Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Dalam memilih teknik akuntansi sektor publik, pertimbangan yang cermat diperlukan untuk memastikan metode tersebut dapat mendukung transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam pengelolaan dana publik. Pertama, teknik yang digunakan harus selaras dengan standar dan regulasi yang berlaku. Standar seperti Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) di Indonesia atau International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) secara global, dirancang untuk memastikan keterbandingan dan keandalan dalam pelaporan keuangan sektor publik. Standar ini juga membantu meningkatkan transparansi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap laporan keuangan (Mahmudi, 2016).
Berikut beberapa pertimbangan mendasar perlu
diperhatikan :
- Kesesuaian dengan Tujuan Pembelajaran, Teknik akuntansi harus mendukung tujuan pembelajaran, seperti pemahaman tentang akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi dalam pengelolaan sektor publik. Sistem seperti akuntansi berbasis akrual cocok digunakan karena memungkinkan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan pemerintah yang lebih terukur dan transparan.
- Relevansi dengan Konteks Sektor Publik, Teknik akuntansi yang dipilih harus mencerminkan karakteristik organisasi sektor publik yang tidak berorientasi pada keuntungan. Pendekatan seperti value for money (ekonomi, efisiensi, efektivitas) relevan untuk menggambarkan bagaimana organisasi sektor publik mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.
- Keselarasan dengan Standar Nasional, Teknik yang dipilih harus sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual, yang menjadi kerangka pelaporan keuangan bagi pemerintah di Indonesia sejak tahun 2015. Standar ini mendorong transparansi dan akuntabilitas melalui laporan yang lebih rinci dan berbasis kinerja
- Kemudahan Implementasi dan Pengajaran, Teknik akuntansi harus dapat diterapkan dengan mudah dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknologi modern, seperti perangkat lunak akuntansi sektor publik, dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan praktis teknik tersebut. Namun, pelatihan tambahan mungkin diperlukan untuk mengatasi hambatan teknologi.
- Konteks Lokal dan Sosial, Teknik akuntansi yang diadopsi harus mempertimbangkan kesesuaian dengan budaya dan konteks lokal. Penerapan standar internasional, seperti IPSAS, sering menghadapi tantangan ketika tidak disesuaikan dengan karakteristik lokal, seperti keterbatasan sumber daya atau perbedaan struktur organisasi.
- Dukungan Infrastruktur dan Kapasitas Sumber Daya, Implementasi teknik akuntansi tertentu, seperti akuntansi berbasis akrual, membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai dan sumber daya manusia yang terlatih. Hal ini penting untuk memastikan keberhasilan penerapan baik dalam pembelajaran maupun praktik nyata.
Referensi:
- Fahlevi, H., Irsyadillah, I., Arafat, I., & Adnan, M. I. (2022). The inefficacy of accrual accounting in public sector performance management: Evidence from an emerging market. Cogent Business and Management, 9(1).
- Martadinata, S. (2024). Implementasi akuntansi sektor publik di Indonesia. Jurnal Inovasi Global.
- Mardiasmo, D. (2022). Pengelolaan Keuangan Publik Berbasis Akuntansi Akrual. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 23(02).
- Kahar, R., Prasetya, F., & Halim, A. (2023). Reformasi Akuntansi Sektor Publik di Indonesia. Jurnal Akuntansi Pemerintahan, 7(1).
- Mahmudi. (2016). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE.