གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Yeshicha Indah Cahyani

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Yeshicha Indah Cahyani གིས-
Nama : Yeshicha Indah Cahyani
NPM : 2416041064
Kelas : Reguler B

Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan pada jurnal tersebut bahwa Pemilu 2019 adalah pemilu kelima sejak Orde Baru, tetapi merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia, dimana pemilihan pilpres dan pileg dilaksanakan secara bersamaan. Pemilu serentak ini menunjukkan kemajuan dan tantangan dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Meskipun adanya polarisasi yang tajam, keterlibatan masyarakat yang meningkat sebagai langkah positif menuju konsolidasi demokrasi. Namun, untuk menjaga keutuhan NKRI diperlukan tindakan yang lebih serius agar stabilitas sosial politik tetap terjaga.

Seperti yang kita ketahui bahwa pemilu mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Dimana demokrasi sendiri berarti dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pada Pemilu 2019 sendiri dapat kita lihat bahwa masih banyak terdapat tantangan internal maupun eksternal. Tantangan-tantangan yang muncul adalah tuduhan kecurangan, kegaduhan yang terjadi di media massa dan media sosial, serta isu politisasi agama. Selain itu, pada kenyataan terdapat tantangan yang lebih serius lagi, yakni penyebaran amplop yang berisikan uang dan bertuliskan sedekah dari berbagai partai politik yang dimaksudkan agar masyarakat memilih calon yang diusungnya. Bagaimana tanggapan masyarakat Indonesia? Mereka menerima uang tersebut dan memilih paslon yang telah memberikan amplop, padahal mereka sendiri tidak tau kompetensi dan visi misi apa yang dimiliki oleh paslon yang dipilih. Inilah pemilu di Indonesia, siapa yang mempunyai uang, ia yang akan berkuasa.

Untuk menciptakan pemilu yang bersih dan berarti ini, dibutuhkan komitmen dari berbagai kalangan aktor pemerintahan, masyarakat sipil, partai politik dan media untuk mengedepankan dialog, menghargai perbedaan, serta memerangi praktik intoleransi. Hal-hal inilah yang dapat menjadi solusi dari tantangan-tantangan yang dihadapi dan apabila solusi ini dapat diterapkan, maka akan tercipta demokrasi yang sejati dan kedaulatan rakyat akan terjaga.

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Yeshicha Indah Cahyani གིས-
Nama : Yeshicha Indah Cahyani 
NPM : 2416041064
Kelas : Reguler B

Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan dari video tersebut adalah demokrasi itu gaduh karena sering menimbulkan perdebatan, ketidakpastian, dan konflik. Meskipun demikian, sistem demokrasi ini tetap bertahan dan dianut oleh banyak orang yakni dengan beberapa alasan:
• Demokrasi memfasilitasi silang pendapat
• demokrasi menjamin kebebasan untuk berpendapat

Selain dianggap demokrasi itu gaduh, demokrasi juga sering disebut sebagai tempat yang berisik dan tempat orang ribut. Namun, keberisikan ini bukan tanpa alasan. Perdebatan terbuka, beragam pendapat, protes dan aksi publik, media dan teknologi, proses politik yang kompleks adalah hal hal yang menjadi sebab demokrasi dianggap sebagai tempat yang berisik dan tempat orang ribut. Meskipun suasana 'berisik' ini bisa jadi mengganggu. Tetapi, sistem ini menjadi pilihan banyak negara, dengan alasan:
• Demokrasi mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang
• Demokrasi sebagai alat yang efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi politik
• Demokrasi menjamin penegakan HAM yang tinggi
• Demokrasi dapat meningkatkan harapan hidup warga di sebuah negara

Sejak tahun 1980-an, negara yang menganut sistem demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Meskipun demikian, sistem demokrasi bukanlah suatu sistem pemerintahan yang sempurna, karena sistem demokrasi ini menghasilkan pemimpin-pemimpin yang anti sains, dan juga melahirkan para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Selain itu, jika kita liat di Indonesia alasan demokrasi banyak digunakan sangat tidak relevan, karena di Indonesia kita lebih sering disuruh bungkam dan tidak boleh mengeluarkan pendapat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kursi kursi pejabat yang diisi oleh para tikus tikus negara, bukan orang yang berkompeten. Masyarakat Indonesia hanya diam melihat hal ini, mengapa? Karena masyarakat dibungkam dengan uang uang mereka. 

Menurut beberapa analisis, kini demokrasi sedang berada dalam fase kritis. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.

Tetapi, demokrasi juga dapat beradaptasi dengan perubahan global secara cepat yakni melalui penggunaan teknologi, norma internasional, dan keterlibatan masyarakat sipil. Meskipun tantangan tetap ada, pendekatan yang inovatif dan kolaboratif membantu memastikan keterkaitan dan keberlanjutan sistem demokrasi di tengah perubahan global yang cepat.