Posts made by Rahmat Alfiqri

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Video-2

by Rahmat Alfiqri -
Nama : Rahmat Alfiqri
NPM : 2315031110
Kelas : TE C

Peristiwa bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 adalah konflik anatara jepang dengan US dan negara sekutunya. Peristiwa ini menjadi awal kejatuhan Jepang yang kala itu menjajah Indonesia. Bom atom yang diberi nama "Fat Man" dijatuhkan di Kota Nagasaki, Jepang. Tiga hari sebelumnya, pada 6 Agustus 1945, AS memborbardir Kota Hiroshima dengan bom uranium bernama "Little Boy". Dampak dari bom ini bukan saja korban nyawa, tapi Jepang bertekuk lutut pada sekutu. Kabar ini segera merembes ke tanah air. Para pendiri bangsa yang kala itu masih berusia muda, menanggapinya dengan satu harapan yaitu Indonesia segera lepas dari penjajahan. Kekosongan yang terjadi karena kekalahan Jepang di akhir Perang Dunia II mempercepat kemerdekaan Indonesia. Meskipun ada perdebatan dan perbedaan pandangan pada persiapannya, kemerdekaan Indonesia pun diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Video-1

by Rahmat Alfiqri -
Nama Rahmat Alfiqri
Npm 2315031110
Kelas Te C
menurut saya Membuang limbah baju ke sungai merupakan tindakan yang merugikan lingkungan. Hal ini dapat mencemari air, membahayakan ekosistem sungai, menimbulkan bau yang busuk dan berdampak negatif pada kesehatan manusia. Sebaiknya kita mendukung praktik daur ulang atau donasi pakaian untuk mengurangi dampak negatif limbah tekstil.Selain mencemari air, limbah baju yang dibuang ke sungai juga dapat menyebabkan masalah estetika dan menghambat aliran air. Serat-serat dari pakaian sintetis juga dapat mencemari air dengan mikroplastik. Upaya kolektif untuk mengurangi limbah tekstil, seperti mendukung produksi pakaian ramah lingkungan dan mendaur ulang, dapat membantu melindungi ekosistem air dan keseimbangan lingkungan. Kesadaran akan dampak negatif ini penting untuk mendorong perubahan perilaku dan kebijakan yang lebih berkelanjutan.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Jurnal

by Rahmat Alfiqri -
Nama Rahmat Alfiqri
Npm 2315031110
Kelas Te C
Jurnal ini membahas tentang penekanan peran penting Pancasila sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dianggap sebagai pedoman normatif yang tidak seharusnya bertentangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan seharusnya digunakan sebagai sumber pedoman moral dan etika dalam pengembangan ilmiah. Jurnal ini juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan nilai dan identitas masyarakat Indonesia, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap kemanusiaan. Selain itu, jurnal ini menggarisbawahi perlunya pendekatan yang holistik dan bertanggung jawab dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama dalam konteks ilmiah. Penekanan pada penggunaan berbagai sumber dan referensi untuk mendukung argumen juga menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam menjelaskan peran Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

by Rahmat Alfiqri -
Nama Rahmat Alfiqri
Npm 2315031110
Kelas Te C
A. Isi artikel tersebut merefleksikan tentang perilaku anak muda yang terjadi pada generasi saat ini (milenial). Walaupun manusia memiliki kebebasan, tetapi ada batasannya yang sudah diatur. Tingkah laku generasi saat ini sudah agak keterlaluan karena adanya arus globalisasi. Namun hal tersebut bukanlah alasan karena mereka bisa menyaringnya dengan nilai moral dari Pancasila. Budaya kita terkenal atas sikap yang sopan, ramah-tamah, santun, juga menjunjung tinggi akhlak/moral yang ada. Artikel ini juga mengingatkan generasi milenial agar tidak merubah budaya yang sudah ada karena arus globalisasi dan perubahan zaman. Yang bisa diambil adalah tidak mengikuti ataupun mencontoh perilaku yang tidak baik "akhlak less".

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut adalah pada Pancasila terdapat nilai-nilai yang mengatur perihal etika. Yaitu pada sila kedua "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab" mengatur sistem etika yang ada di isi artikel tersebut. Disebutkan pada artikel bahwa akhlak less atau bisa dibilang kurang sopan. Pancasila berhubungan sebagai pedoman sistem etika yang perlu diikuti. Pancasila sebagai etika adalah penjabaran dari sila - sila dalam pancasila (Nilai luhur bangsa) untuk mengatur perilaku masyarakat dalam berkehidupan. Tujuan hal ini dilakukan agar tidak adanya ketimpangan dalam etika agar dapat memiliki dasaran mana yang baik dan mana yang buruk dinilai dari segi nilai luhur bangsa.

