Kiriman dibuat oleh Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

oleh Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani -
Nama: Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani
NPM: 2315031013

A. Sikap gotong royong saat ini dapat diwujudkan dengan menjalin kolaborasi antarindividu dan sektor dalam masyarakat untuk saling membantu mengatasi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia,dalam menghadapi berbagai persoalan dengan saling membantu dan mendukung sesama dalam mengatasi tantangan, seperti yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. Melibatkan diri dalam kegiatan sosial, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, dan saling peduli merupakan bentuk nyata dari sikap gotong royong yang dapat membantu membangun kebersamaan dalam masyarakat.

B. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar adalah dengan aktif berkomunikasi, saling menghormati perbedaan, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama. Dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan tempat tinggal saya, saya aktif membangun jembatan harmoni melalui berbagai upaya eksklusif. Saya secara terbuka berdialog dengan tetangga sekitar, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka, sehingga terjalin saling pengertian dan menghargai perbedaan.

C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasionalnya. Nilai-nilai ini mencerminkan pandangan, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh kelompok tersebut untuk membentuk karakteristiknya. Beberapa poin yang perlu dicatat terkait hal ini:
1. Identitas Kultural: Nilai-nilai dasar mencakup aspek-aspek kultural seperti bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai-nilai kepercayaan yang menjadi bagian integral dari identitas kelompok atau bangsa.
2. Sejarah dan Tradisi: Nilai-nilai dasar sering kali terkait erat dengan sejarah dan tradisi yang membentuk jati diri suatu kelompok. Peristiwa bersejarah dan pengalaman kolektif dapat memberikan dasar bagi nilai-nilai ini.
3. Pancasila sebagai Contoh: Di Indonesia, misalnya, Pancasila menjadi nilai dasar yang mencerminkan falsafah negara dan menjadi acuan identitas nasional. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, persatuan, dan demokrasi terwujud dalam Pancasila.
4. Pentingnya Kesamaan Nilai: Kesadaran dan pemahaman bersama terhadap nilai-nilai dasar menciptakan rasa solidaritas dan kesatuan di antara anggota kelompok atau bangsa.
5. Pengaruh Lingkungan dan Konteks:Nilai-nilai dasar juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan geografis, politik, dan sosial tempat kelompok atau bangsa berada.
Penting untuk diingat bahwa nilai-nilai dasar ini dapat berkembang seiring waktu, dan interpretasi serta penafsiran setiap individu.

C. Sikap para pendiri bangsa Indonesia dalam menanggapi perbedaan pendapat dan merumuskan kembali Pancasila mencerminkan sikap yang bijaksana dan inklusif. Tindakan mereka untuk mencari kesepakatan dengan mengganti formulasi yang dapat menjadi hambatan menunjukkan semangat kompromi dan keinginan untuk menjaga kesatuan dalam keberagaman.
Penting untuk mengambil pembelajaran dari sikap tersebut, terutama dalam konteks masa kini. Di tengah perbedaan pandangan dan keberagaman masyarakat Indonesia, sikap inklusif, dialog terbuka, dan semangat kompromi masih sangat relevan. Mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan menghormati perbedaan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang kokoh dan bersatu.
Sikap para pendiri bangsa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita sebagai bangsa di masa sekarang untuk mengatasi perbedaan dengan cara yang saling menghormati dan menghargai, sekaligus menjaga kesatuan dalam keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

oleh Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani -
Nama: Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani
NPM:2315031013

1. Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran berbangsa serta bernegara. Melalui pemahaman nilai-nilai Pancasila, mahasiswa atau generasi muda dapat menginternalisasi prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan negara Indonesia. Urgensinya terletak pada kemampuan untuk membentuk kepribadian yang berkarakter, menghormati perbedaan, serta berkontribusi positif dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.

2. Hal paling pokok dari pendidikan Pancasila adalah pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai dasar Pancasila, seperti ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial. Pemahaman ini menjadi landasan untuk menghadapi perubahan dengan sikap yang terbuka, toleran, dan mampu beradaptasi. Manfaatnya dalam menghadapi masa depan adalah membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kemampuan berkontribusi positif dalam mengatasi tantangan zaman.

