NAMA : ULLYA ROYSA
NPM : 2416041012
KELAS : REGULER A
Hasil
analisis jurnal mengenai dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak 2019. Proses demokrasi yang berlangsung dipengaruhi beberapa faktor ya itu budaya politik perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik. Proses demokrasi tersebut berlangsung relatif dinamis khususnya sejak pemilu 1999. Bahwa demokrasi yang berlangsung di daerah-daerah merupakan landasan utama bagi perkembangan demokrasi di tingkat nasional. Sementara itu, proses demokrasi yang berlangsung di tingkat nasional menunjukkan arah yang tak mudah khususnya dalam hal membangun kualitas pilpres dan pendalaman demokrasi. Pendalaman demokrasi bisa berasal dari negara dan bisa pula dari masyarakat. Dari sisi negara pendalaman demokrasi dapat bermakna pengembangan pelembagaan mekanisme penciptaan kepercayaan semua aktor politik seperti masyarakat sipil partai politik dan birokrasi dan pengembangan penguatan angka kapasitas administratif teknologi yang menyertai pelembagaan yang telah dibentuk. Kemudian dari sisi masyarakat, pendalaman demokrasi merujuk pada pelembagaan penguatan peran serta masyarakat dalam aktivitas politik formal di tingkat lokal.
Pemilu serentak pada tahun 2019 adalah pemilu kelima pasca orde baru dan merupakan pemilu pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres dalam waktu bersamaan. Pemilu serentak jauh lebih kompleks dan rumit baik bagi penyelenggara pemilu parpol maupun rakyat. Pemilu sempat dari 19 tak lepas dari isu politisasi identitas dan agama sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, berebut suara muslim merupakan hal yang logis dan selalu terjadi dalam setiap pemilu. Sejak 1999 kinerja parpol tidak kunjung menghasilkan landasan atau pelopor politik nasional kampanye lebih merupakan pameran pernak-pernik demokrasi untuk menetapkan dan menjawab persoalan bangsa.
Dalam konteks pilpres 2019 tampaknya tidak semua pihak menyadari pentingnya nilai-nilai budaya sendiri sebagai perisai ketahanan sosial bangsa di mana 4 pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, undang-undang NRI 1945,NKRI dan bhinneka tunggal Ika berakar dari falsafah dan sejarah hidup bangsa.
Pemilu dalam konteks demokrasi tak lain dimaksudkan untuk menghasilkan pemerintah yang efektif. Sedangkan salah satu isu krusial pilpres 2019 adalah politisasi birokrasi.
Semakin baik demokrasi yang terbangun melalui pemilu semakin besar kemungkinan munculnya pemilu yang damai dan juga sebaliknya sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi parpol yang juga berkualitas ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan sarana sukses kepemimpinan tetapi juga menjadi taruhan bagi ketahanan sosial rakyat dan NKRI.