A. menurut saya, saya setuju jika akhlak less bukan bagian dari budaya kita dan tidak semua anak zaman sekarang kurang sopan, nyatanya masih banyak anak zaman sekarang yang masih memperhatikan tata krama, hal positif yang dapat di ambil dalam artikel tersebut adalah kita harus menerapkan etika dan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari khususnya kesopanan, menghargai sesama manusia khususnya orang yang lebih tua dibanding kita dengan menunjukan tata krama kesopanan.
B. Pancasila sebagai sistem etika memiliki keterkaitan dengan isi artikel tersebut melalui poin-poin seperti keadilan sosial, persatuan Indonesia , dan Bhinneka Tunggal Ika. Artikel membahas perlunya menjaga budaya sopan santun, toleransi, dan menghindari perilaku negatif yang dapat merugikan orang lain, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan persatuan, keadilan, dan keragaman. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, masyarakat diharapkan dapat membangun sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
C. 1. Gotong Royong (Sila 1 - Ketuhanan Yang Maha Esa):
- Penjelasan: Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam masyarakat. Ini sejalan dengan nilai ketuhanan yang menekankan persatuan dan kebersamaan.
2. Musyawarah Mufakat (Sila 3 - Persatuan Indonesia):
- Penjelasan: Musyawarah mufakat menggambarkan semangat berdialog dan mencapai kesepakatan bersama. Ini mendukung nilai persatuan Indonesia yang menekankan pentingnya kesepakatan dalam keberagaman.
3. Bhinneka Tunggal Ika (Sila 5 - Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
- Penjelasan: Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tapi tetap satu, mencerminkan toleransi terhadap keberagaman budaya, suku, dan agama. Ini sesuai dengan nilai keadilan sosial yang menekankan perlakuan yang adil bagi semua warga negara.
4. Pancasila sebagai Dasar Negara (Sila 2 - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
-Penjelasan: Mengakui Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang adil dan beradab sesuai dengan nilai kemanusiaan yang adil.
5. Luhur Budi Pekerti (Sila 6 - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan):
-Penjelasan: Luhur budi pekerti menekankan pentingnya memiliki moralitas tinggi dalam berperilaku, sesuai dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan.
Kearifan lokal ini mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yang secara keseluruhan mendukung sistem etika yang diakui oleh Pancasila.
D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai.Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana,dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etoskerja, dan seterusnya.Praktik kearifan lokal itulah mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terlaksana dalam kehidupan dengan tetap menjaga harmonisasi perbedaan. Pada akhirnya mengamalkan Pancasila berarti pula praktik berkearifan lokal.Cara menjaga dan melestarikan Pancasila dari fungsi Pancasila, tentunya terlihat bahwa Pancasila merupakan sesuatu yang esensial dalam kehidupan Indonesia.Oleh karena itu, perlu dilakukan hal-hal yang dapat melestarikanPancasila itu sendiri.Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari dan menyadari bahwa Pancasila merupakansesuatu yang relevan untuk dimengerti.
1. Pendidikan Nilai-nilai Pancasila:
- Cara: Memasukkan pendidikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan. Membantu generasi muda memahami dan menghargai kearifan lokal yang sesuai dengan sistem etika Pancasila.
2. Promosi Budaya Lokal Melalui Media:
- Cara: Menggunakan media massa untuk mempromosikan dan mendukung kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Membuat program televisi, radio, dan konten digital yang menyoroti nilai-nilai tersebut.
3. Aktif Berpartisipasi dalam Kegiatan Masyarakat:
- Cara: Masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memupuk nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan perayaan budaya lokal. Ini memperkuat praktik kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mengembangkan Kebijakan yang Mendukung Kearifan Lokal:
- Cara: Pemerintah dapat merancang kebijakan yang mendukung pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melibatkan insentif untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal.
