གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Allya Septia Faradina

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

Allya Septia Faradina གིས-
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini" ditulis oleh Lia Yuliana, M.Pd. Dalam pendahuluan, penulis membahas mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi dalam pembentukan karakter moral manusia. Penulis menekankan bahwa masa PAUD adalah periode krusial di mana anak belum memasuki pendidikan formal, jadi penanaman nilai-nilai moral sangat diperlukan untuk membentuk perilaku dan kemampuan dasar anak.

Dalam pembahasan, dijelaskan mengenai pengertian moral yang dapat diartikan sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya. Secara keseluruhan, jurnal tersebut membahas tentang penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, yang merupakan aspek penting dalam pendidikan anak. Penanaman nilai-nilai moral dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti metode bermain, bercerita, pemberian tugas, dan bercakap-cakap. Metode-metode ini dirancang untuk membantu anak memahami nilai-nilai moral yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penulis juga menjelaskan bahwa pendidikan moral dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal, seperti Taman Kanak-kanak (TK), dan jalur non-formal, yang meliputi pendidikan keluarga dan lingkungan. Dalam konteks pendidikan formal, penanaman nilai-nilai moral dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang terstruktur, sedangkan dalam pendidikan non-formal, dapat menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel. Pentingnya peran pendidik dan orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Dengan demikian, penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini diharapkan dapat membentuk karakter yang baik dan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang berakhlak mulia di masa depan.

Penulis menegaskan kembali pentingnya menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini pada bagian penutup. Dalam penanamannya dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap-cakap. Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

Allya Septia Faradina གིས-
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-nilai Moral pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut" ditulis oleh Ruslan, Rosma Elly, dan Nurul Aini. Jurnal ini dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah, volume 1, nomor 1, halaman 68-77. Bagian abstrak membahas secara keseluruhan mengenai jurnal tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pada bagian pendahuluan, penulis membahas mengenai kemerosotan moral yang dialami oleh bangsa Indonesia, terutama terkait dengan persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya yaitu: a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral; b) Penyalahgunaan konsep-konsep moral; c) Masuknya budaya westernisasi (budaya kebarat-baratan); d) Perkembangan teknologi; e) Lemahnya mental generasi bangsa; f) Kurangnya materi aplikasi tentang budi pekerti. Penulis juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai moral sejak dini untuk mengatasi masalah tersebut. Kemerosotan moral generasi muda berdampak buruk bagi masa depan bangsa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dua metode utama untuk mengumpulkan data, yaitu wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan 10 orang guru kelas untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa. Data yang diperoleh dari kedua metode ini kemudian diolah melalui tahapan analisis data kualitatif, yang mencakup reduksi data, model data, penarikan/verifikasi kesimpulan, dan persentase. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui dan menganalisis penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral yang diajarkan oleh guru kepada siswa, serta memahami bagaimana proses penanaman nilai-nilai tersebut dilakukan dalam konteks pendidikan di sekolah.

Pada bagian pembahasan dalam jurnal tersebut, penulis menguraikan hasil penelitian mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Salah satu guru menyatakan bahwa siswa perlu belajar agama bukan hanya di sekolah saja tetapi harus memperdalam ilmu agama juga di TPA dan tempat pengajian, dengan begitu nilai-nilai moral yang ditanamkan melalui pelajaran agama sangatlah banyak. Penulis juga menjelaskan bahwa guru-guru di sekolah tidak hanya fokus pada pengajaran akademis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam kurikulum dan interaksi sehari-hari, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan tidak berbohong kepada guru. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, persentase guru yang sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa sebesar 64%, sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral sebesar 36%. Hal ini dikarenakan sebagian guru kurang mengetahui nilai-nilai
moral apa sajakah yang harus ditanamkan kepada siswa. Nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai berikut: 1) Nilai religius, 2) Nilai sosialitas, 3) Nilai gender, 4) Nilai keadilan, 5) Nilai demokrasi, 6) Nilai kejujuran, 7) Nilai kemandirian, 8) Nilai daya juang, 9) Nilai tanggung jawab, 10) Nilai penghargaan terhadap lingkungan.

Pada bagian kesimpulan dalam jurnal tersebut, peneliti merangkum temuan utama mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara keseluruhan, guru-guru telah berupaya menanamkan 10 nilai moral kepada siswa melalui pengajaran di semua mata pelajaran, serta dengan memberikan nasehat dan menjadi panutan.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

Allya Septia Faradina གིས-
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Video tersebut membahas mengenai model pembelajaran Market Place Activity yang dijelaskan dalam video oleh guru Ramadan Juniarsyah, M.Ag.
Market Place Activity adalah model pembelajaran yang menerapkan konsep jual beli informasi di dalam kelas, mirip seperti aktivitas di pasar tradisional. Model pembelajaran ini terdiri dari 5 tahap utama. Pertama, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Kemudian pada tahap kedua, setiap kelompok diminta untuk membuat produk berupa poster yang berisi informasi dengan batasan maksimal 15 kata atau 15 simbol. Poster ini dibuat berdasarkan teks bacaan yang diberikan. Pembatasan jumlah kata atau simbol ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan informasi secara efektif. Selama proses pembuatan poster, guru memberikan bimbingan dan melakukan penilaian.