C. Pertama ada gotong royong yang merupakan kearifan lokal yang berkaitan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila, sila ke 3 yaitu "Persatuan Indonesia". Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kearifan lokal ini dapat ditemukan dalam praktik gotong royong di masyarakat Indonesia, di mana warga saling membantu dalam kegiatan seperti gotong royong membersihkan lingkungan atau membantu dalam pembangunan rumah. Kemudian ada kebiasaan menggunakan pakaian yang tertutup, bertutur kata dengan sopan, saling menghargai, dan ramah kepada orang lain. Merupakan kearifan lokal yang di implementasi dari sila kedua " Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab". Musyawarah untuk mufakat mencerminkan sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Keputusan yang diambil melalui proses musyawarah menciptakan keadilan sosial dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan.

D. Untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila, beberapa langkah dapat diambil. Pertama, edukasi masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila dan hubungannya dengan kearifan lokal perlu ditingkatkan melalui program-program pendidikan dan sosialisasi. Mendukung dan mempromosikan praktik-praktik kearifan lokal dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti seni, adat istiadat, dan tradisi lokal. Ini dapat dilakukan dengan memberdayakan komunitas lokal untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya mereka. Penguatan lembaga-lembaga yang berperan dalam pelestarian kearifan lokal juga krusial, seperti lembaga adat dan kebudayaan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat memperkuat upaya pelestarian kearifan lokal. Penting juga untuk menghindari modernisasi yang berlebihan yang dapat mengancam keberlanjutan kearifan lokal. Sebaliknya, integrasikan nilai-nilai lokal dalam pembangunan berkelanjutan, sehingga kearifan lokal tidak hanya dilestarikan tetapi juga dihormati.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

by Rahmat Alfiqri -
Nama : Rahmat alfiqri
Npm : 2315031110

1. Menurut saya, Proses pendidikan dalam konteks pandemi COVID-19 memberikan tantangan yang besar, apalagi banyak siswa yang beralih ke pembelajaran daring. Selain memberikan fleksibilitas, sistem ini juga memperlihatkan kesenjangan sosio-ekonomi dalam akses terhadap pendidikan dan sumber daya. Dukungan langsung pemerintah terhadap keluarga-keluarga yang terkena dampak dan kepedulian terhadap penderitaan para guru sangatlah penting. Reformasi pendidikan juga harus dilanjutkan, meningkatkan akses, kualitas staf pengajar, dan mengarusutamakan kebijakan.
Meski mengalami kesulitan, perjuangan menjaga mutu pendidikan tetap menjadi kunci kejayaan bangsa.

2. Menghadapi tantangan pendidikan di tengah pandemi COVID-19, penting untuk memastikan akses pendidikan tetap merata. Realokasi dana dan perhatian terhadap guru-guru swasta serta pemberian bantuan langsung kepada keluarga terdampak bisa membantu mengatasi kesenjangan sosial ekonomi. Selain itu, perbaikan kualitas pendidikan melalui reformasi struktural dan peningkatan keterpaduan kebijakan antara pusat dan daerah juga menjadi langkah krusial. Untuk memaksimalkan proses pendidikan di masa pandemi, integrasi nilai Pancasila dapat dilakukan dengan mengajarkan solidaritas, gotong royong, dan semangat persatuan dalam konteks pembelajaran online.


3. Sebagai contoh kasus pengembangan karakter Pancasilais, kita bisa melihat bagaimana masyarakat di lingkungan sekitar aktif dalam gotong royong untuk membantu sesama selama pandemi. Misalnya, ada inisiatif warga yang secara sukarela menyediakan bantuan makanan dan kebutuhan pokok bagi keluarga yang terdampak secara ekonomi. Hal ini mencerminkan nilai-nilai seperti kepedulian, gotong royong, dan cinta damai dalam tindakan nyata.

Menurutku, inisiatif semacam itu sangat positif karena tidak hanya memperkuat hubungan antarwarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. Gotong royong dan kepedulian terhadap sesama menjadi landasan kuat bagi pembangunan karakter Pancasilais yang inklusif dan berdampak positif pada kehidupan bersama.


4. Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat mencakup lima nilai dasar yang menjadi landasan filsafat negara Indonesia. Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan rasa hormat dan pengakuan terhadap keberagaman keyakinan agama. Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, menekankan pentingnya sikap adil, empati, dan keberadaban dalam hubungan antarindividu dan antarbangsa. Ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan kesatuan dalam keragaman, menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sebagai satu bangsa. Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menekankan pentingnya pembagian kekayaan dan kesempatan secara kesejahteraan bersama.
Pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat mengharuskan setiap individu, kelompok, dan institusi untuk menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencakup sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli terhadap sesama, kesantunan, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai. Dengan demikian, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, adil, dan sejahtera berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila.