Posts made by Fajriyatur Rohmah 2313031048

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 23130130148

1. Identifikasi Masalah Penelitian
Masalah utama yang muncul dari kasus ini adalah penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir meskipun universitas telah melakukan berbagai strategi promosi. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara upaya promosi dengan hasil yang diperoleh, sehingga perlu diteliti faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk mendaftar.

2. Variabel yang Dapat Dikaji
- Strategi Promosi Universitas → dapat ditempatkan sebagai variabel independen (X), karena promosi merupakan faktor yang diharapkan memengaruhi jumlah pendaftar.
- Jumlah Mahasiswa Baru → menjadi variabel dependen (Y), karena jumlah ini menjadi hasil yang dipengaruhi oleh efektivitas promosi dan faktor lain.
- (Opsional) Persepsi Calon Mahasiswa tentang Citra Universitas → bisa dijadikan variabel mediasi, karena citra yang terbentuk dari promosi berpotensi memengaruhi minat mendaftar.

3. Paradigma Penelitian yang Tepat
Paradigma interpretif dipandang paling sesuai, karena masalah ini tidak hanya menyangkut data kuantitatif (jumlah mahasiswa), tetapi juga persepsi, motivasi, dan pertimbangan calon mahasiswa yang bersifat subjektif. Dengan pendekatan interpretif, peneliti dapat memahami makna di balik fenomena penurunan jumlah mahasiswa, misalnya melalui wawancara mendalam atau focus group discussion. Hasilnya akan lebih membantu universitas merumuskan strategi yang relevan dengan kebutuhan dan pandangan calon mahasiswa.

4. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
- Rumusan Masalah: Meskipun promosi universitas telah dilakukan secara intensif, jumlah mahasiswa baru terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi rendahnya minat calon mahasiswa untuk mendaftar?
- Pertanyaan Penelitian: Bagaimana persepsi calon mahasiswa terhadap strategi promosi dan citra universitas, serta sejauh mana hal tersebut memengaruhi keputusan mereka untuk mendaftar?

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 23130130148

1. Landasan Teori yang Relevan
Untuk meneliti pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa pascapandemi, ada beberapa teori yang bisa dijadikan acuan. Teori konstruktivisme (Piaget & Vygotsky) menekankan bahwa belajar adalah proses aktif membangun pengetahuan, sehingga lingkungan digital juga bisa menjadi wadah konstruksi pengetahuan. Teori belajar sosial (Bandura) relevan karena menekankan pentingnya interaksi dan observasi, yang dalam konteks daring berlangsung melalui platform digital. Teori kognitif (Bruner, Ausubel) memberi dasar bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi oleh bagaimana mahasiswa mengolah informasi baru. Selain itu, teori motivasi (Deci & Ryan) membantu menjelaskan peran dorongan internal maupun eksternal dalam keberhasilan pembelajaran daring. Sementara Technology Acceptance Model (TAM) (Davis) menekankan faktor penerimaan dan penggunaan teknologi oleh mahasiswa, yang berhubungan erat dengan efektivitas pembelajaran daring.

2. Kerangka Pikir
Dalam penelitian ini, pembelajaran daring ditempatkan sebagai variabel bebas (X), sedangkan hasil belajar mahasiswa menjadi variabel terikat (Y). Pembelajaran daring mencakup aspek seperti fleksibilitas, aksesibilitas, interaktivitas, dan dukungan teknologi. Hasil belajar dapat dilihat dari capaian akademik dan pemahaman materi. Hubungan keduanya bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi belajar atau keterlibatan mahasiswa. Dengan demikian, semakin baik kualitas sistem pembelajaran daring yang dialami mahasiswa, maka semakin besar peluang mereka memperoleh hasil belajar yang optimal.

3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat dirumuskan yaitu:
H1: Pembelajaran daring berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
H2 (opsional): Motivasi belajar turut memediasi hubungan antara pembelajaran daring dan hasil belajar mahasiswa.
H0: Pembelajaran daring tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.

