Kiriman dibuat oleh Kaifa Amelia Junaedi

PGSD_KDIB_1C_GANJIL23/34 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

oleh Kaifa Amelia Junaedi -
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, izin menjawab.

Nama: Kaifa Amelia Junaedi
Npm: 2313053073
Kelompok: 6

Terlibat dalam koordinasi kompleks antara kelenjar endokrin dan organ reproduksi tubuh hewan merujuk pada peran penting sistem endokrin dalam mengatur fungsi organ reproduksi. Proses ini melibatkan berbagai hormon yang dilepaskan oleh kelenjar endokrin yang memengaruhi perkembangan, fungsi, dan siklus reproduksi hewan. Beberapa contoh proses yang terlibat adalah:

1. Pengaturan siklus menstruasi pada mamalia betina: Kelenjar pituitari mengeluarkan hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang mengatur pelepasan telur dari ovarium dan pengembangan folikel ovarium.

2. Pengaturan hormon seks: Hormon seperti estrogen dan progesteron dari ovarium pada mamalia betina memengaruhi siklus estrus, perkembangan organ reproduksi, dan kehamilan.

3. Pengaruh hormon testosteron pada hewan jantan: Hormon ini, yang diproduksi oleh testis pada hewan jantan, memengaruhi perkembangan karakteristik seks sekunder, seperti pertumbuhan bulu, suara, dan perilaku reproduksi.

4. Pengaturan hormon prolaktin: Hormon prolaktin memengaruhi produksi susu pada mamalia betina setelah melahirkan.

Semua hormon ini bekerja bersama-sama untuk mengoordinasikan proses reproduksi hewan, memastikan kelangsungan hidup spesies, dan berkontribusi pada perkembangan organ reproduksi dan fungsi reproduksi yang tepat.

Semoga terjawab, atau apakah ada tanggapan lain? Terima kasih, wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

PGSD_KDIB_1C_GANJIL23/34 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Kaifa Amelia Junaedi -
Izin menjawab:
Leukosit atau sel darah putih pada hewan memiliki fungsi yang serupa dengan manusia, yaitu melindungi tubuh dari infeksi dan merespons kondisi peradangan. Jika leukosit pada hewan berkembang lebih banyak dari normal, ini juga bisa menjadi tanda berbagai kondisi medis, termasuk:

Infeksi: Peningkatan leukosit pada hewan bisa menjadi respons terhadap infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur.

Penyakit Autoimun: Sama seperti manusia, hewan juga dapat mengalami penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan sel darah putih.

Stres atau Trauma: Stres fisik, trauma, atau cedera pada hewan dapat memicu peningkatan sementara dalam jumlah sel darah putih.

Kanker: Peningkatan jumlah sel darah putih pada hewan bisa menjadi tanda adanya kanker darah (leukemia) atau kanker lainnya.

Kondisi Medis Lainnya: Ada berbagai kondisi medis yang bisa memengaruhi produksi atau konsentrasi sel darah putih pada hewan.
Nama: Kaifa Amelia Junaedi
Npm: 2313053073
Kelas: 1/C

