གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Syifa Hesti Pratiwi

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Syifa Hesti Pratiwi གིས-
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

Jawaban:
1. Teori-teori yang relevan untuk landasan teori
Dalam penelitian tentang pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19, beberapa teori yang relevan untuk dijadikan landasan teori antara lain:
- Teori Pembelajaran Konstruktivisme (Piaget dan Vygotsky): Menyatakan bahwa mahasiswa membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman dan interaksi, termasuk dalam lingkungan digital.
- Teori Belajar Kognitif (Gagne): Menjelaskan bagaimana proses mental seperti perhatian, pemahaman, dan ingatan berperan penting dalam pembelajaran daring.
- Teori Teknologi Pembelajaran (Mayer): Menguraikan bagaimana desain media digital dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran melalui elemen visual, audio, dan interaktivitas.
- Teori Motivasi Belajar (Self-Determination Theory – Deci & Ryan): Menjelaskan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa berpengaruh terhadap hasil belajar, termasuk dalam konteks daring.

2. Kerangka pikir penelitian
Kerangka pikir penelitian ini dibangun atas dasar hubungan antara dua variabel utama, yaitu pembelajaran daring (variabel independen) dan hasil belajar mahasiswa (variabel dependen). Pembelajaran daring melibatkan berbagai aspek seperti penggunaan platform digital, interaktivitas dosen dan mahasiswa, serta kemudahan akses materi. Hasil belajar diukur melalui capaian akademik dan pemahaman konsep. Secara logis, jika pembelajaran daring dirancang dengan baik, menggunakan metode interaktif, teknologi yang mendukung, dan komunikasi efektif—maka hasil belajar mahasiswa akan meningkat. Namun, jika pelaksanaan daring kurang efektif (misalnya kurang interaksi, gangguan teknis, atau kurang motivasi), maka hasil belajar cenderung menurun. Hubungan ini diperkuat oleh teori konstruktivisme dan teori motivasi yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses belajar.

3. Hipotesis penelitian
Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis yang dapat dirumuskan secara ilmiah adalah:
- Hipotesis nol (H₀): Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
- Hipotesis alternatif (H₁): Terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
Hipotesis ini dapat diuji melalui pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen seperti angket persepsi pembelajaran daring dan data nilai akademik mahasiswa.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Syifa Hesti Pratiwi གིས-
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

Jawaban:
1. Identifikasi masalah penelitian yang relevan
Masalah penelitian yang relevan dari kasus tersebut adalah penurunan jumlah mahasiswa baru selama tiga tahun terakhir meskipun promosi sudah dilakukan secara besar-besaran. Permasalahan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara upaya promosi yang dilakukan dengan hasil yang diharapkan. Artinya, strategi promosi yang digunakan universitas belum efektif dalam menarik minat calon mahasiswa, atau terdapat faktor lain seperti citra institusi, kualitas program studi, fasilitas, maupun persaingan antar universitas yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih tempat kuliah.

2. Variabel yang dapat dikaji dan jenisnya
Dua variabel yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah:
a. Efektivitas strategi promosi universitas → termasuk variabel independen (bebas) karena menjadi faktor yang diduga memengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk mendaftar. Variabel ini dapat diukur melalui tingkat jangkauan promosi, jenis media yang digunakan, frekuensi promosi, dan respon audiens terhadap kampanye promosi.
b. Jumlah pendaftar atau minat calon mahasiswa baru → termasuk variabel dependen (terikat) karena merupakan hasil atau dampak dari strategi promosi dan faktor lain yang dilakukan universitas. Variabel ini dapat dilihat dari data jumlah pendaftar, tingkat konversi dari calon menjadi mahasiswa, serta persepsi calon mahasiswa terhadap universitas.
Selain dua variabel utama tersebut, peneliti juga dapat mempertimbangkan variabel moderasi, seperti citra universitas atau tingkat kepuasan alumni, yang mungkin memperkuat atau memperlemah hubungan antara promosi dan minat mahasiswa baru.

3. Paradigma penelitian yang paling tepat
Paradigma penelitian yang paling tepat untuk digunakan dalam kasus ini adalah paradigma positivisme. Paradigma ini sesuai karena penelitian bertujuan untuk mencari hubungan sebab-akibat antara variabel, yaitu antara efektivitas promosi dan penurunan jumlah mahasiswa baru, melalui data yang dapat diukur secara objektif. Dengan paradigma positivisme, peneliti dapat menggunakan pendekatan kuantitatif, seperti penyebaran kuesioner kepada calon mahasiswa, analisis statistik terhadap data pendaftar, dan pengukuran tingkat keberhasilan promosi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang obyektif dan memberikan dasar strategis yang kuat bagi pengambilan keputusan universitas.

4. Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
- Rumusan masalah:
Bagaimana pengaruh efektivitas strategi promosi universitas terhadap penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir?
- Pertanyaan penelitian:
Apakah strategi promosi yang dilakukan universitas melalui media sosial, pameran pendidikan, dan kerja sama sekolah menengah sudah efektif dalam meningkatkan jumlah pendaftar mahasiswa baru

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Syifa Hesti Pratiwi གིས-
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

Jawaban:
1. Pendekatan penelitian yang paling sesuai
Pendekatan yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Hal ini karena penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring. Kata “pengaruh” menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel yang dapat diukur secara numerik dan dianalisis secara statistik. Dengan pendekatan kuantitatif, peneliti dapat menguji hipotesis menggunakan data yang dikumpulkan melalui instrumen seperti angket atau kuesioner. Selain itu, pendekatan ini memungkinkan hasil penelitian untuk digeneralisasi ke populasi yang lebih luas.

2. Langkah-langkah atau prosedur penelitian
Langkah-langkah penelitian yang perlu dilakukan mahasiswa tersebut disusun secara sistematis agar penelitian berjalan terarah. (a) Pertama, melakukan identifikasi masalah, yaitu mengamati rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring dan dugaan bahwa media digital interaktif dapat memengaruhi hal tersebut. (b) Kedua, meninjau literatur atau teori-teori yang berkaitan dengan media digital interaktif dan motivasi belajar siswa. (c) Ketiga, merumuskan masalah dan hipotesis, misalnya “Terdapat pengaruh positif penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.” (d) Keempat, menentukan jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode eksperimen sederhana atau korelasional. (e) Kelima, menentukan populasi dan sampel, misalnya siswa dari satu sekolah yang mengikuti pembelajaran daring. (f) Keenam, menyusun instrumen penelitian, seperti kuesioner untuk mengukur motivasi belajar berdasarkan indikator tertentu. (g) Ketujuh, melakukan pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner atau melakukan observasi. (h) Kedelapan, menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik, seperti uji t atau regresi untuk mengetahui pengaruh antarvariabel. (i) Terakhir, menyusun laporan penelitian yang berisi latar belakang, rumusan masalah, metodologi, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.

3. Potensi masalah dalam penelitian dan solusinya
Dalam pelaksanaan penelitian, beberapa kendala mungkin muncul. Pertama, rendahnya partisipasi siswa selama pembelajaran daring dapat menyebabkan data tidak terkumpul secara maksimal. Solusinya adalah bekerja sama dengan guru mata pelajaran agar siswa lebih aktif berpartisipasi. Kedua, koneksi internet yang tidak stabil bisa menghambat pengisian angket atau pelaksanaan observasi daring. Untuk mengatasinya, peneliti dapat menyediakan waktu pengisian yang fleksibel dan menggunakan platform ringan seperti Google Form. Ketiga, adanya bias jawaban siswa, di mana responden menjawab asal atau tidak jujur. Solusinya adalah menjamin kerahasiaan data, menyusun pernyataan yang jelas dan netral, serta memberikan instruksi pengisian yang mudah dipahami. Dengan mengantisipasi kendala tersebut, penelitian dapat berjalan lancar dan hasilnya lebih akurat.

4. Penyusunan dan pengujian instrumen penelitian
Instrumen penelitian dapat disusun berdasarkan indikator teori motivasi belajar, seperti minat, perhatian, partisipasi, dan ketekunan siswa dalam pembelajaran daring. Setiap indikator dikembangkan menjadi beberapa pernyataan dalam bentuk skala Likert, misalnya dari “sangat tidak setuju” sampai “sangat setuju.” Setelah instrumen disusun, dilakukan uji validitas untuk memastikan setiap butir pertanyaan mampu mengukur aspek yang dimaksud. Validitas isi dapat diuji dengan meminta ahli pendidikan menilai kesesuaian butir pernyataan, sedangkan validitas empiris dapat diuji menggunakan korelasi product moment berdasarkan hasil uji coba. Selain itu, dilakukan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha untuk memastikan konsistensi jawaban responden. Dengan instrumen yang valid dan reliabel, hasil penelitian akan lebih terpercaya dan dapat menggambarkan secara objektif pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.