Nama : Shabrina Anindita
NPM : 2416041040
Kelas : Reguler B
Berdasarkan
jurnal tersebut, hasil analisis yang bisa saya dapatkan :
Jurnal tersebut membahas tantangan demokrasi dan pemilu presiden di Indonesia pada tahun 2019, dengan fokus pada masalah konsolidasi demokrasi. Pemilu serentak yang dilaksanakan pada tahun 2019 dianggap belum bisa memperkuat demokrasi secara mendalam karena masih banyak isu, seperti kurangnya pilar demokrasi yang efektif, polarisasi politik yang tajam, dan ketidakpercayaan publik terhadap proses politik. Pada kenyataannya, Pemilu 2019 malah semakin membuat masyarakat makin terpecah belah. Masalah lain juga muncul karena birokrasi tidak netral dan lebih mementingkan kepentingan politik. Intinya, pemilu di Indonesia masih fokus pada formalitas, belum sampai pada tahap yang benar-benar memperkuat demokrasi dan meningkatkan kepercayaan rakyat. Tujuan
jurnal ini adalah untuk mengevaluasi proses demokrasi dan mencari tahu apa yang menghambat pendalaman demokrasi di Indonesia.
Jurnal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah sering mengadakan pemilu langsung, demokrasi kita masih banyak menghadapi kendala. Pada Pemilu 2019, persaingan politik diwarnai oleh polarisasi yang tajam antara pendukung kandidat, terutama karena politisasi agama dan identitas. Polarisasi ini menciptakan perpecahan sosial yang mendalam, yang memicu kerusuhan setelah hasil pemilu diumumkan. Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik.
Demokrasi Indonesia dinilai masih bersifat prosedural, artinya pemilu dilaksanakan secara formal tetapi belum mampu membangun kepercayaan publik atau memperbaiki kualitas kehidupan politik. Salah satu masalah utama adalah ketidaknetralan birokrasi, di mana ASN dan pejabat publik terlibat dalam politik praktis, mendukung salah satu kandidat. Hal ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan proses pemilu. Selain itu, partai politik dianggap gagal menjalankan fungsinya. Banyak partai lebih memilih mencalonkan selebriti demi popularitas daripada menyiapkan kader yang kompeten. Ini menunjukkan bahwa partai lebih fokus pada kepentingan jangka pendek daripada membangun kualitas demokrasi yang sesungguhnya.
Dari
jurnal tersebut yang dapat saya simpulkan,
jurnal ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi proses demokrasi dan mencari tahu apa yang menghambat pendalaman demokrasi di Indonesia. Pemilu yang terjadi pada tahun 2019 memperlihatkan bahwa demokrasi Indonesia masih jauh dari kata ideal. Meskipun secara prosedur pemilu berjalan, tetapi polarisasi, politisasi agama, dan birokrasi yang tidak netral menghambat pendalaman demokrasi. Partai politik juga belum sepenuhnya berfungsi dengan baik sebagaimana semestinya untuk memperkuat demokrasi. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia masih perlu banyak perbaikan untuk benar-benar melibatkan masyarakat secara substantif, tidak hanya formalitas.