Kiriman dibuat oleh Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani

A. menurut saya, saya setuju jika akhlak less bukan bagian dari budaya kita dan tidak semua anak zaman sekarang kurang sopan, nyatanya masih banyak anak zaman sekarang yang masih memperhatikan tata krama, hal positif yang dapat di ambil dalam artikel tersebut adalah kita harus menerapkan etika dan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari khususnya kesopanan, menghargai sesama manusia khususnya orang yang lebih tua dibanding kita dengan menunjukan tata krama kesopanan.

B. Pancasila sebagai sistem etika memiliki keterkaitan dengan isi artikel tersebut melalui poin-poin seperti keadilan sosial, persatuan Indonesia , dan Bhinneka Tunggal Ika. Artikel membahas perlunya menjaga budaya sopan santun, toleransi, dan menghindari perilaku negatif yang dapat merugikan orang lain, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan persatuan, keadilan, dan keragaman. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, masyarakat diharapkan dapat membangun sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

C. 1. Gotong Royong (Sila 1 - Ketuhanan Yang Maha Esa):
   - Penjelasan: Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam masyarakat. Ini sejalan dengan nilai ketuhanan yang menekankan persatuan dan kebersamaan.

2. Musyawarah Mufakat (Sila 3 - Persatuan Indonesia):
   - Penjelasan: Musyawarah mufakat menggambarkan semangat berdialog dan mencapai kesepakatan bersama. Ini mendukung nilai persatuan Indonesia yang menekankan pentingnya kesepakatan dalam keberagaman.

3. Bhinneka Tunggal Ika (Sila 5 - Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
   - Penjelasan: Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tapi tetap satu, mencerminkan toleransi terhadap keberagaman budaya, suku, dan agama. Ini sesuai dengan nilai keadilan sosial yang menekankan perlakuan yang adil bagi semua warga negara.

4. Pancasila sebagai Dasar Negara (Sila 2 - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
   -Penjelasan: Mengakui Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang adil dan beradab sesuai dengan nilai kemanusiaan yang adil.

5. Luhur Budi Pekerti (Sila 6 - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan):
   -Penjelasan: Luhur budi pekerti menekankan pentingnya memiliki moralitas tinggi dalam berperilaku, sesuai dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan.

Kearifan lokal ini mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yang secara keseluruhan mendukung sistem etika yang diakui oleh Pancasila.

D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai.Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana,dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etoskerja, dan seterusnya.Praktik kearifan lokal itulah mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terlaksana dalam kehidupan dengan tetap menjaga harmonisasi perbedaan. Pada akhirnya mengamalkan Pancasila berarti pula praktik berkearifan lokal.Cara menjaga dan melestarikan Pancasila dari fungsi Pancasila, tentunya terlihat bahwa Pancasila merupakan sesuatu yang esensial dalam kehidupan Indonesia.Oleh karena itu, perlu dilakukan hal-hal yang dapat melestarikanPancasila itu sendiri.Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari dan menyadari bahwa Pancasila merupakansesuatu yang relevan untuk dimengerti.

1. Pendidikan Nilai-nilai Pancasila:
   - Cara: Memasukkan pendidikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan. Membantu generasi muda memahami dan menghargai kearifan lokal yang sesuai dengan sistem etika Pancasila.

2. Promosi Budaya Lokal Melalui Media:
   - Cara: Menggunakan media massa untuk mempromosikan dan mendukung kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Membuat program televisi, radio, dan konten digital yang menyoroti nilai-nilai tersebut.

3. Aktif Berpartisipasi dalam Kegiatan Masyarakat:
   - Cara: Masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memupuk nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan perayaan budaya lokal. Ini memperkuat praktik kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengembangkan Kebijakan yang Mendukung Kearifan Lokal:
   - Cara: Pemerintah dapat merancang kebijakan yang mendukung pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melibatkan insentif untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal.