Pada tahap ketiga, dimulailah proses jual beli informasi. Dalam setiap kelompok, satu siswa ditugaskan untuk menjaga "stand" dan menjelaskan poster kepada pengunjung, sementara tiga siswa lainnya bertugas untuk "berbelanja" atau mencari informasi ke kelompok lain. Setiap sesi jual beli informasi dibatasi waktu maksimal 5 menit per kelompok. Selanjutnya pada tahap keempat, siswa yang bertugas mencari informasi kembali ke kelompoknya dan membagikan informasi yang mereka dapatkan kepada anggota kelompok yang bertugas menjaga stand, sehingga semua anggota kelompok mendapatkan informasi yang sama.

Tahap kelima atau terakhir adalah tahap konfirmasi. Pada tahap ini, guru memverifikasi ketepatan informasi yang didapat oleh masing-masing kelompok, memberikan penguatan materi, dan menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan. Model pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dan kemampuan mereka dalam mengolah serta mengkomunikasikan informasi. Secara keseluruhan, video ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana Market Place Activity dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

Allya Septia Faradina གིས-
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Video tersebut membahas tentang pentingnya mengajarkan nilai moral dan agama kepada anak-anak sejak usia dini, khususnya di taman kanak-kanak (TK). Masa TK adalah waktu yang sangat penting karena anak-anak berada dalam "usia emas" dimana mereka sangat mudah menyerap berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar. Dalam mengembangkan nilai moral, ada tiga hal utama yang diajarkan.
1. Mengembangkan konsep diri anak dengan membangun kepercayaan diri dan keberanian berpendapat.
2. Mengajarkan kerapihan dalam hal makan, berpakaian, dan berperilaku sehari-hari.
3. Mengajarkan kesopanan dalam berkomunikasi dan bersikap terhadap orang lain.

Untuk nilai agama, anak-anak diperkenalkan dengan dua aspek penting yaitu keimanan atau mengenal Tuhan dan ciptaan-Nya serta bagaimana cara beribadah dan berkomunikasi dengan Tuhan.

Video ini juga menjelaskan bahwa anak TK masih memiliki pemahaman moral yang belum stabil. Mereka cenderung menganggap sesuatu itu baik jika menyenangkan bagi mereka, dan buruk jika tidak menyenangkan. Karena itu, guru dan orang tua perlu memberi kesempatan pada anak untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri. Untuk mengajarkan nilai-nilai ini, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. Misalnya, mengobrol dengan anak tentang kehidupan sehari-hari, makan bersama, bernyanyi dan menari dengan tema keagamaan, bercerita, bermain peran, dan karya wisata. Ketika anak melakukan kesalahan, guru sebaiknya tidak marah tetapi membimbing mereka untuk melakukan hal yang benar.

Melalui pendekatan yang tepat dan konsisten dalam mengajarkan nilai moral dan agama, diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dan memiliki pemahaman spiritual yang kuat. Ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka hingga dewasa nanti.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

Allya Septia Faradina གིས-
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Jurnal yang berjudul "Penerapan Model Moral Reasoning untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang" ditulis oleh Ni Wayan Suarniati. Jurnal ini dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, volume 19, nomor 1. Secara umum, jurnal tersebut membahas penerapan Model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis, Kabupaten Malang. Pada bagian abstrak, penulis membahas secara keseluruhan tentang jurnal tersebut. Tujuan penelitian ini berfokus pada peningkatan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan model Moral Reasoning. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan setelah penerapan model tersebut. Populasi yang diteliti adalah siswa kelas VIII di SMP NU Nurul Huda Pakis, Kabupaten Malang, yang berjumlah 38 siswa.

Dalam pendahuluan jurnal tersebut, dibahas pentingnya pentingnya peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan mediator sehingga dapat membangkitkan keaktifan siswa. Penulis juga menekankan bahwa metode pembelajaran yang interaktif, seperti tanya jawab, sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Pada bagian pembahasan, penulis menjelaskan bagaimana model ini dapat meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan, serta dampaknya terhadap keterampilan sosial siswa, seperti kemampuan menghargai pendapat orang lain dan bekerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan berani dalam berpartisipasi, dengan jumlah siswa yang berani mengemukakan pendapat meningkat dari 57% pada siklus II menjadi 80% pada siklus III. Selain itu, keberanian siswa dalam mengambil keputusan juga meningkat dari 43% menjadi 73%. Keterampilan siswa dalam menghargai pendapat orang lain dan kemampuan untuk bekerja sama juga menunjukkan peningkatan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model Moral Reasoning efektif dalam meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat dan mengambil keputusan, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Pada bagian kesimpulan, penulis merangkum hasil dari penelitian mengenai penerapan model Moral Reasoning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penulis menegaskan bahwa penerapan model ini berhasil meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan, serta meningkatkan keterampilan sosial seperti menghargai pendapat orang lain dan bekerja sama. Penulis juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengelola pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa, serta perlunya refleksi untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran.