada akhir periode pembelajaran. Evaluasi yang bersifat kontinu memungkinkan pendidik mengidentifikasi kendala, kekurangan, maupun hambatan sejak dini. Melalui proses ini, perbaikan dan penyesuaian dapat segera dilakukan agar proses pembelajaran tetap berada pada jalur yang tepat. Pendekatan berkelanjutan juga membantu memastikan bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal dan tidak sekadar formalitas administratif. Sehingga hasil evaluasi tidak hanya untuk menentukan kelulusan, memberikan nilai, atau menyusun peringkat peserta didik. Fungsi yang lebih substansial adalah sebagai dasar refleksi dan peningkatan mutu pembelajaran. Informasi yang diperoleh dari evaluasi dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki strategi mengajar, menyempurnakan materi, serta memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta didik.
Sekian, terima kasih, Bu.