1. Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem laut, yaitu:
Mencemari laut: Sisa pakan dan kotoran ikan langsung jatuh ke dasar laut, menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem dasar.
Penyakit dan parasit: Kepadatan tinggi memicu penyakit dan parasit seperti sea lice yang dapat menyebar ke ikan liar.
Ikan kabur ke laut: Ikan budidaya bisa lolos dan kawin dengan ikan liar, merusak genetik alami.
Ketergantungan pada ikan liar untuk pakan: Pakan salmon berasal dari tepung ikan laut, sehingga menambah tekanan pada stok ikan liar.
Gangguan sosial dan konflik ruang: Pencemaran dan penggunaan ruang laut sering menimbulkan konflik dengan nelayan tradisional.
2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) membudidayakan ikan di tangki tertutup di darat dengan air yang disaring dan digunakan kembali. Sistem ini lebih berkelanjutan karena:
Tidak mencemari lingkungan: Limbah air diolah sebelum digunakan kembali.
Bebas penyakit laut: Sistem tertutup mencegah masuknya parasit dan mengurangi penggunaan obat.
Tidak ada ikan kabur: Ikan dibudidayakan di darat, sehingga aman bagi populasi liar.
Efisien air dan sumber daya: Air bersirkulasi terus-menerus dan pakan bisa berasal dari sumber alternatif seperti larva lalat hitam.
Kualitas terkontrol: Suhu, oksigen, dan pH bisa diatur agar ikan tumbuh optimal.
Mencemari laut: Sisa pakan dan kotoran ikan langsung jatuh ke dasar laut, menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem dasar.
Penyakit dan parasit: Kepadatan tinggi memicu penyakit dan parasit seperti sea lice yang dapat menyebar ke ikan liar.
Ikan kabur ke laut: Ikan budidaya bisa lolos dan kawin dengan ikan liar, merusak genetik alami.
Ketergantungan pada ikan liar untuk pakan: Pakan salmon berasal dari tepung ikan laut, sehingga menambah tekanan pada stok ikan liar.
Gangguan sosial dan konflik ruang: Pencemaran dan penggunaan ruang laut sering menimbulkan konflik dengan nelayan tradisional.
2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) membudidayakan ikan di tangki tertutup di darat dengan air yang disaring dan digunakan kembali. Sistem ini lebih berkelanjutan karena:
Tidak mencemari lingkungan: Limbah air diolah sebelum digunakan kembali.
Bebas penyakit laut: Sistem tertutup mencegah masuknya parasit dan mengurangi penggunaan obat.
Tidak ada ikan kabur: Ikan dibudidayakan di darat, sehingga aman bagi populasi liar.
Efisien air dan sumber daya: Air bersirkulasi terus-menerus dan pakan bisa berasal dari sumber alternatif seperti larva lalat hitam.
Kualitas terkontrol: Suhu, oksigen, dan pH bisa diatur agar ikan tumbuh optimal.