Kiriman dibuat oleh Klara Aurelia Maharani (2416041010)

NAMA : Klara Aurelia Maharani
NPM : 2416041010
KELAS : REG A


hasil analisis saya mengenai jurnal tersebut adalah :
tertulis bahwa demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai "pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat" namun dalam mewujudkan hal tsb tidak mudah karena banyak tahapan penting yang harus dilalui seperti Konsolidasi demokrasi ( sarana meningkatkan secara prinsip komitmen seluruh lapisan masyarakt pada aturan main demokrasi)

pasca pemilu 2019 membuktikan konsolidasi demokrasi belum tercapai dengan menunjukan masih banyak tantangan dalam pedalaman upaya demokrasi di Indonesia. Kegagalan Partai Politik dalam Proses Kaderisasi, dari artikel ini juga menyoroti kegagalan partai politik dalam melakukan kaderisasi pemimpin yang berkualitas. Banyak partai lebih memilih selebritis sebagai caleg untuk menarik suara serta menyebabkan lemahnya fungsi partai.

jadi inti dari jurnal ini menyimpulkan bahwa Pemilu 2019 memberikan banyak pelajaran penting bagi konsolidasi demokrasi Indonesia.Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan.
NAMA : Klara Aurelia Maharani
NPM : 2416041010
KELAS : Reg A

menurut saya dari video yang terkait, muncul lah pernyataan "demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?"
sebelumnya demokrasi sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan rakyat, yang memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. "demokrasi itu pasti berisik, demokrasi itu memang tempat orang berisik tempat orang ribut, ribut nya masih dalam konteks koridor demokrasi yang prosedural, dikira tidak ada persoalan" menurut direktur eksekutif para menteri politik
Meskipun begitu, demokrasi tetap bertahan dan diterapkan oleh banyak negara karena keunggulannya dalam memberi ruang bagi aspirasi rakyat secara luas.

kenapa banyak dianut negara??banyak negara tetap menganut demokrasi karena ia memberikan legitimasi kekuasaan melalui pemilihan umum, menjaga HAM, serta menawarkan mekanisme transparansi dan akuntabilitas yang melindungi dari tirani dan penyalahgunaan kekuasaan