Posts made by MUHAMMAD WILDAN GHANI

MPPE C2025 -> CASE STUDY

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

1. Jumlah mata kuliah yang diambil menggunakan skala rasio karena merupakan hitungan diskrit dengan nol absolut (0 mata kuliah) dan mendukung operasi matematis. Urutan prioritas aspek (akreditasi, fasilitas, dll.) menggunakan skala ordinal karena mencerminkan ranking dengan urutan tapi tanpa jarak interval yang setara antar peringkat.​

2. Tidak, seluruh data tidak dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik karena mencakup skala nominal dan ordinal yang melanggar asumsi normalitas serta kesetaraan varians. Statistik parametrik memerlukan data interval atau rasio dengan distribusi normal, sehingga data nominal (jenis kelamin) dan ordinal (kepuasan, prioritas) lebih cocok untuk non-parametrik.​

3. Metode paling tepat adalah uji Spearman rank correlation karena kepuasan layanan akademik berskala ordinal dan jumlah mata kuliah berskala rasio (dapat ditransformasi ke ordinal). Uji ini mengukur hubungan monotonik tanpa asumsi normalitas, sesuai dengan sifat data yang tidak interval.

MPPE C2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Skala pengukuran dalam penelitian merupakan aturan untuk mengklasifikasikan dan menganalisis data variabel agar akurat dan sesuai dengan jenis analisis statistik. Empat jenis utama skala pengukuran mencakup nominal, ordinal, interval, dan rasio, yang dikembangkan oleh Stanley Smith Stevens. Pemilihan skala ini memengaruhi rancangan instrumen data seperti kuesioner.​

Jenis Skala Pengukuran
Skala nominal mengelompokkan data tanpa urutan, seperti jenis kelamin atau agama, hanya untuk kategorisasi. Skala ordinal menyusun data berdasarkan tingkat, misalnya peringkat "sangat puas" hingga "tidak puas", tapi jarak antar kategori tidak sama.​

Skala interval memiliki jarak sama antar nilai tapi tanpa nol absolut, seperti suhu Celsius. Skala rasio punya nol absolut dan rasio bermakna, contoh berat badan atau pendapatan dalam rupiah.​

Skala Sikap Khusus
Untuk penelitian sosial, skala Likert mengukur sikap dengan gradasi "sangat setuju" hingga "sangat tidak setuju", menghasilkan data interval. Skala Guttman bersifat dikotomi ya/tidak kumulatif, sementara Rating Scale dan Semantic Differential menilai intensitas atau bipolar seperti baik-buruk.​

Rancangan Data Penelitian
Dalam rancangan data, identifikasi variabel dulu, lalu pilih skala sesuai sifatnya nominal untuk demografi, Likert untuk persepsi. Uji validitas dan reliabilitas instrumen memastikan data kuantitatif akurat untuk analisis seperti regresi atau chi-square

MPPE C2025 -> CASE STUDY

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Populasi dan Sampel
Populasi didefinisikan sebagai keseluruhan elemen yang menjadi fokus penelitian, yaitu semua siswa kelas XI di 600 SMA negeri Jawa Barat, karena penelitian menargetkan efektivitas metode hybrid terhadap hasil belajar mereka secara umum di provinsi tersebut. Sampel dipilih karena populasi terlalu besar dan tersebar, sehingga tidak memungkinkan penelitian mencakup semuanya; sampel mewakili populasi untuk inferensi statistik. Alasan pemilihan sampel adalah efisiensi waktu, biaya, dan logistik, mengingat variasi kondisi sosial-ekonomi serta infrastruktur antar daerah.​

Teknik Sampling Tepat
Teknik sampling acak berkluster (cluster random sampling) paling tepat karena populasi tersebar di 27 kota/kabupaten dengan variasi signifikan. Cara penerapannya: bagi populasi menjadi kluster (misalnya, 27 kota/kabupaten sebagai kluster primer), pilih secara acak beberapa kluster (contoh: 10 kota/kabupaten), lalu ambil semua atau sampel acak siswa kelas XI dari sekolah-sekolah di kluster terpilih. Teknik ini menjaga representasi geografis dan heterogenitas tanpa biaya survei seluruh wilayah, serta cocok untuk penelitian pendidikan dengan populasi tersebar.​

Kelemahan Sampling Kota Besar
Mengambil sampel hanya dari Bandung dan Bekasi menimbulkan bias seleksi, karena sekolah di kota besar cenderung memiliki infrastruktur digital lebih baik dan kondisi sosial ekonomi lebih homogen dibanding daerah pedesaan. Hal ini mengurangi generalisasi hasil ke seluruh Jawa Barat, sehingga validitas eksternal rendah kesimpulan tentang efektivitas hybrid mungkin tidak berlaku untuk sekolah dengan akses internet buruk atau penerapan tidak konsisten. Potensi kelemahan lain adalah overrepresentasi siswa urban, yang mengabaikan variasi jumlah siswa dan faktor penghambat hybrid di kabupaten lain

MPPE C2025 -> Penugasan mandiri

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Dalam penelitian, teknik pengambilan sampel sangatlah diperlukan, karena hal ini digunakan untuk menentukan siapa saja anggota dari populasi yang hendak dijadikan sampel. Berdasarkan buku yang saya baca dari Sugiyono (2014) yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, beliau mengelompokkan teknik sampling menjadi 2 (dua) yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.

Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Simple Random Sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik sampling ini digunakan apabila populasi homogen.
b. Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
d. Cluster Sampling (Area Sampling). Teknik pengambilan sampel daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

Sedangkan pada Nonprobability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a. Sampling Sistematis yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling Kuota yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
c. Sampling Insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
e. Sampling Jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
f. Snowball Sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

Dalam riset pendidikan ekonomi, purposive sampling sering digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Argumen teoretiknya adalah bahwa purposive sampling memungkinkan peneliti untuk memilih sampel yang spesifik dan relevan dengan tujuan penelitian. Hal ini penting dalam konteks riset pendidikan ekonomi karena peneliti ingin fokus pada subpopulasi yang memiliki karakteristik tertentu dan memberikan fleksibilitas yang cukup besar dalam pemilihan sampel. Misalkan dalam riset tentang perilaku belanja online mahasiswa, peneliti ingin fokus pada mereka yang aktif melakukan transaksi minimal enam bulan terakhir serta telah melakukan pembelian produk sekurang-kurangnya sekali dalam periode waktu tersebut. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti dapat memastikan bahwa sampel yang digunakan memenuhi kriteria tersebut, sehingga hasil penelitian lebih akurat dan relevan dengan tujuan penelitian

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Bab 5 dari e-book Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus membahas mendalam cara menentukan teknik pengambilan sampel, rancangan studi, serta alat pengumpul data.

- Teknik Pengambilan Sampel
Bagian ini menguraikan bahwa pengambilan sampel merupakan langkah memilih sebagian elemen dari populasi untuk dikumpulkan datanya. Beragam metode tersedia, termasuk sampling probabilistik seperti pengambilan acak atau berstrata, serta non-probabilistik seperti purposive atau snowball. Pilihan metode perlu disesuaikan dengan sasaran studi dan sifat subjeknya, sehingga temuan bisa digeneralisasikan tanpa distorsi.

- Rancangan Studi
Penjelasan difokuskan pada pemilihan rancangan yang pas dengan tujuan dan metode penelitian, entah kualitatif atau kuantitatif. Khusus untuk studi kasus, rancangan harus fleksibel terhadap kondisi nyata, mencakup cara pengumpulan, pengolahan, dan pengecekan validasi data. Rancangan solid memungkinkan peneliti menyusun tahapan secara teratur dan logis.

- Alat Penelitian beserta Syaratnya
Alat seperti angket, wawancara, pengamatan, dan studi dokumen dijabarkan sebagai sarana utama pengumpul data. Ditekankan pula kebutuhan uji validitas serta reliabilitas agar data akurat dan kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan. Pembahasan mencakup metode validasi alat dan pengukuran reliabilitas sebagai proses krusial.

- Persiapan Eksekusi Studi
Bab ini juga membahas persiapan operasional dan administratif, seperti pengaturan data, pemrosesan, serta pengujian asumsi atau analisis, demi menjamin kelancaran dan efisiensi keseluruhan penelitian.