Nama: Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani
NPM: 2315031013
A. Sikap gotong royong saat ini dapat diwujudkan dengan menjalin kolaborasi antarindividu dan sektor dalam masyarakat untuk saling membantu mengatasi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia,dalam menghadapi berbagai persoalan dengan saling membantu dan mendukung sesama dalam mengatasi tantangan, seperti yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. Melibatkan diri dalam kegiatan sosial, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, dan saling peduli merupakan bentuk nyata dari sikap gotong royong yang dapat membantu membangun kebersamaan dalam masyarakat.
B. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar adalah dengan aktif berkomunikasi, saling menghormati perbedaan, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama. Dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan tempat tinggal saya, saya aktif membangun jembatan harmoni melalui berbagai upaya eksklusif. Saya secara terbuka berdialog dengan tetangga sekitar, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka, sehingga terjalin saling pengertian dan menghargai perbedaan.
C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasionalnya. Nilai-nilai ini mencerminkan pandangan, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh kelompok tersebut untuk membentuk karakteristiknya. Beberapa poin yang perlu dicatat terkait hal ini:
1. Identitas Kultural: Nilai-nilai dasar mencakup aspek-aspek kultural seperti bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai-nilai kepercayaan yang menjadi bagian integral dari identitas kelompok atau bangsa.
2. Sejarah dan Tradisi: Nilai-nilai dasar sering kali terkait erat dengan sejarah dan tradisi yang membentuk jati diri suatu kelompok. Peristiwa bersejarah dan pengalaman kolektif dapat memberikan dasar bagi nilai-nilai ini.
3. Pancasila sebagai Contoh: Di Indonesia, misalnya, Pancasila menjadi nilai dasar yang mencerminkan falsafah negara dan menjadi acuan identitas nasional. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, persatuan, dan demokrasi terwujud dalam Pancasila.
4. Pentingnya Kesamaan Nilai: Kesadaran dan pemahaman bersama terhadap nilai-nilai dasar menciptakan rasa solidaritas dan kesatuan di antara anggota kelompok atau bangsa.
5. Pengaruh Lingkungan dan Konteks:Nilai-nilai dasar juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan geografis, politik, dan sosial tempat kelompok atau bangsa berada.
Penting untuk diingat bahwa nilai-nilai dasar ini dapat berkembang seiring waktu, dan interpretasi serta penafsiran setiap individu.
C. Sikap para pendiri bangsa Indonesia dalam menanggapi perbedaan pendapat dan merumuskan kembali Pancasila mencerminkan sikap yang bijaksana dan inklusif. Tindakan mereka untuk mencari kesepakatan dengan mengganti formulasi yang dapat menjadi hambatan menunjukkan semangat kompromi dan keinginan untuk menjaga kesatuan dalam keberagaman.
Penting untuk mengambil pembelajaran dari sikap tersebut, terutama dalam konteks masa kini. Di tengah perbedaan pandangan dan keberagaman masyarakat Indonesia, sikap inklusif, dialog terbuka, dan semangat kompromi masih sangat relevan. Mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan menghormati perbedaan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang kokoh dan bersatu.
Sikap para pendiri bangsa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita sebagai bangsa di masa sekarang untuk mengatasi perbedaan dengan cara yang saling menghormati dan menghargai, sekaligus menjaga kesatuan dalam keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
NPM: 2315031013
A. Sikap gotong royong saat ini dapat diwujudkan dengan menjalin kolaborasi antarindividu dan sektor dalam masyarakat untuk saling membantu mengatasi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia,dalam menghadapi berbagai persoalan dengan saling membantu dan mendukung sesama dalam mengatasi tantangan, seperti yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. Melibatkan diri dalam kegiatan sosial, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, dan saling peduli merupakan bentuk nyata dari sikap gotong royong yang dapat membantu membangun kebersamaan dalam masyarakat.
B. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar adalah dengan aktif berkomunikasi, saling menghormati perbedaan, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama. Dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan tempat tinggal saya, saya aktif membangun jembatan harmoni melalui berbagai upaya eksklusif. Saya secara terbuka berdialog dengan tetangga sekitar, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka, sehingga terjalin saling pengertian dan menghargai perbedaan.
C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasionalnya. Nilai-nilai ini mencerminkan pandangan, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh kelompok tersebut untuk membentuk karakteristiknya. Beberapa poin yang perlu dicatat terkait hal ini:
1. Identitas Kultural: Nilai-nilai dasar mencakup aspek-aspek kultural seperti bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai-nilai kepercayaan yang menjadi bagian integral dari identitas kelompok atau bangsa.
2. Sejarah dan Tradisi: Nilai-nilai dasar sering kali terkait erat dengan sejarah dan tradisi yang membentuk jati diri suatu kelompok. Peristiwa bersejarah dan pengalaman kolektif dapat memberikan dasar bagi nilai-nilai ini.
3. Pancasila sebagai Contoh: Di Indonesia, misalnya, Pancasila menjadi nilai dasar yang mencerminkan falsafah negara dan menjadi acuan identitas nasional. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, persatuan, dan demokrasi terwujud dalam Pancasila.
4. Pentingnya Kesamaan Nilai: Kesadaran dan pemahaman bersama terhadap nilai-nilai dasar menciptakan rasa solidaritas dan kesatuan di antara anggota kelompok atau bangsa.
5. Pengaruh Lingkungan dan Konteks:Nilai-nilai dasar juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan geografis, politik, dan sosial tempat kelompok atau bangsa berada.
Penting untuk diingat bahwa nilai-nilai dasar ini dapat berkembang seiring waktu, dan interpretasi serta penafsiran setiap individu.
C. Sikap para pendiri bangsa Indonesia dalam menanggapi perbedaan pendapat dan merumuskan kembali Pancasila mencerminkan sikap yang bijaksana dan inklusif. Tindakan mereka untuk mencari kesepakatan dengan mengganti formulasi yang dapat menjadi hambatan menunjukkan semangat kompromi dan keinginan untuk menjaga kesatuan dalam keberagaman.
Penting untuk mengambil pembelajaran dari sikap tersebut, terutama dalam konteks masa kini. Di tengah perbedaan pandangan dan keberagaman masyarakat Indonesia, sikap inklusif, dialog terbuka, dan semangat kompromi masih sangat relevan. Mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan menghormati perbedaan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang kokoh dan bersatu.
Sikap para pendiri bangsa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita sebagai bangsa di masa sekarang untuk mengatasi perbedaan dengan cara yang saling menghormati dan menghargai, sekaligus menjaga kesatuan dalam keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.