Nama : Minan Nur Fatkhur Rozak
NPM : 2415061063
Kelas : PSTI A
Menurut saya materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana Pancasila dapat dilihat sebagai suatu sistem filsafat yang komprehensif. Ini mencakup pengertian filsafat secara umum, baik secara etimologis maupun konseptual, serta bagaimana Pancasila sebagai sistem filsafat menyatukan nilai-nilai yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dengan pemahaman ini, siswa dapat melihat Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai pandukung.
Dalam materi ini dijelaskan bahwa kata "philosophia"—yang berarti mencintai kebijaksanaan—adalah asal dari istilah filsafat. Nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam sistem filsafat Pancasila berasal dari refleksi mendalam tentang hakikat manusia dan kehidupannya. Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat dikategorikan sebagai filsafat dalam arti produk, pandangan hidup, dan praktis.
Pancasila sebagai sistem filsafat berbeda dari filsafat lain, seperti materialisme, idealisme, atau komunisme, karena menekankan kesatuan dan keterpaduan nilai-nilai. Lima silanya saling melengkapi dan mengkualifikasi, menggambarkan pemikiran dasar tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan bangsa.
NPM : 2415061063
Kelas : PSTI A
Menurut saya materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana Pancasila dapat dilihat sebagai suatu sistem filsafat yang komprehensif. Ini mencakup pengertian filsafat secara umum, baik secara etimologis maupun konseptual, serta bagaimana Pancasila sebagai sistem filsafat menyatukan nilai-nilai yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dengan pemahaman ini, siswa dapat melihat Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai pandukung.
Dalam materi ini dijelaskan bahwa kata "philosophia"—yang berarti mencintai kebijaksanaan—adalah asal dari istilah filsafat. Nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam sistem filsafat Pancasila berasal dari refleksi mendalam tentang hakikat manusia dan kehidupannya. Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat dikategorikan sebagai filsafat dalam arti produk, pandangan hidup, dan praktis.
Pancasila sebagai sistem filsafat berbeda dari filsafat lain, seperti materialisme, idealisme, atau komunisme, karena menekankan kesatuan dan keterpaduan nilai-nilai. Lima silanya saling melengkapi dan mengkualifikasi, menggambarkan pemikiran dasar tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan bangsa.