Kiriman dibuat oleh Lily suryani AR

Nama : Lily Suryani Ar
NPM : 2416041025
Kelas : Reg A

Dari artikel tersebut dapat di analisis bahwa Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dimana seluruh rakyat ikut serta memerintah atau memberikan kebebasan untuk berpendapat. Secara sederhana dapat di maknai sebagai Pemerintahan dijalankan dari rakyat, oleh rakyat,dan untuk rakyat.

Proses demokrasi dipengaruhi oleh berbagai elemen seperti budaya politik, cara aktor berperilaku, dan kekuatan politik.

Kesulitan yang dihadapi demokrasi semakin meningkat ketika lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan hukum tidak memadai. Kondisi ini tidak hanya melemahkan integritas pemilu dan proses demokrasi tetapi juga mengancam keamanan nasional.

Pada masa pemilu presiden, beberapa persoalan yang dihadapi tidak memiliki penyelesaian yang jelas dan efektif.

Memang benar, Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pemilu yang aman dan tenang. Pemilu tahun 2019 memberi kita pelajaran penting meskipun hasilnya rumit. Pemilu yang berkualitas membutuhkan partai politik dan koalisi partai politik yang berkualitas. Pemilu sangatlah penting karena pemilu dapat membantu memilih pemimpin secara demokratis dan menjaga persatuan Indonesia.
Nama : Lily Suryani Ar
NPM : 2416041025
Kelas : Reguler A

Dari artikel tersebut dapat di analisis bahwa Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dimana seluruh rakyat ikut serta memerintah atau memberikan kebebasan untuk berpendapat.

Menurut Bapak Adi Prayitno "Demokrasi itu pasti bising, demokrasi itu pasti berisik. Demokrasi itu memang tempat orang berisik. Tempat orang ribut. Yang penting ributnya masih dalam konteks Demokrasi yang Prosedural"

Sistem Demokrasi menjadi pilihan banyak negara karena negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu untuk mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang.
Demokrasi di pandang sebagai alat paling efektif untuk mewujudkan suatu kesetaraan untuk mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik.
Namun, bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Karena banyak para politikus yang enggan untuk dikritik dan meremehkan kebebasan berpendapat. Beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis, dikarenakan rendahnya kepercayaan kepada pemerintah dan politikus,penurunan jumlah keanggotaan partai politik hingga regulasi pemerintah yang di anggap tidak transparan.