Kiriman dibuat oleh Tria Meilisma

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma 
NPM: 2313031029
Pengukuran kinerja sektor publik adalah proses menilai efektivitas dan efisiensi organisasi publik dalam mencapai tujuan dan memberikan layanan kepada masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan melalui indikator kinerja finansial dan non-finansial seperti anggaran, kualitas pelayanan, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan yang umum digunakan meliputi analisis anggaran, Balanced Scorecard, audit kinerja, dan pengukuran kepuasan pelanggan. Pengukuran ini membantu memperbaiki kinerja organisasi dan memastikan penggunaan sumber daya yang optimal dalam pelayanan publik

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029
Penentuan harga pelayanan sektor publik umumnya menggunakan dua metode utama: full cost recovery (menetapkan harga sesuai biaya penuh layanan) dan marginal cost pricing (harga berdasarkan biaya tambahan melayani konsumen ditambah margin). Selain itu, ada alternatif seperti two-part tariffs (biaya tetap plus biaya sesuai konsumsi), peak-load tariffs (tarif berdasarkan beban puncak), dan diskriminasi harga untuk memenuhi prinsip keadilan dan efisiensi. Harga ditetapkan dengan mempertimbangkan biaya operasi, biaya penggantian aset, dan kemampuan masyarakat membayar agar pelayanan tetap efisien dan terjangkau.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM:   2313031029

1.Anggaran Operasional (Operational Budget): Digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari pemerintahan, seperti belanja rutin yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak menambah aset pemerintah.

2.Anggaran Modal (Capital Budget): Digunakan untuk perencanaan pengeluaran yang bersifat investasi atau belanja modal yang dapat menambah aset dan kekayaan pemerintah

3.Anggaran Tradisional (Line-Item Budgeting): Fokus pada pengelompokan pendapatan dan belanja berdasarkan pos-pos tertentu seperti gaji dan bahan habis pakai, yang memudahkan pengawasan tetapi kurang mengaitkan anggaran dengan tujuan dan hasil

4.Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Budgeting): Menekankan hubungan antara pendanaan dengan hasil (output dan outcome) yang diharapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran

5.Anggaran Berbasis Program (Program Budgeting): Mengelompokkan kegiatan berdasarkan program tertentu yang memiliki tujuan spesifik sehingga memudahkan evaluasi kinerja program

6.Anggaran Berbasis Aktivitas (Activity-Based Budgeting): Fokus pada biaya per aktivitas untuk mengidentifikasi dan mengontrol biaya yang tidak memberikan nilai tambah

7.Anggaran Berbasis Outcome (Outcome-Based Budgeting): Menekankan pada hasil akhir yang ingin dicapai dari suatu program atau kebijakan, meningkatkan akuntabilitas publik

8.Anggaran Partisipatif (Participatory Budgeting): Melibatkan masyarakat dalam proses penyusunan anggaran agar kebutuhan dan prioritas masyarakat tercermin dalam anggaran.