5. Melibatkan Komunitas Lokal:
   - Cara:Mendorong komunitas lokal untuk aktif dalam pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melalui pembentukan kelompok masyarakat, workshop budaya, dan program-program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan kombinasi upaya ini, masyarakat dapat secara efektif menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang sejalan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
A. menurut saya belajar menempuh pendidikan di tengah pandemi covid-19 cukup menjadi pelajaran baru, dalam dunia pendidikan sendiri, saya pribadi memiliki dua pandangan mengenai pembelajaran saat covid-19, hal yang paling menyulitkan bagi saya saat belajar daring dari rumah adalah ketika susah sinyal dan boros kuota internet jika tidak memasang wifi, sulit juga untuk memahami penjelasan dari guru saya karena saya karena jam pelajaran pun lebih singkat, dan ada beberapa guru juga yang metode pembelajarannya menggunakan video di youtube beliau dan menggunakan Google classroom, jika menggunakan video agak sulit dipahami terkadang harus berulang ulang kali melihatnya dan terkadang juga tanggat pengumpulan tugas pun lebih di percepat dan tidak boleh telat juga, jadi jika susah sinyal agak merugikan saya sebagai siswa karena ada pengurangan nilai, dampak positif yang bisa saya ambil adalah saya bisa melakukan aktifitas lain selain belajar seperti membantu orang tua dan lain lain, jadi proses pembelajaran pun tidak terlalu membosankan karena bisa di lakukan di mana pun.

B. Hal ini dapat di implementasikan dengan peranan guru dalam menanamkan nilai nilai pancasila yaitu dengan mengajar dan memberikan tugas pendidikan anti korupsi walaupun dalam pembelajaran jarak jauh, seperti membuat projek projek mengenai pendidikan anti korupsi, serta mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan biasanya memberikan tugas mengenai nilai nilai pancasila yang ada di sekitar kita atau di lingkungan kita, jadi walaupun diadakan pembelajaran jarak jauh ini tetap saja tugas tugas yang di berikan banyak yang menyangkut nilai nilai pancasila serta saat kita ujian pun ada pengawasan extra dari guru pengawas agar tidak ada murid yang mencontek dengan tidak di perbolehkannya membuka 2 aplikasi saat menggunakan Web ujian tersebut.

C. - Jujur : Berbicara atau menyampaikan hal yang benar.
- Disiplin : Berseragam sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.
- Tanggung Jawab : Mempunyai keberanian menanggung risiko atastindakan dan ucapannya
- Peduli : Mengenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle penting untuk dikenalkan pada anak dengan contoh nyata saat mengajarkan mereka soal menjaga lingkungan.
- Santun : Tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma-norma, seperti menyakiti ataupun menghina orang lain.
- Ramah Lingkungan : Mengurangin penggunaan plastik dengan cara mulai membawa tas belanja berbahan dasar kain agar tidak perlu membungkus barang belanjaan dengan plastik.
- Gotong Royong : Berdiskusi bersama teman untuk memecahkan suatu masalah.
- Cinta Damai : Mempererat tali persaudaraan dan menjaga persatuan dan kesatuan.

D. Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat adalah pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila, yang menjadi landasan filsafat dan ideologi negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima asas, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial.
Dalam pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila, masyarakat Indonesia diharapkan untuk:
• Berpikir: Masyarakat diharapkan untuk memahami dan merenungkan makna asas-asas Pancasila dalam konteks kehidupan sehari-hari, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat mengarahkan pengambilan keputusan yang bijak dan moral.
• Bersikap: Pancasila menuntut masyarakat untuk memiliki sikap saling menghargai, menjunjung tinggi keadilan, dan berperilaku adil dalam segala aspek kehidupan. Sikap ini juga mencakup sikap patriotisme terhadap negara dan kesadaran akan keberagaman budaya dan agama.
• Berperilaku: Masyarakat diharapkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari, seperti berkontribusi pada pembangunan negara, memajukan kesejahteraan bersama, dan berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat menjadi landasan moral dan etika bagi warga negara Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjaga kesatuan, kerukunan, dan kemajuan bangsa. Ini adalah konsep fundamental yang menghubungkan individu dengan negara dan masyarakat dalam semangat persatuan dan keadilan.