MPPE B2025 -> Diskusi

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 23113031048

Seorang peneliti wajib memahami masalah penelitian karena dari situlah arah dan tujuan penelitian ditetapkan. Masalah yang jelas akan membantu peneliti merumuskan pertanyaan penelitian yang fokus serta menentukan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu (Sugiyono, 2019). Tanpa pemahaman yang matang mengenai masalah, penelitian bisa kehilangan arah dan hasilnya tidak bermanfaat secara akademis maupun praktis.

Selain itu, penguasaan terhadap variabel sangat penting terutama dalam penelitian kuantitatif. Variabel berfungsi sebagai unsur yang akan diukur, diuji hubungan, atau dibandingkan, sehingga pemahaman yang baik akan memengaruhi ketepatan instrumen dan teknik analisis yang digunakan (Creswell, 2014). Jika variabel tidak dipahami dengan baik, kemungkinan besar hasil penelitian tidak valid atau sulit diinterpretasikan.

Lebih jauh, paradigma penelitian juga harus dikuasai. Paradigma memberikan landasan filosofis yang menjelaskan cara peneliti memandang realitas, memperoleh pengetahuan, dan menentukan metode penelitian yang sesuai (Kivunja & Kuyini, 2017). Dengan memahami paradigma, peneliti bisa memilih pendekatan yang tepat apakah positivistik, interpretif, kritis, atau pragmatis sesuai dengan sifat masalah dan tujuan penelitian.

Dengan demikian, pemahaman menyeluruh atas masalah, variabel, dan paradigma merupakan fondasi utama agar penelitian memiliki arah yang jelas, metodologi yang konsisten, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun etis.

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah'
NPM: 2313031048

Artikel karya Charles Kivunja dan Ahmed Bawa Kuyini (2017) menguraikan betapa pentingnya memahami paradigma penelitian bagi mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula. Paradigma dipandang sebagai landasan filosofis yang memengaruhi cara peneliti melihat realitas, apa yang dianggap sebagai pengetahuan, metode yang digunakan, serta nilai-nilai yang mendasari penelitian. Berdasarkan Lincoln & Guba, ada empat komponen utama paradigma: epistemologi (bagaimana pengetahuan diperoleh), ontologi (sifat realitas), metodologi (rangka kerja dan teknik penelitian), dan aksiologi (pertimbangan etika).

Artikel ini juga menelaah konflik historis antarpendekatan penelitian sering disebut “paradigm wars” yang memperdebatkan pendekatan kuantitatif versus kualitatif. Meski demikian, kini umumnya diakui empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan. Pertama, paradigma positivis yang berlandaskan metode ilmiah dan menekankan pengukuran kuantitatif serta generalisasi. Kedua, interpretivis atau konstruktivis yang menganggap realitas bersifat sosial dan banyak menggunakan metode kualitatif seperti studi kasus atau etnografi. Ketiga, paradigma kritis (transformative) yang fokus pada isu kekuasaan, ketidakadilan, dan perubahan sosial, sering memakai pendekatan partisipatif atau aksi. Keempat, pragmatisme yang memilih metode berdasarkan apa yang paling berguna untuk menjawab masalah penelitian, sehingga sering menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif (mixed methods).

Penulis menegaskan bahwa pilihan paradigma menentukan seluruh aspek desain penelitian: dari perumusan pertanyaan, pemilihan subjek, teknik pengumpulan data, sampai cara menganalisisnya. Dengan memahami keterkaitan antara paradigma dan metodologi, peneliti akan lebih mudah menyusun proposal yang koheren, relevan, dan etis.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 23130130148

izin menjawab ibu
1. Pendekatan Penelitian yang Tepat
Dalam penelitian ini, mahasiswa ingin mengkaji dampak penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa. Kata “dampak” menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (media digital interaktif) dan variabel terikat (motivasi belajar).
- Pendekatan yang paling tepat adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) atau ex post facto.

