Posts made by Asnia Sundari

Salam pembelajar, Bu..
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Saya sudah membaca sedikit tentang struktur teori akuntansi, dan ternyata konsep ini membantu kita memahami bagaimana sistem akuntansi dibangun secara logis dan teratur. Struktur teori akuntansi terdiri dari tujuan, konsep dasar, dan prinsip yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan. Tujuannya adalah agar laporan keuangan bisa memberikan informasi yang relevan, andal, dan dapat dibandingkan bagi pengguna, seperti investor atau manajemen. Dengan memahami struktur teori ini, kita jadi tahu bahwa akuntansi tidak hanya tentang mencatat transaksi, tetapi juga tentang menyusun informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Sekian, terima kasih, Bu.
Salam Pembelajar, Bu..
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Saya telah membaca beberapa referensi mengenai pendekatan teori dalam akuntansi, dan ternyata setiap pendekatan memiliki tujuan yang berbeda. Pendekatan teori positif berfokus pada kenyataan yang terjadi, yaitu menjelaskan dan memprediksi perilaku akuntansi di dunia nyata. Misalnya, mengapa manajer memilih metode akuntansi tertentu. Sedangkn teori normatif bersifat ideal, yaitu menjelaskan bagaimana akuntansi seharusnya dilakukan agar laporan keuangan lebih baik dan bermanfaat. Sementara itu, teori konstruktif mencoba menggabungkan keduanya, yaitu membangun teori baru berdasarkan kondisi nyata, lalu mengusulkan perbaikan agar sistem akuntansi menjadi lebih efektif. Ketiga pendekatan ini penting agar kita bukan hanya tahu cara akuntansi dilakukan, tetapi juga mengerti alasan di balik penerapan dan perkembangan teorinya.

Video yang ibu cantumkan ini menjelaskan bahwa teori akuntansi adalah seperangkat asumsi, kerangka kerja, dan metodologi yang mendasari praktik pelaporan keuangan. Teori ini membantu memahami dan mengevaluasi prinsip-prinsip keuangan untuk menghasilkan laporan yang akurat dan dapat dipercaya. Kerangka konseptual yang disediakan oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) mengatur dan membimbing praktik akuntansi sesuai dengan prinsip GAAP (Generally Accepted Accounting Principles), yang memastikan konsistensi dan perbandingan informasi keuangan antar bisnis. Teori akuntansi terus berkembang seiring bisnis dan teknologi berubah, membantu perusahaan dan profesional seperti CPA menyesuaikan standar dan praktik pelaporan secara efektif.
Sekian, terimakasih, Bu.
Salam Pembelajar, Bu.
Nama : Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Dari yang saya ketahui, teori pengukuran dalam pelaporan akuntansi membahas tentang bagaimana cara menentukan nilai suatu aset, kewajiban, pendapatan, dan beban agar bisa disajikan secara wajar dalam laporan keuangan. Tujuan utamanya adalah agar informasi yang disampaikan dapat mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya dan berguna bagi pengambil keputusan. Dalam praktiknya, ada beberapa dasar pengukuran yang umum digunakan, seperti:
  1. Biaya historis (historical cost), yakni aset dicatat berdasarkan harga perolehan awal.
  2. Nilai wajar (fair value), yakni aset atau kewajiban diukur berdasarkan nilai pasar saat ini.
  3. Nilai kini (present value), yakni nilai aset atau kewajiban dihitung dengan memperhitungkan waktu dan bunga di masa depan.
Intinya, teori pengukuran membantu akuntan menentukan berapa nilai yang tepat untuk dilaporkan, sehingga laporan keuangan bisa dipercaya dan dibandingkan antarperiode atau antarperusahaan.
Sekian, terima kasih, Bu.
Salam pembelajar, Bu..
Terkait topik “Menganalisis Aspek Perilaku dalam Akuntansi serta Proses Standard-Setting dan Ekonomi Politiknya,” saya telah membaca beberapa referensi yang cukup menarik dan relevan dengan pembahasan ini.

Dari sisi aspek perilaku dalam akuntansi, referensi seperti karya Mulia & Lianti (2022) menjelaskan bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan angka dan laporan keuangan, tetapi juga erat kaitannya dengan perilaku manusia. Dalam praktiknya, akuntan dan manajer sering kali dihadapkan pada tekanan dari berbagai pihak, seperti atasan, pemegang saham, atau regulator, yang dapat memengaruhi keputusan mereka. Misalnya, manajer bisa saja melakukan earnings management (manajemen laba) untuk memenuhi target tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akuntansi dipengaruhi oleh faktor psikologis, etika, dan motivasi individu, bukan sekadar pertimbangan teknis semata.

Sementara itu, dari sisi proses standard-setting dan ekonomi politiknya, teori Political Economy of Accounting menjelaskan bahwa pembentukan standar akuntansi bukanlah proses yang sepenuhnya netral. Standar sering kali menjadi hasil kompromi antara berbagai kepentingan, mulai dari perusahaan, investor, pemerintah, hingga lembaga internasional seperti IFRS. Dengan kata lain, ada pengaruh politik dan ekonomi yang ikut berperan dalam menentukan bagaimana standar akuntansi diterapkan. Olehkarena itu, penting bagi kita sebagai calon akuntan atau akademisi untuk memahami bahwa di balik setiap standar akuntansi terdapat dinamika kekuasaan, kepentingan, dan negosiasi yang memengaruhi hasil akhirnya.

Dari kedua perspektif ini, dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan sistem sosial yang kompleks, tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang perilaku manusia dan kekuatan ekonomi-politik yang membentuknya.