Nadiya Alifa Firdaus
2413031066
Conceptual Framework berperan sebagai landasan dalam penyusunan standar akuntansi agar laporan keuangan disajikan secara konsisten, transparan, dan dapat diperbandingkan. Dalam kerangka ini, pengukuran memiliki tujuan utama untuk menentukan nilai yang tepat bagi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban sehingga informasi yang dihasilkan relevan serta menggambarkan kondisi ekonomi secara andal. Berbagai basis pengukuran digunakan, seperti biaya historis, biaya kini, nilai wajar, dan value in use, masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Biaya historis mudah diverifikasi tetapi kurang relevan saat inflasi, nilai wajar lebih mencerminkan kondisi pasar namun dapat subyektif tanpa pasar aktif, biaya kini sulit ditentukan, sementara value in use bergantung pada estimasi arus kas masa depan.
Pemilihan basis pengukuran mempertimbangkan relevansi, representasi yang setia, keterbandingan, serta pertimbangan biaya dan manfaat. Dalam praktiknya, standar akuntansi tidak menggunakan satu metode saja, melainkan mengombinasikan beberapa basis tergantung jenis akun, misalnya aset keuangan menggunakan nilai wajar sedangkan aset tetap umumnya memakai biaya historis. Pilihan pengukuran ini dapat memengaruhi besarnya laba, nilai aset, maupun posisi keuangan perusahaan, serta berpotensi menimbulkan volatilitas, sehingga menjadi perhatian auditor dalam menilai kewajaran laporan keuangan.
2413031066
Conceptual Framework berperan sebagai landasan dalam penyusunan standar akuntansi agar laporan keuangan disajikan secara konsisten, transparan, dan dapat diperbandingkan. Dalam kerangka ini, pengukuran memiliki tujuan utama untuk menentukan nilai yang tepat bagi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban sehingga informasi yang dihasilkan relevan serta menggambarkan kondisi ekonomi secara andal. Berbagai basis pengukuran digunakan, seperti biaya historis, biaya kini, nilai wajar, dan value in use, masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Biaya historis mudah diverifikasi tetapi kurang relevan saat inflasi, nilai wajar lebih mencerminkan kondisi pasar namun dapat subyektif tanpa pasar aktif, biaya kini sulit ditentukan, sementara value in use bergantung pada estimasi arus kas masa depan.
Pemilihan basis pengukuran mempertimbangkan relevansi, representasi yang setia, keterbandingan, serta pertimbangan biaya dan manfaat. Dalam praktiknya, standar akuntansi tidak menggunakan satu metode saja, melainkan mengombinasikan beberapa basis tergantung jenis akun, misalnya aset keuangan menggunakan nilai wajar sedangkan aset tetap umumnya memakai biaya historis. Pilihan pengukuran ini dapat memengaruhi besarnya laba, nilai aset, maupun posisi keuangan perusahaan, serta berpotensi menimbulkan volatilitas, sehingga menjadi perhatian auditor dalam menilai kewajaran laporan keuangan.