Nadiya Alifa Firdaus
2413031066
Studi ini menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip teori pengukuran dalam ilmu sosial, khususnya representational measurement theory. Dalam akuntansi, pengukuran dianggap sebagai bagian dasar dari penyusunan laporan keuangan, namun hingga kini belum ada teori pengukuran akuntansi yang secara jelas mendefinisikan apa yang harus diukur, bagaimana mengukur, dan skala apa yang digunakan. Dokumen ini menegaskan bahwa tanpa teori pengukuran yang memadai, proses akuntansi tidak dapat dianggap sebagai proses pengukuran yang sesungguhnya. Banyak objektif laporan keuangan, seperti penentuan nilai aset, prediksi arus kas, atau pengukuran kinerja, tidak memenuhi syarat pengukuran ilmiah karena bergantung pada estimasi, asumsi, atau kondisi masa depan yang tidak dapat diobservasi secara empiris. Selain itu, konsep nilai dalam akuntansi tidak memiliki definisi yang jelas sehingga sulit dianggap sebagai atribut yang benar-benar dapat diukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi perlu mengembangkan teori pengukuran yang lebih kuat agar tujuan laporan keuangan dapat didukung oleh proses pengukuran yang valid, terukur, dan dapat diuji secara ilmiah. Tanpa teori tersebut, laporan keuangan berisiko tidak memiliki dasar pengukuran yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.