5. Melibatkan Komunitas Lokal:
- Cara:Mendorong komunitas lokal untuk aktif dalam pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melalui pembentukan kelompok masyarakat, workshop budaya, dan program-program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan kombinasi upaya ini, masyarakat dapat secara efektif menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang sejalan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
B. Pancasila sebagai sistem etika memiliki keterkaitan dengan isi artikel tersebut melalui poin-poin seperti keadilan sosial, persatuan Indonesia , dan Bhinneka Tunggal Ika. Artikel membahas perlunya menjaga budaya sopan santun, toleransi, dan menghindari perilaku negatif yang dapat merugikan orang lain, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan persatuan, keadilan, dan keragaman. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, masyarakat diharapkan dapat membangun sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
C. 1. Gotong Royong (Sila 1 - Ketuhanan Yang Maha Esa):
- Penjelasan: Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam masyarakat. Ini sejalan dengan nilai ketuhanan yang menekankan persatuan dan kebersamaan.
2. Musyawarah Mufakat (Sila 3 - Persatuan Indonesia):
- Penjelasan: Musyawarah mufakat menggambarkan semangat berdialog dan mencapai kesepakatan bersama. Ini mendukung nilai persatuan Indonesia yang menekankan pentingnya kesepakatan dalam keberagaman.
3. Bhinneka Tunggal Ika (Sila 5 - Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
- Penjelasan: Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tapi tetap satu, mencerminkan toleransi terhadap keberagaman budaya, suku, dan agama. Ini sesuai dengan nilai keadilan sosial yang menekankan perlakuan yang adil bagi semua warga negara.
4. Pancasila sebagai Dasar Negara (Sila 2 - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
-Penjelasan: Mengakui Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan komitmen untuk menciptakan kehidupan yang adil dan beradab sesuai dengan nilai kemanusiaan yang adil.
5. Luhur Budi Pekerti (Sila 6 - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan):
-Penjelasan: Luhur budi pekerti menekankan pentingnya memiliki moralitas tinggi dalam berperilaku, sesuai dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan.
Kearifan lokal ini mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yang secara keseluruhan mendukung sistem etika yang diakui oleh Pancasila.
D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai.Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana,dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etoskerja, dan seterusnya.Praktik kearifan lokal itulah mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terlaksana dalam kehidupan dengan tetap menjaga harmonisasi perbedaan. Pada akhirnya mengamalkan Pancasila berarti pula praktik berkearifan lokal.Cara menjaga dan melestarikan Pancasila dari fungsi Pancasila, tentunya terlihat bahwa Pancasila merupakan sesuatu yang esensial dalam kehidupan Indonesia.Oleh karena itu, perlu dilakukan hal-hal yang dapat melestarikanPancasila itu sendiri.Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari dan menyadari bahwa Pancasila merupakansesuatu yang relevan untuk dimengerti.
1. Pendidikan Nilai-nilai Pancasila:
- Cara: Memasukkan pendidikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan. Membantu generasi muda memahami dan menghargai kearifan lokal yang sesuai dengan sistem etika Pancasila.
2. Promosi Budaya Lokal Melalui Media:
- Cara: Menggunakan media massa untuk mempromosikan dan mendukung kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Membuat program televisi, radio, dan konten digital yang menyoroti nilai-nilai tersebut.
3. Aktif Berpartisipasi dalam Kegiatan Masyarakat:
- Cara: Masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memupuk nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan perayaan budaya lokal. Ini memperkuat praktik kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mengembangkan Kebijakan yang Mendukung Kearifan Lokal:
- Cara: Pemerintah dapat merancang kebijakan yang mendukung pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melibatkan insentif untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal.
5. Melibatkan Komunitas Lokal:
- Cara:Mendorong komunitas lokal untuk aktif dalam pelestarian kearifan lokal. Ini bisa melalui pembentukan kelompok masyarakat, workshop budaya, dan program-program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan kombinasi upaya ini, masyarakat dapat secara efektif menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang sejalan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.