གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Asnia Sundari

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Asnia Sundari གིས-
Assalamualaikum, Bu.
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Jurnal "Restrictions in the Conceptual Framework for Financial Reporting: A Review of the Literature” karya Ali İhsan Akgün (2020) ini membahas keterbatasan (restriksi) dalam Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) atau kerangka kerja konseptual pelaporan keuangan. Kerangka ini dibuat oleh IASB dan FASB untuk menyelaraskan standar akuntansi internasional, khususnya IFRS dan US GAAP, agar laporan keuangan lebih konsisten dan mudah dibandingkan antarnegara. Penulis menjelaskan bahwa meski CFW penting sebagai panduan pembuat standar akuntansi, masih banyak batasan yang memengaruhi kualitas laporan keuangan. Batasan tersebut antara lain:
  1. Komparabilitas data keuangan antarperusahaan yang sering berbeda karena metode akuntansi.
  2. Penggunaan biaya historis versus nilai wajar yang memunculkan perbedaan relevansi dan keandalan.
  3. Kebijakan akuntansi dan estimasi manajemen yang bisa berubah-ubah.
  4. Kesalahan dan kecurangan akuntansi yang mengurangi kepercayaan laporan.
  5. Konservatisme (kehati-hatian) yang kadang justru menciptakan bias.
Jurnal ini juga menelusuri perkembangan sejarah CFW sejak awal di Amerika hingga proyek konvergensi IASB-FASB. Meskipun CFW telah membantu menciptakan pedoman global, riset tentang keterbatasan ini masih minim. CFW tetap menjadi panduan terbaik untuk pelaporan keuangan, tetapi perlu diperbarui agar lebih relevan, transparan, dan mampu mengatasi keterbatasan di atas. Penulis mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak batasan-batasan ini pada kualitas dan nilai perusahaan.
Sekian, terima kasih Bu.

TA B 2025 -> DISKUSI

Asnia Sundari གིས-
Assalamualaikum, Bu
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Setelah menyimak video tersebut, dapat saya simpulkan bahwa adanya Conceptual Framework yang dibuat oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) untuk membimbing pengembangan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) di Amerika Serikat. Framework ini menetapkan tujuan utama pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditur, dan stakeholder lainnya untuk pengambilan keputusan. Elemen-elemen utama laporan keuangan seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban juga dijelaskan sebagai komponen dasar pelaporan. Ada dua kualitas utama informasi akuntansi: relevance (relevansi) dan faithful representation (representasi yang jujur). Informasi harus relevan agar bisa mempengaruhi keputusan, misalnya dengan memberikan nilai prediktif atau konfirmasi. Selain itu, informasi akuntansi harus dapat dipercaya, bebas dari kesalahan, lengkap, dan netral. Informasi juga sebaiknya memiliki kualitas tambahan seperti timeliness (tepat waktu), verifiability (bisa diverifikasi), understandability (mudah dipahami), dan comparability (dapat dibandingkan antar perusahaan).Video juga menjelaskan beberapa asumsi penting, seperti economic entity (entitas ekonomi yang terpisah), going concern (kesinambungan usaha), periodicity (informasi dibagi per periode waktu), dan monetary unit (pengukuran berdasarkan satuan mata uang). Prinsip-prinsip penting lain termasuk pengakuan pendapatan saat jasa atau barang diserahkan, prinsip pencocokan beban, dan pengungkapan informasi yang memadai. Namun, ada juga keterbatasan seperti cost constraint—biaya penyusunan laporan harus sebanding manfaatnya.

Singkatnya, Conceptual Framework FASB adalah kerangka berpikir yang memastikan pelaporan keuangan akurat, relevan, dan konsisten, membantu investor dan kreditur membuat keputusan tepat. Sekian, terima kasih Bu.

AKM B2025 -> Diskusi

Asnia Sundari གིས-
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh bu,
sebelumnya perkenalkan
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040
izin menjawab bu

a) Pandangan saya tentang pengelolaan laba (earnings management) secara signifikan dapat menurunkan kualitas laba karena praktik ini mengurangi sifat relevan dan andal dari informasi laba yang dilaporkan. Ketika manajemen menggunakan kebijakan akuntansi atau transaksi yang disengaja untuk mengubah laporan keuangan—baik untuk menyesatkan pemangku kepentingan tentang kinerja ekonomi perusahaan maupun untuk mempengaruhi hasil kontraktual yang bergantung pada angka akuntansi—laba yang dihasilkan tidak lagi mencerminkan kinerja operasional yang sebenarnya dan berkelanjutan. Ketimbang memberikan gambaran yang jujur, laba menjadi bias dan dipenuhi "noise" yang menyulitkan pengguna untuk menilai arus kas masa depan dan membuat keputusan ekonomi yang tepat. Dengan kata lain, pengelolaan laba mengikis nilai prediktif dan konfirmatif dari laba, sehingga kualitasnya sebagai alat pengukur kinerja yang objektif menjadi jauh lebih rendah.

b) Kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba dari laporan laba rugi karena angka tersebut merupakan hasil dari estimasi, kebijakan akuntansi, dan pertimbangan yang dibuat oleh manajemen. Proses akrual membuat laba tidk sama dengan kas, sehingga angka laba bisa dipengaruhi oleh metode penyusutan, pengakuan pendapatan, penilaian persediaan, dan provisi yang dapat bervariasi antar perusahaan. Kehati-hatian ini diperlukan untuk menghindari kesimpulan yang menyesatkan tentang profitabilitas dan kesehatan finansial perusahaan yang sebenarnya.

Tujuan penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP atau SAK) pada laporan laba rugi adalah untuk:
1. Menjamin Keterbandingan (Comparability) yang memungkinkan pengguna membandingkan kinerja perusahaan antar periode dan dengan perusahaan lain secara konsisten.
2. Meningkatkan Keandalan (Reliability) yang memastikan informasi laba disajikan secara wajar, objektif, dan bebas dari bias sehingga dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan.
3. Menciptakan Konsistensi (Consistency) yang mengharuskan perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun, sehingga tren kinerja dapat diidentifikasi.
4. Mewakili Pengungkapan Penuh (Full Disclosure) yang memastikan semua informasi penting yang dapat mempengaruhi pemahaman pengguna terhadap kinerja perusahaan diungkapkan.

Sekian, terima kasih bu.