Posts made by Igha Mawardhani

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha Mawardhani

NPM : 2313031043

Izin menjawab ibu

1. Pendekatan penelitian yang paling sesuai

Pendekatan yang paling cocok adalah pendekatan kuantitatif.

Alasannya karena peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, yang berarti ada dua variabel dan hubungan sebab-akibat yang bisa diukur dengan angka.

Dalam pendekatan kuantitatif, peneliti bisa menggunakan angket atau kuesioner dengan skala (misalnya skala Likert 1–5) untuk mengukur tingkat motivasi belajar. Hasilnya nanti bisa dianalisis secara statistik untuk melihat apakah media digital interaktif benar-benar berpengaruh signifikan terhadap motivasi siswa.


2. Langkah-langkah/prosedur penelitian yang perlu dilakukan

Berikut langkah-langkah penelitian yang bisa diikuti secara sistematis:

A. Identifikasi masalah

Menemukan masalah utama, misalnya: “Apakah penggunaan media digital interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?”

B. Perumusan masalah dan tujuan penelitian

Rumusan masalah: “Adakah pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa?”

Tujuan: “Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.”

C. Kajian teori dan penyusunan hipotesis

Mempelajari teori-teori tentang media digital dan motivasi belajar dari buku atau jurnal, lalu menyusun hipotesis sementara, contohnya:

“Penggunaan media digital interaktif berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa.”

D. Menentukan metode dan desain penelitian

Gunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen sederhana (misalnya pre-test dan post-test), atau korelasional jika hanya ingin melihat hubungan antarvariabel.

E. Menentukan populasi dan sampel

Populasi: seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran daring.

Sampel: sebagian siswa yang dipilih secara acak atau sesuai kriteria tertentu.

F. Menyusun dan menguji instrumen penelitian

Buat angket atau kuesioner untuk mengukur tingkat motivasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan media digital.

G. Mengumpulkan data

Sebarkan angket atau observasi langsung selama pembelajaran daring berlangsung.

H. Menganalisis data

Gunakan analisis statistik (misalnya uji t-test atau regresi sederhana) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media digital terhadap motivasi belajar.

I. Menyusun laporan penelitian

Laporan berisi pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan saran.


3. Potensi masalah dan solusinya

• Masalah :Siswa kurang antusias dalam mengisi angket. solusinya :Gunakan pertanyaan yang singkat dan menarik, atau berikan waktu khusus untuk mengisinya.

• Masalah : Koneksi internet tidak stabil selama pembelajaran daring. Solusinya:Lakukan pengumpulan data melalui platform ringan seperti Google Form, dan beri waktu lebih lama untuk responden.

• Masalah :Kesulitan dalam analisis data. Solusinya : Gunakan software statistik sederhana seperti SPSS, Excel, atau bantuan dosen pembimbing untuk memeriksa hasil.


4. Penyusunan dan pengujian instrumen penelitian

Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar siswa dan angket penggunaan media digital interaktif.

Langkah penyusunannya:

a. Tentukan indikator variabel

b. Buat butir pernyataan.

c. Uji validitas dan reliabilitas

Uji validitas: menggunakan korelasi Product Moment untuk melihat apakah setiap butir pertanyaan sesuai dengan indikatornya.

Uji reliabilitas: menggunakan Cronbach Alpha, jika nilainya > 0,6 berarti instrumen reliabel (konsisten).



MPPE B2025 -> Diskusi

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena ketiganya merupakan fondasi utama agar penelitian berjalan terarah dan menghasilkan temuan yang bermanfaat. Masalah penelitian menjadi titik awal dari seluruh proses penelitian, sebab tanpa masalah yang jelas, penelitian tidak akan memiliki arah. Pemahaman terhadap masalah membantu peneliti menentukan tujuan, batasan, serta langkah-langkah yang akan dilakukan. Menurut artikel dalam Jurnal Ilmiah Mandala Education (2022) berjudul Perumusan Masalah dalam Penelitian Ilmiah, rumusan masalah yang baik akan mempermudah peneliti dalam menentukan fokus dan arah kajian sehingga penelitian menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Selanjutnya, peneliti juga harus memahami variabel penelitian, yaitu hal-hal yang diukur, diamati, atau dikendalikan dalam penelitian. Pemahaman variabel membantu peneliti menentukan hubungan yang akan diuji dan metode yang sesuai untuk memperoleh data yang akurat. Seperti dijelaskan dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (2023) dengan judul Analisis Hubungan Antarvariabel dalam Penelitian Pendidikan, kesalahan dalam menentukan variabel dapat membuat hasil penelitian tidak valid dan sulit diinterpretasikan. Oleh karena itu, variabel harus didefinisikan secara operasional agar dapat diukur dengan jelas.

Selain itu, paradigma penelitian berperan sebagai landasan berpikir yang menentukan cara peneliti memahami realitas dan memilih pendekatan ilmiah. Paradigma membantu peneliti memutuskan apakah penelitiannya akan bersifat kuantitatif, kualitatif, atau gabungan. Dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (2023) berjudul Paradigma Penelitian Ilmiah di Indonesia, dijelaskan bahwa paradigma yang tepat akan menuntun peneliti memilih metode yang sesuai dan menafsirkan data dengan cara yang konsisten dengan pandangan ilmiah yang dianut.

Dengan memahami hubungan antara masalah, variabel, dan paradigma penelitian, seorang peneliti dapat menyusun rancangan penelitian yang lebih sistematis, logis, dan mampu menjawab pertanyaan ilmiah secara mendalam. Ketiga unsur ini juga menjadi dasar bagi penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.