3. Faktor penghambat diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu adanya mindset bahwa tidak ada kaitannya antara pendidikan Pancasila yang ada dengan matakuliah di setiap program dan jurusan yang ditempuh oleh mahasiswa dikarenakan dalam perguruan tinggi, jurusan atau program studi yang dipilih oleh masing-masing mahasiswa sudah bersifat spesifik atau mengarah ke suatu disiplin ilmu tertentu, tidak seperti pendidikan pada bangku SD, SMP, dan SMK/SMK yang masih bersifat umum sehingga harus mempelajari semua mata pelajaran yang ada dan mindset bahwa sudah cukup untuk mendapatkan pendidikan Pancasila pada bangku SD dan SMP sampai SMA/SMK sehingga pada saat berada di perguruan tinggi tidak diperlukan lagi pendidikan Pancasila. Faktor penunjang di berlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah adanya pemikiran bahwasangat pentingnya pendidikan Pancasila selama berada di setiap jenjang pendidikan untuk meningkatkan rasa nasionalisme terhadap negara Indonesia, dapat memaknai peristiwa sejarahdan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia karena pengaruh globalisasi yang menyebabkan teknologi semakin hari semakin canggih yang menyebabkan pengaruh dari budaya dan negara luar sangat mudah untuk mempengaruhi kita sehingga rasanasionalisme terhadap negara Indonesia menjadi berkurang dan timbul hal-hal yang dapat menyebabkan runtuhnya persatuan Indonesia, oleh karena itu diperlukan pendidikan Pancasila agar dapat mencegah hal tersebut dan faktor penunjang lainnya adalah adanya ketentuan dalam pasal 35 ayat (3) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi itu wajib diselenggarakan dan sebaiknya diselenggarakan sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri danharus dimuat dalam kurikulum masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberadaan mata kuliah pendidikan Pancasila merupakan kehendak negara, bukan kehendak perseoranganatau golongan, demi terwujudnya tujuan negara.

4. Relasi antara pendidikan Pancasila dan program studi/jurusan saya, sebagai model bahasa AI, dapat dipahami dalam konteks penerapan teknologi dan kecerdasan buatan. Dalam hal ini, pendidikan Pancasila memiliki peran dalam membimbing pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945, Pasal 31 Ayat (4), adalah memberikan pendidikan yang bermutu. Dalam konteks program studi/jurusan saya, pendidikan Pancasila dapat berkontribusi dengan:

1. Etika dan Tanggung Jawab: Mengajarkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Inklusivitas: Mendorong pengembangan teknologi yang inklusif, menghormati keberagaman, dan meminimalkan potensi dampak negatif pada masyarakat.

3. Kemandirian:Mendorong kemandirian dan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, pendidikan Pancasila dihubungkan dengan program studi/jurusan saya untuk mendukung pengembangan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai moral dan sosial yang dijunjung tinggi oleh negara.

Teknik elektro C 23 -> Video pemeblajaran

oleh Alisya Salsabila Fadwa Rahmadhani -
NAMA: ALISYA SALSABILA FADWA RAHMADHANI
NPM: 2315031013



Menurut pendapat saya berdasarkan video pembelajaran tersebut, digambarkan bahwa Pancasila sebagai pengembangan IPTEK dapat menjadi landasan yang kuat dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memadukan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK, kita dapat menciptakan inovasi yang berkelanjutan, etis, dan berdampak positif bagi masyarakat. Ini juga dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi diarahkan untuk kepentingan bersama dan sesuai dengan nilai-nilai moral Pancasila.
NAMA: Alisya Salsabila F.R
NPM: 2315031013

menurut saya " Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"
Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dapat memberikan landasan moral dan etika yang kuat dalam menyikapi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, mahasiswa dapat mengintegrasikan aspek keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan keadilan dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Mahasiswa sebagai generasi muda
sebaiknya menjaga kepribadian bangsa
dalam menghadapi tantangan
perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi
pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga
budaya yang masuk tidak merugikan dan
berdampak negatif kepada bangsa
Indonesia dan harus tetap berpegang teguh
kepada Pancasila sebagai dasar negara
sehingga perkembangan Iptek bisa
membantu pembangunan dan
perkembangan Negara.