A. Pandemi Covid-19 membuat sekolah atau lembaga pendidikan lainnya beralih ke model pembelajaran ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau bisa juga disebut Online Learning. Hal ini sudah tepat dilakukan, mengingat risiko yang ada serta menjaga keselamatan siswa, guru, dan para staf lainnya. Dengan metode online learning mau tidak mau mengharuskan siswa memiliki akses internet yang memadai juga perangkat seluler (smartphone, laptop, komputer) sebagai syarat berjalannya proses pembelajaran jarak jauh. Tidak sedikit orang tua siswa yang tidak mampu untuk memadai fasilitas tersebut, sehingga terdapat siswa yang kesulitan dan tertinggal pelajaran. Walau kondisi diatas dapat terpenuhi, nyatanya materi yang disampaikan tidak begitu dipahami oleh siswa. Karena tentunya hal ini berbeda dengan penjelasan secara langsung oleh guru di sekolah. Hal ini menyebabkan siswa menanyakan materi yang kurang dipahami kepada orang tua, mereka mengakui bahwa menjelaskan berbagai mata pelajaran dan menemani anak-anak mengerjakan tugas-tugas sekolah tidak semudah yang dibayangkan. Kondisi psikis siswa juga diperhatikan, karena mengharuskan berada di rumah saat pandemi membuat siswa kurang berinteraksi terhadap lingkungan sosial. Hal ini dapat menyebabkan jenuh serta stres pada siswa. Perubahan kurikulum juga dilakukan untuk menyesuaikan konsep pembelajaran dengan pembelajaran jarak jauh, mengakibatkan perubahan dalam cara materi yang diajarkan. Meski banyak hal negatif yang terdapat pada model pembelajaran ini, namun terdapat hal positif salah satunya mendorong inovasi dalam bidang pendidikan, yang memanfaatkan teknologi yang ada serta metode pembelajaran baru.
B. Untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19, serta mempertahankan korelasi dengan implementasi nilai Pancasila. Dapat dilakukan dengan mengintegrasi nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, demokrasi, persatuan, dan kerakyatan agar tercermin dalam proses pendidikan. Melibatkan orang tua perlu dilakukan, karena mereka sebagai pribadi yang terdekat dengan siswa. Memastikan nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa merupakan bentuk kontribusi orang tua dalam proses pendidikan. Karena model pembelajaran yang digunakan saat pandemi adalah Pembelajaran Jarak Jauh atau Online, guru dapat memberi tugas atau proyek yang membuat siswa paham tentang nilai-nilai Pancasila, memastikan akses materi digital (e-book) yang relevan dan mendukung pembelajaran sesuai nilai Pancasila. Juga mengevaluasi apakah siswa dapat memahami serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang holistik dan upaya kolaboratif, proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 dapat tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila, diharapkan menghasilkan generasi muda yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai nasional Indonesia.
C. Di lingkungan sekitar saya terdapat kegiatan bersih-bersih di sekitar lingkungan RT. Banyak warga yang antusias terhadap kegiatan tersebut, semua golongan dan status warga ikut serta. Meski begitu masih ada saja yang tidak ikut, padahal bisa. Dengan alasan yang bermacam-macam, mereka lebih mementingkan kepentingan individu. Padahal dengan adanya kegiatan kegiatan bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat seperti mempererat hubungan antar warga, menanamkan sifat gotong royong. Sikap yang terkesan individualisme harus dihindari karena kita sebagai makhluk sosial. Membutuhkan satu sama lain untuk kelangsungan hidupnya.
D. Hakikat Pancasila merupakan inti atau substansi dari nilai-nilai dasar yang terkandung dalam dasar negara Indonesia. Dalam pengaktualisasian nilai-nilai tersebut sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat, artinya masyarakat diharapkan mengimplementasikan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup keselarasan dan keseimbangan antara lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Masyarakat diharapkan menginternalisasi nilai-nilai ini dalam interaksi mereka dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, hakikat Pancasila berperan sebagai pedoman moral dan etika yang menciptakan kesatuan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.