Posts made by Tria Meilisma

MPPE A2025 -> Diskusi

by Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029

Teori adalah penjelasan sistematis tentang fenomena berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diuji, sedangkan kerangka pikir adalah rancangan konseptual yang digunakan peneliti untuk menghubungkan variabel dan memahami hubungan di antara fenomena. Hipotesis adalah dugaan sementara atau pernyataan yang bisa diuji secara empiris berdasarkan teori dan kerangka pikir. Ketiganya saling terkait, teori menjadi dasar pembentukan kerangka pikir, kerangka pikir membantu merumuskan hipotesis, dan hipotesis kemudian diuji untuk mendukung atau menolak teori yang ada. Dengan kata lain, teori memberikan landasan konseptual, kerangka pikir menjadi peta logis, dan hipotesis adalah langkah konkret untuk pengujian.


MPPE A2025 -> Diskusi

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma 

NPM:   2313031029 

Seorang peneliti harus memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena ketiganya merupakan dasar untuk menghasilkan penelitian yang sistematis dan valid. Masalah penelitian adalah fokus utama yang ingin dipecahkan, variabel adalah aspek yang diukur untuk menjawab masalah tersebut, dan paradigma adalah kerangka berpikir yang mengarahkan metode dan interpretasi penelitian. Dengan pemahaman yang tepat, peneliti dapat merumuskan tujuan penelitian, memilih metode yang sesuai, serta melakukan analisis data secara tepat sehingga hasil penelitian dapat dipercaya dan bermanfaat.

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

by Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029

menyusun Audit kinerja berbasis risiko untuk mengevaluasi sistem IzinCerdas dapat dilakukan dengan pendekatan sistematis yang meliputi identifikasi dan analisis risiko utama yang menghambat pencapaian tujuan sistem, yaitu percepatan pelayanan, transparansi, dan pengurangan penyalahgunaan wewenang. Prosesnya harus fokus pada pemetaan risiko keterlambatan penerbitan izin, ketidakjelasan status izin, dan potensi penyalahgunaan wewenang, dilanjutkan evaluasi pengendalian risiko dan efisiensi teknologi yang digunakan.Teknologi digital dapat digunakan untuk mendeteksi potensi penyimpangan dan kelemahan sistem e-Government melalui beberapa cara. Pertama, dengan penerapan audit dan pengawasan real-time yang memungkinkan monitoring proses perizinan secara langsung sehingga keterlambatan dan status izin yang tidak jelas bisa segera terdeteksi. Kedua, teknologi big data dan kecerdasan buatan (AI) dapat menganalisis data besar untuk menemukan pola penyalahgunaan wewenang atau indikasi korupsi secara dini. Selain itu, teknologi digital juga mendukung transparansi dan partisipasi publik dengan menyediakan portal pengaduan daring yang terintegrasi, misalnya platform pengaduan yang dipantau lembaga independen seperti Ombudsman. Dengan adanya dashboard pengawasan dan analisis data pengaduan secara prediktif, potensi maladministrasi dan praktik penyimpangan dapat diidentifikasi dan dilaporkan secara lebih efektif. Penggunaan teknologi blockchain juga dapat diaplikasikan untuk memastikan integritas data perizinan agar tidak bisa dimanipulasi, mendukung jejak audit yang transparan dan aman. Secara keseluruhan, kombinasi dari real-time monitoring, analisis big data, partisipasi publik digital, dan teknologi blockchain memberikan fondasi sistematis untuk mendeteksi dan mencegah penyimpangan dalam sistem perizinan usaha dan bangunan secara daring.

ASP A2025 -> CASE STUDY

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

penyebab utama rendahnya efektivitas implementasi di Puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah adalah:

-Infrastruktur dan SDM belum memadai: Banyak Puskesmas yang belum mampu menggunakan sistem secara penuh karena keterbatasan jaringan internet, kapasitas SDM yang kurang terlatih, dan keterbatasan anggaran untuk pemanfaatan penuh Rekam Medis Elektronik (RME) dan sistem informasi Puskesmas (SIMPUS) yang terintegrasi

- Data tidak sinkron antar fasilitas: Sistem informasi kesehatan yang belum sepenuhnya terintegrasi dan data yang belum distandarisasi menyebabkan ketidaksinkronan data antar fasilitas kesehatan, sehingga menghambat interoperabilitas dan pelayanan terpadu

- Keterlambatan dan peningkatan keluhan masyarakat:disebabkan oleh proses manual yang masih terjadi, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat layanan, dan adaptasi sistem yang belum lancar di lapangan

Pendekatan audit berbasis data untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja sistem SehatMandiri dapat dirancang sebagai berikut:

1.Mengevaluasi tingkat adopsi dan pemanfaatan sistem digital di setiap Puskesmas dan klinik pemerintah dengan data login, frekuensi penggunaan fitur utama (pembuatan janji, rekam medis, hasil lab online) dan pelatihan SDM yang diberikan

2.Menganalisa konsistensi dan sinkronisasi data pasien antar fasilitas, mengidentifikasi data yang tidak lengkap, ganda, atau berbeda antar Puskesmas dan klinik

3.Menghubungkan data operasional sistem dengan pengaduan masyarakat, terutama terkait waktu layanan dan keterlambatan. Menganalisa pola keterlambatan dan hambatan teknis yang muncul

4.Dari hasil audit, rekomendasikan perbaikan infrastruktur TI, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi sistem yang lebih terintegrasi.