Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan dari
video tersebut adalah demokrasi itu gaduh karena sering menimbulkan perdebatan, ketidakpastian, dan konflik. Meskipun demikian, sistem demokrasi ini tetap bertahan dan dianut oleh banyak orang yakni dengan beberapa alasan:
• Demokrasi memfasilitasi silang pendapat
• demokrasi menjamin kebebasan untuk berpendapat
Selain dianggap demokrasi itu gaduh, demokrasi juga sering disebut sebagai tempat yang berisik dan tempat orang ribut. Namun, keberisikan ini bukan tanpa alasan. Perdebatan terbuka, beragam pendapat, protes dan aksi publik, media dan teknologi, proses politik yang kompleks adalah hal hal yang menjadi sebab demokrasi dianggap sebagai tempat yang berisik dan tempat orang ribut. Meskipun suasana 'berisik' ini bisa jadi mengganggu. Tetapi, sistem ini menjadi pilihan banyak negara, dengan alasan:
• Demokrasi mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang
• Demokrasi sebagai alat yang efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi politik
• Demokrasi menjamin penegakan HAM yang tinggi
• Demokrasi dapat meningkatkan harapan hidup warga di sebuah negara
Sejak tahun 1980-an, negara yang menganut sistem demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Meskipun demikian, sistem demokrasi bukanlah suatu sistem pemerintahan yang sempurna, karena sistem demokrasi ini menghasilkan pemimpin-pemimpin yang anti sains, dan juga melahirkan para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Selain itu, jika kita liat di Indonesia alasan demokrasi banyak digunakan sangat tidak relevan, karena di Indonesia kita lebih sering disuruh bungkam dan tidak boleh mengeluarkan pendapat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kursi kursi pejabat yang diisi oleh para tikus tikus negara, bukan orang yang berkompeten. Masyarakat Indonesia hanya diam melihat hal ini, mengapa? Karena masyarakat dibungkam dengan uang uang mereka.
Menurut beberapa analisis, kini demokrasi sedang berada dalam fase kritis. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
Tetapi, demokrasi juga dapat beradaptasi dengan perubahan global secara cepat yakni melalui penggunaan teknologi, norma internasional, dan keterlibatan masyarakat sipil. Meskipun tantangan tetap ada, pendekatan yang inovatif dan kolaboratif membantu memastikan keterkaitan dan keberlanjutan sistem demokrasi di tengah perubahan global yang cepat.