Posts made by Dela Novita

ASP A2025 -> Diskusi

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm : 2313031023
Kelas :A

Dalam memilih teknik akuntansi sektor publik, terdapat beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan. Pertama, tujuan pelaporan keuangan: apakah ditujukan untuk akuntabilitas, transparansi, maupun pengambilan keputusan (Mardiasmo, 2018). Kedua, jenis entitas dan karakteristik transaksi, misalnya pemerintah pusat, daerah, atau BLU, yang memiliki kebutuhan pencatatan berbeda. Ketiga, dasar akuntansi yang digunakan (cash basis atau accrual basis) yang akan memengaruhi pengakuan dan penyajian laporan. Keempat, peraturan perundang-undangan seperti PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang menjadi pedoman utama. Kelima, ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi agar teknik akuntansi dapat dijalankan secara efektif.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemilihan teknik akuntansi sektor publik dapat lebih tepat dan sesuai kebutuhan organisasi serta memenuhi aspek akuntabilitas publik.

Referensi:
Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

ASP A2025 -> Summary

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023
Kelas : A

Simpulan saya mengenai materi pekan ini tentang pengukuran kinerja sektor publik adalah bahwa kinerja sektor publik perlu diukur secara sistematis karena berkaitan langsung dengan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Berbeda dengan sektor swasta yang orientasinya pada profit, sektor publik lebih menekankan pada pelayanan dan pemenuhan kebutuhan publik. Oleh sebab itu, pengukuran kinerja tidak hanya dilihat dari aspek keuangan, tetapi juga dari kualitas layanan, kepuasan masyarakat, serta pencapaian tujuan kebijakan.

Instrumen pengukuran kinerja dapat berupa indikator input, output, outcome, hingga impact, yang semuanya berfungsi untuk menilai sejauh mana suatu program atau kebijakan dijalankan dengan efisien dan efektif. Selain itu, metode seperti Balanced Scorecard atau Key Performance Indicators (KPI) juga dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

Melalui pengukuran kinerja, pemerintah dapat mengetahui keberhasilan maupun kekurangan dalam pelaksanaan program, sehingga dapat dilakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini juga mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dengan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.

Dengan demikian, pengukuran kinerja sektor publik bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan bahwa anggaran negara benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

ASP A2025 -> Diskusi

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023
Kelas :A

Pengukuran kinerja sektor publik adalah proses sistematis untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah atau organisasi publik telah melaksanakan tugas, fungsi, dan programnya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tidak seperti sektor swasta yang fokus pada pencapaian laba, sektor publik lebih menekankan pada efektivitas pelayanan, efisiensi penggunaan anggaran, serta akuntabilitas kepada masyarakat.

Pengukuran ini biasanya melibatkan indikator input, output, outcome, benefit, hingga impact. Input merujuk pada sumber daya yang digunakan, output pada produk atau layanan yang dihasilkan, outcome pada perubahan yang dirasakan masyarakat, benefit pada manfaat yang lebih luas, sedangkan impact pada dampak jangka panjang. Dengan demikian, pengukuran kinerja tidak hanya berhenti pada seberapa banyak kegiatan dilakukan, tetapi juga seberapa besar manfaat dan dampaknya bagi publik.

Selain itu, pengukuran kinerja sektor publik berfungsi sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan. Hasil pengukuran dapat digunakan untuk memperbaiki program yang kurang efektif, meningkatkan transparansi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Instrumen seperti Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) menjadi salah satu wujud nyata penerapan pengukuran kinerja di Indonesia.

Dengan adanya pengukuran kinerja, sektor publik dapat lebih terarah dalam memberikan pelayanan yang bermutu, mencegah pemborosan anggaran, serta memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.