Posts made by Adella Putri Rizkia

MPPE B2025 -> CASE STUDY 2

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044

1. Teori yang Bisa Digunakan
Teori Gaya Kepemimpinan: Menjelaskan berbagai gaya atau pola perilaku seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya, misalnya gaya kepemimpinan transformasional, transaksional, situasional, atau otoriter dan demokratis. Teori ini penting untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan bisa memengaruhi motivasi dan perilaku karyawan.
Teori Motivasi Kerja: Dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana gaya kepemimpinan bisa mempengaruhi motivasi karyawan, dengan contoh teori Maslow, Herzberg, atau teori X dan Y McGregor.
Teori Kinerja Karyawan: Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, baik faktor internal seperti motivasi, kemampuan, dan faktor eksternal seperti gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
Gaya Kepemimpinan → Motivasi Karyawan → Kinerja Karyawan

Penjelasan: Gaya kepemimpinan yang efektif (misalnya transformasional) dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kinerja karyawan. Jadi, motivasi menjadi variabel mediating antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.

3. Rumusan Hipotesis
Hipotesis 1 (H1): Gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis 2 (H2): Gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi karyawan.
Hipotesis 3 (H3): Motivasi karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis 4 (H4): Motivasi karyawan memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

MPPE B2025 -> Diskusi

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
Kelas: 2313031044

Kerangka pikir (kerangka pemikiran) adalah susunan logis dari teori-teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam suatu penelitian. Kerangka pikir merupakan sintesa dari berbagai teori dan analisis kritis yang membentuk penjelasan sementara terhadap fenomena yang diamati. Dengan kerangka pikir, peneliti dapat membangun argumen dan menghubungkan teori dengan masalah penelitian yang ingin diselesaikan .

Hipotesis adalah dugaan sementara atau pernyataan yang diajukan sebagai jawaban sementara atas masalah penelitian yang diajukan, yang didasarkan pada kerangka pikir dan teori yang telah ada. Hipotesis ini kemudian diuji kebenarannya melalui data yang diperoleh dari penelitian. Hipotesis memiliki sifat tentatif, dan bisa terbukti benar atau salah setelah diuji secara empiris .

Hubungan antara teori, kerangka pikir, dan hipotesis adalah bahwa teori berfungsi sebagai landasan ilmiah dan sumber ide, kerangka pikir mengorganisasikan teori-teori tersebut menjadi alur penjelasan logis untuk fenomena yang diteliti, dan hipotesis adalah rumusan sementara yang dihasilkan dari kerangka pikir tersebut yang siap diuji dalam penelitian. Jadi, ketiganya adalah rangkaian yang berkesinambungan dan saling terkait dalam proses ilmiah dan penelitian.

ASP B2025 -> Summary

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044

Analisis investasi sektor publik merupakan suatu kajian sistematis yang bertujuan untuk menilai kelayakan dan efektivitas penggunaan dana pemerintah dalam membiayai proyek-proyek pembangunan yang memiliki dampak luas bagi masyarakat. Berbeda dengan investasi sektor swasta yang berorientasi pada keuntungan finansial, investasi sektor publik lebih menekankan pada pencapaian manfaat sosial, peningkatan kesejahteraan, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah. Proses analisis ini biasanya mencakup penilaian biaya dan manfaat (cost-benefit analysis), baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, seperti peningkatan kualitas layanan publik, pertumbuhan ekonomi regional, penciptaan lapangan kerja, serta perbaikan lingkungan hidup. Dalam praktiknya, analisis investasi sektor publik juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi penggunaan anggaran, keadilan distribusi, serta dampak jangka panjang terhadap masyarakat. Faktor-faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, stabilitas politik, kondisi ekonomi makro, serta tingkat partisipasi masyarakat turut menjadi penentu penting dalam memastikan keberhasilan suatu investasi publik. Misalnya, pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya dihitung dari biaya konstruksi dan potensi pendapatan retribusi, tetapi juga dari efek pengganda (multiplier effect) berupa kelancaran distribusi barang, peningkatan mobilitas masyarakat, penurunan biaya logistik, serta dorongan terhadap tumbuhnya sektor ekonomi lainnya. Oleh karena itu, analisis investasi sektor publik harus dilakukan secara komprehensif dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif, agar dapat menghasilkan keputusan yang akuntabel, transparan, berkeadilan, dan sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. Dengan demikian, investasi publik berfungsi sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas, memperkuat daya saing, serta sekaligus mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan.

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044

Artikel ini membahas secara mendalam konsep paradigma penelitian yang seringkali dianggap sulit dipahami oleh mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula. Paradigma penelitian dipahami sebagai worldview atau kerangka filosofis yang mencerminkan keyakinan peneliti mengenai realitas, pengetahuan, nilai, serta metode yang digunakan dalam proses penelitian. Merujuk pada tokoh-tokoh seperti Kuhn, Guba, dan Lincoln, paradigma terdiri dari empat elemen utama: epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi, yang saling memengaruhi dalam menentukan arah penelitian. Secara historis, paradigma penelitian memicu banyak perdebatan atau paradigm wars dalam ilmu sosial. Namun, terdapat konsensus bahwa empat paradigma utama mendominasi penelitian pendidikan, yaitu Positivist, Interpretivist (Constructivist), Critical (Transformative), dan Pragmatic. Paradigma Positivist berakar pada metode ilmiah yang menekankan eksperimen, observasi, dan pencarian hubungan sebab-akibat. Sebaliknya, paradigma Interpretivist menekankan pemahaman subjektif atas pengalaman manusia dengan asumsi realitas yang bersifat sosial-konstruktif. Paradigma Critical berorientasi pada isu keadilan sosial, pemberdayaan, serta penghapusan struktur opresif, sedangkan paradigma Pragmatic menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sesuai kebutuhan penelitian .
Artikel ini menekankan bahwa pemilihan paradigma bukan sekadar formalitas, melainkan keputusan filosofis yang menentukan segala aspek penelitian, mulai dari rumusan masalah, pemilihan partisipan, teknik pengumpulan data, hingga analisis. Paradigma menjadi lensa konseptual yang memberi arah dan justifikasi metodologis. Oleh karena itu, mahasiswa pascasarjana dianjurkan untuk secara eksplisit menyatakan paradigma penelitian dalam proposal mereka agar rancangan penelitian lebih terarah, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan .