གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Yesi Novia Pitriani

EKO PUBLIK A26 -> Refleksi dan Diskusi

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Mekanisme pasar memang efisien dalam banyak alokasi sumber daya, tetapi sering gagal menghasilkan outcome yang adil dan stabil, misalnya karena adanya monopoli, eksternalitas, barang publik, dan ketimpangan pendapatan. Karena itu pemerintah tetap diperlukan untuk mengoreksi kegagalan pasar, menjamin pemerataan, dan menjaga stabilitas makroekonomi.
1. Contoh kebijakan yang dipilih adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, yang terutama ingin mengatasi masalah kenaikan harga beras yang terlalu tinggi dan fluktuatif sehingga membebani konsumen, khususnya rumah tangga berpendapatan rendah yang menghabiskan porsi besar pendapatan untuk pangan. Kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi dan mencegah gejolak sosial akibat harga pangan pokok yang melonjak tajam.
2. Pemerintah perlu melakukan intervensi karena beras merupakan komoditas strategis dan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, sehingga kenaikan harganya berdampak luas terhadap daya beli dan inflasi. Mekanisme pasar saja tidak cukup karena struktur pasar beras cenderung oligopoli dengan sedikit pelaku yang dapat memengaruhi harga, sehingga konsumen sering dirugikan oleh harga tinggi. Di sisi lain, stabilitas harga beras juga berkaitan dengan kepentingan politik dan sosial yang lebih luas, sehingga pemerintah merasa perlu menetapkan batas atas harga eceran untuk melindungi konsumen.
3. Bentuk intervensinya berupa penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk berbagai jenis beras (medium dan premium) berdasarkan wilayah edar melalui peraturan menteri perdagangan, yang mewajibkan pedagang dan ritel menjual beras tidak melebihi harga maksimum yang ditetapkan. Kebijakan ini biasanya dilengkapi dengan operasi pasar oleh Bulog, penyaluran beras sejahtera (Rastra/BPNT), serta pengawasan harga di pasar tradisional dan modern untuk memastikan kepatuhan terhadap HET.
4. Dari sisi efektivitas, HET beras dinilai cukup efektif dalam jangka pendek untuk meredam gejolak harga dan memberi sinyal batas wajar harga bagi konsumen, tetapi dalam jangka panjang kebijakan ini sering dikritik karena tidak bisa diandalkan sebagai instrumen stabilisasi utama jika tidak didukung cadangan beras yang memadai dan koordinasi kebijakan hulu-hilir yang baik. Beberapa analisis menunjukkan adanya dislokasi pasar, seperti kelangkaan beras premium di ritel ketika HET terlalu rendah dibandingkan biaya ekonomi riil, sehingga produsen mengurangi pasokan ke kanal yang dianggap tidak lagi ekonomis. Dari sisi keadilan, HET memang melindungi konsumen miskin dari harga terlalu tinggi, tetapi jika menyebabkan kelangkaan atau penurunan kualitas beras yang beredar, manfaatnya bagi kelompok rentan bisa berkurang. Secara keseluruhan, kebijakan ini dapat dinilai cukup adil secara prinsip (melindungi konsumen), tetapi efektivitasnya terbatas dan perlu dilengkapi dengan instrumen lain seperti pengelolaan cadangan beras, kebijakan harga dasar di tingkat petani, dan perbaikan rantai distribusi agar tidak menimbulkan distorsi baru.

AUDITING A2026 -> Diskusi

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Pemeriksaan aktiva tetap merupakan aspek penting dalam audit karena aset ini umumnya memiliki nilai yang besar, digunakan dalam jangka panjang, dan berkontribusi signifikan terhadap operasional perusahaan. Dari perspektif auditor, pemeriksaan difokuskan pada beberapa tujuan utama, yaitu memastikan keberadaan fisik aset (existence), keabsahan hak kepemilikan (rights and obligations), ketepatan penilaian (valuation), serta kelengkapan pencatatan (completeness). Auditor juga harus menilai apakah metode penyusutan yang digunakan telah sesuai dan konsisten dengan standar akuntansi seperti PSAK 16, serta mempertimbangkan kemungkinan adanya penurunan nilai (impairment) yang dapat memengaruhi nilai tercatat aset. Prosedur yang dilakukan biasanya meliputi inspeksi fisik, penelusuran dokumen perolehan, rekonsiliasi dengan daftar aset tetap, hingga pengujian perhitungan penyusutan.

Dari perspektif manajemen, pemeriksaan aktiva tetap berfungsi sebagai alat evaluasi untuk menilai efisiensi penggunaan aset dan efektivitas pengendalian internal. Melalui pemeriksaan ini, manajemen dapat mengetahui apakah aset digunakan secara optimal, meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan, serta merencanakan penggantian atau investasi aset baru secara lebih tepat. Selain itu, hasil pemeriksaan juga membantu dalam pengambilan keputusan strategis terkait ekspansi atau efisiensi operasional.

Sementara itu, dari perspektif pengguna laporan keuangan seperti investor dan kreditur, pemeriksaan aktiva tetap memberikan jaminan bahwa nilai aset yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipercaya dan tidak dilebih-lebihkan. Hal ini penting karena aktiva tetap sering dijadikan dasar dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan, kemampuan menghasilkan laba, serta jaminan atas pinjaman. Dari sisi regulasi, pemeriksaan ini memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi ketentuan akuntansi dan perpajakan, khususnya terkait pengakuan aset dan perhitungan penyusutan fiskal. Dengan demikian, pemeriksaan aktiva tetap tidak hanya berfungsi sebagai proses verifikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengelolaan aset dalam suatu entitas secara menyeluruh.

AUDITING A2026 -> Diskusi

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Prosedur pemeriksaan biaya dibayar di muka dilakukan dengan memeriksa rincian saldo dan mencocokkannya dengan buku besar, menelusuri dokumen pendukung seperti kontrak dan bukti pembayaran, menghitung kembali alokasi antara bagian yang sudah menjadi beban dan yang masih menjadi aset, serta memastikan ketepatan cut-off dan penyajian. Pertimbangan utama dalam pemeriksaannya meliputi ketepatan pengakuan periode, keberadaan, hak atas manfaat, dan penilaian apakah masih memiliki manfaat ekonomis di masa depan. Hal ini penting karena akun biaya dibayar di muka rentan terhadap salah saji, terutama jika biaya yang seharusnya sudah dibebankan masih dicatat sebagai aset, sehingga dapat menyebabkan laba menjadi lebih besar dan menyesatkan pengguna laporan keuangan.