- Alasan pemilihan pendekatan ini:
1. Penelitian kuantitatif memungkinkan pengukuran variabel secara sistematis menggunakan instrumen seperti angket motivasi belajar.
2. Data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh.
3. Pendekatan ini sesuai untuk menguji hubungan kausal.
Namun, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami pengalaman siswa secara lebih mendalam, pendekatan kualitatif seperti studi kasus atau wawancara juga dapat dipertimbangkan. Tetapi untuk mengukur pengaruh secara kuantitatif, pendekatan kuantitatif lebih tepat.

2. Tahapan Penelitian
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti secara sistematis:
1. Identifikasi Masalah
Mengamati adanya penurunan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring dan potensi media digital interaktif sebagai solusi.
2. Perumusan Masalah
Contoh: “Apakah penggunaan media digital interaktif memengaruhi motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?”
3. Penetapan Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
4. Kajian Literatur dan Penyusunan Hipotesis
- Mengkaji teori motivasi belajar (misalnya teori ARCS Keller, motivasi intrinsik dan ekstrinsik).
- Merumuskan hipotesis, misalnya: “Penggunaan media digital interaktif meningkatkan motivasi belajar siswa.”
5. Pemilihan Pendekatan dan Desain Penelitian
- Pendekatan kuantitatif.
- Desain quasi eksperimen, dengan kelompok eksperimen yang menggunakan media digital interaktif dan kelompok kontrol yang tidak.
6. Penentuan Populasi dan Sampel
- Populasi: siswa SMA/SMK yang mengikuti pembelajaran daring.
- Teknik sampling: purposive atau random sampling sesuai kondisi.
7. Penyusunan Instrumen
- Angket motivasi belajar dengan skala Likert (misalnya 1–5).
- Bisa juga menambahkan observasi aktivitas siswa selama pembelajaran daring.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
- Validitas isi melalui penilaian ahli.
- Validitas empiris dengan korelasi item-total.
- Reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha.
9. Pengumpulan Data
Melakukan pre-test dan post-test motivasi belajar pada kelompok eksperimen dan kontrol.
10. Analisis Data
Menggunakan uji statistik seperti uji-t atau ANCOVA jika ada variabel kontrol.
11. Penarikan Kesimpulan dan Implikasi
Menentukan apakah media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
12. Penyusunan Laporan
Disusun sesuai format karya ilmiah (Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran).

3. Kendala yang Mungkin Dihadapi dan Cara Mengatasinya
- Koneksi Internet Tidak Stabil
Solusi: memilih sampel dari sekolah atau daerah dengan jaringan yang memadai.
- Respon Siswa Tidak Serius dalam Mengisi Angket
Solusi: memberikan instruksi yang jelas, menjamin anonimitas, dan mengawasi proses pengisian.
- Instrumen Kurang Valid atau Reliabel
Solusi: melakukan uji coba instrumen (pilot test) sebelum penelitian utama.
- Kesulitan Membagi Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Solusi: berkoordinasi dengan guru untuk menentukan kelas yang akan menjadi kelompok eksperimen dan kontrol.

4. Penyusunan dan Pengujian Instrumen
Instrumen berupa angket motivasi belajar disusun melalui langkah berikut:
1. Menentukan Aspek yang DiukurBerdasarkan teori motivasi (misalnya aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, kepuasan sesuai ARCS Keller).
2. Membuat Indikator
Contoh: “Siswa merasa tertarik mengikuti pembelajaran daring dengan media digital interaktif.”
3. Menyusun Butir Pertanyaan: Menggunakan skala Likert (1 = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuju).
4. Uji Validitas Isi: Melibatkan pakar pendidikan atau ahli penelitian.
5. Uji Coba Instrumen: Diberikan kepada siswa di luar sampel penelitian.
6. Uji Validitas Empiris: Menggunakan korelasi item-total untuk memastikan butir valid.
7. Uji Reliabilitas: Menggunakan Cronbach Alpha; nilai > 0,7 dianggap baik.
8. Instrumen Siap Digunakan: Instrumen final digunakan untuk pengumpulan data.