Kiriman dibuat oleh Intan Ruliana

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

oleh Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

1. Penyusunan Audit Kinerja Berbasis Risiko
Audit dimulai dengan mengidentifikasi proses yang paling rawan menimbulkan keterlambatan dan penyimpangan, seperti tahap verifikasi berkas, penilaian teknis, dan persetujuan akhir. Setiap proses dianalisis tingkat risikonya berdasarkan dampak dan kemungkinan terjadi, lalu auditor menentukan area prioritas yang harus diuji lebih dalam. Auditor juga menilai apakah desain sistem IzinCerdas sudah mendukung transparansi alur proses, kejelasan status izin, serta pengendalian internal untuk mencegah manipulasi data. Fokus penilaian diarahkan pada titik-titik yang selama ini memunculkan keluhan publik, seperti perubahan status yang tidak tercatat atau penundaan tanpa alasan.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Deteksi Penyimpangan
Teknologi dapat digunakan untuk melacak pola layanan yang tidak wajar, misalnya pemrosesan izin yang terlalu cepat atau terlalu lama dibanding standar. Sistem log aktivitas (audit trail) dianalisis untuk menemukan aktivitas pegawai yang mencurigakan seperti perubahan data tanpa otorisasi atau akses dilakukan di luar jam kerja. Data mining atau dashboard analitik juga membantu melihat tren anomali yang menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan wewenang. Integrasi notifikasi otomatis kepada pemohon dan pengawas dapat memperkuat transparansi dan meminimalkan peluang manipulasi karena semua perubahan status terekam dan dapat dipantau secara real time.

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

oleh Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

(1) Analisis Penyebab Rendahnya Efektivitas
Implementasi platform SehatMandiri menjadi kurang efektif karena adopsi teknologi yang tidak merata di setiap fasilitas kesehatan. Banyak Puskesmas belum menggunakan sistem secara penuh, menunjukkan kurangnya pelatihan, pendampingan, dan kesiapan SDM. Ketidaksinkronan data antar fasilitas menandakan lemahnya integrasi sistem, standar input data yang tidak seragam, dan kurangnya pengawasan teknis. Meningkatnya pengaduan masyarakat mengindikasikan bahwa proses layanan belum terotomatisasi dengan baik, beban kerja digital tidak terkelola, dan perubahan sistem belum disertai penyesuaian alur kerja di lapangan.

(2) Pendekatan Audit Berbasis Data
Audit kinerja berbasis data dapat dilakukan dengan menilai tingkat kepatuhan penggunaan sistem di setiap fasilitas, mengukur konsistensi dan akurasi data rekam medis digital, serta menganalisis waktu layanan sebelum dan sesudah digitalisasi. Data log sistem digunakan untuk melihat frekuensi login, pemanfaatan fitur utama, dan titik bottleneck layanan. Masukan masyarakat dari kanal pengaduan dipetakan untuk menemukan pola masalah. Hasil audit digunakan untuk memperbaiki integrasi database, menyesuaikan workflow layanan, memperkuat pelatihan pegawai, dan memastikan sistem bekerja selaras dengan kebutuhan operasional seluruh Puskesmas.

ASP A2025 -> CASE STUDY

oleh Intan Ruliana -

Nama: Intan Ruliana 

NPM: 2313031016


(1) Analisis Penyebab Rendahnya Efektivitas

Implementasi platform SehatMandiri menjadi kurang efektif karena adopsi teknologi yang tidak merata di setiap fasilitas kesehatan. Banyak Puskesmas belum menggunakan sistem secara penuh, menunjukkan kurangnya pelatihan, pendampingan, dan kesiapan SDM. Ketidaksinkronan data antar fasilitas menandakan lemahnya integrasi sistem, standar input data yang tidak seragam, dan kurangnya pengawasan teknis. Meningkatnya pengaduan masyarakat mengindikasikan bahwa proses layanan belum terotomatisasi dengan baik, beban kerja digital tidak terkelola, dan perubahan sistem belum disertai penyesuaian alur kerja di lapangan.


(2) Pendekatan Audit Berbasis Data

Audit kinerja berbasis data dapat dilakukan dengan menilai tingkat kepatuhan penggunaan sistem di setiap fasilitas, mengukur konsistensi dan akurasi data rekam medis digital, serta menganalisis waktu layanan sebelum dan sesudah digitalisasi. Data log sistem digunakan untuk melihat frekuensi login, pemanfaatan fitur utama, dan titik bottleneck layanan. Masukan masyarakat dari kanal pengaduan dipetakan untuk menemukan pola masalah. Hasil audit digunakan untuk memperbaiki integrasi database, menyesuaikan workflow layanan, memperkuat pelatihan pegawai, dan memastikan sistem bekerja selaras dengan kebutuhan operasional seluruh Puskesmas.