1. Apa itu sel?
Jawab: Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.
2. Bagaimana struktur sel hewan dan sel tumbuhan?
Jawab: Struktur sel hewan mencakup berbagai komponen yang disebut organel sel yang menjalankan fungsi berbeda untuk menopang dirinya sendiri. Diantaranya yaitu mitokondria, sentriol, nukleus, nukleolus, kromatin, ribosom, retikulum endoplasma, mikrotubulus, membran plasma, vakuola, sitosol, selaput inti, badan golgi, sitoskeleton, lisosom, dan peroksisom. Sedangkan struktursel tumbuhan terdiri dari membran sel, dinding sel, sitoplasma, vakuola, ribosom, retikulum endoplasma, kristal druse dan kristal raphid, nukleolus, amiloplas, aparatus golgi, kloroplas.
3. Apakah terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan?
Jawab: Baik tumbuhan maupun hewan, keduanya tersusun atas sel-sel yang mempunyai perbedaan. Salah satu perbedaan keduanya dapat dilihat dari ukurannya, yaitu sel hewan lebih kecil dari sel tumbuhan. Perbedaan pada sel tumbuhan dan sel hewan terletak pada organel dan komponen sel seperti dinding sel, plastida, lisosom, vakuola, sentrosom/sentriol, serta beberapa karakteristik sel yang disebabkan oleh perbedaan organel tersebut. Perbedaan utama keduanya ada pada letak dinding sel. Sebab dinding sel hanya dimiliki tumbuhan, sedangkan pada hewan tidak ada.
4. Bagaimana fungsi masing-masing sel hewan dan sel tumbuhan?
Jawab: Setiap jenis sel memiliki fungsi spesifik dalam suatu organisme. Sel membantu mengatur pergerakan air, nutrisi, dan limbah keluar dari tubuh. Sel juga mengandung kode kehidupan, DNA, yang mengoordinasikan sintesis protein dan transfer informasi genetik dari sel induk ke sel anak. Sel mengandung ribosom yang penting untuk sintesis protein. Produksi energi terjadi di mitokondria dan pencernaan nutrisi untuk kebutuhan sel terjadi dengan bantuan lisosom.
A. Membran sel
Bagian terluar yang melapisi sel disebut membran sel. Membran sel berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat sehingga juga berperan dalam mengatur keseimbangan internal sel.
B. Dinding sel
Lapisan terluar yang melapisi sel tumbuhan disebut dinding sel yang terbuat dari selulosa. Dinding sel membantu menjaga tekanan di dalam sel.
C. Sentrosom
Sentrosom adalah bagian dari sel hewan. Sebuah sel hewan dapat mengandung satu atau dua sentrosom yang membantu dalam mitosis.
D. Kloroplas
Kloroplas adalah plastida berwarna hijau yang merupakan bagian dari sel tumbuhan. Kloroplas membantu dalam produksi makanan dengan bantuan sinar matahari yang dikenal sebagai fotosintesis.
E. Kromoplas
Kromoplas juga merupakan organel sel tumbuhan yang memiliki warna yang bervariasi. Kromoplas mengandung xantofil dan karoten yang memberi warna pada bunga dan buah.
F. Sitoplasma
Campuran air dan larutan senyawa organik dan anorganik disebut sitoplasma. Sebagian besar bagian sel tersuspensi dalam sitoplasma. Semua fungsi metabolisme dan aktivitas sel hewan juga terjadi di sini.
G. Retikulum endoplasma
Struktur seperti tabung yang ditemukan di dekat nukleus dan membantu memberikan dukungan pada sel tumbuhan dan hewan disebut retikulum endoplasma. Ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu retikulum halus tanpa ribosom yang menempel dan retikulum endoplasma kasar yang menempel pada ribosom.
H. Badan golgi
Badan golgi adalah struktur vesikuler datar yang tertumpuk satu di atas yang lain. Bagian sel ini mengeluarkan dan menyimpan hormon serta enzim yang membantu dalam transportasi keluar dari sel.
I. Leukoplas
Leukoplas merupakan organel sel tumbuhan yang membantu penyimpanan pati/tepung.
J. Lisosom
Lisosom merupakan bagian dari sel hewan yang berbentuk kantung selaput dan menjadi bagian dari badan golgi yang mengandung berbagai enzim. Lisosom membantu pencernaan intraseluler dan pembuangan zat asing. Bagian sel ini juga dikenal sebagai ‘kantung bunuh diri’ karena jika salah satunya pecah maka seluruh sel akan ikut hancur.
K. Mitokondria
Mitokondria memiliki dua lapisan membran dengan membran bagian dalam terlipat dan membentuk krista. Ini adalah pusat pembangkit energi sel dimana ATP dihasilkan melalui respirasi sel.
L. Membran inti
Membran inti merupakan pelapis inti sel serta memiliki banyak pori-pori yang membantu transportasi zat.
M. Nucleoulus
Nucleoulus mengandung RNA dan mengirim RNS ke ribosom bersama dengan cetak biru protein yang disintesis.
N. Nucleoplasma
Cairan kental yang mengandung serat kromatin yang terdiri dari DNA disebut nucleoplasma. Serat kromatin mengalami perubahan struktur setelah pembelahan sel dan disebut kromosom. Kromosom berisi informasi turun-temurun dari gen.
O. Inti sel
Inti sel merupakan otak sel. Inti sel mengontrol semua fungsi yang terjadi di dalam sel serta berisi cetak biru kehidupan, yaitu DNA.
P. Ribosom
Ribosom merupakan bagian sel yang mengandung RNA dan berfungsi membantu sintesis protein.
Q. Vakuola
Vesikel besar dan berlimpah yang terdapat dalam sel tanaman disebut vakuola. Vakuola berisi cairan dan membantu dalam penyimpanan zat, material pembangun sel, dan air.