Kiriman dibuat oleh Muhammad Nazer Putra

Nama : Muhammad Nazer Putra
NPM : 2352011137

1. Masalah sosial merujuk pada kondisi atau isu-isu yang mempengaruhi masyarakat secara luas, menciptakan ketidaksetaraan, ketidakadilan, atau ketidakpuasan. Contoh masalah sosial meliputi kemiskinan, ketidaksetaraan gender, pengangguran, dan ketidaksetaraan dalam pendidikan.

2. Masalah hukum lebih berfokus pada aspek hukum atau pelanggaran aturan dan norma-norma yang telah ditetapkan dalam suatu masyarakat. Ini melibatkan proses hukum dan pertanggungjawaban hukum.

Contoh masalah sosial: Ketidaksetaraan pendapatan yang luas di suatu negara yang dapat menyebabkan ketidakadilan sosial.
Contoh masalah hukum: Kasus pelanggaran hak cipta di mana seseorang menggunakan karya tanpa izin dari pemiliknya, melibatkan pertimbangan hukum terkait hak kekayaan intelektual.
Nama : Muhammad Nazer Putra
NPM : 2352011137

Perubahan sosial merujuk pada transformasi dalam struktur, perilaku, dan interaksi antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Sementara perubahan budaya berkaitan dengan modifikasi nilai-nilai, norma, kepercayaan, serta unsur-unsur budaya lainnya dalam suatu kelompok manusia. Kedua konsep ini saling terkait, karena perubahan budaya seringkali menjadi penyebab atau hasil dari perubahan sosial dalam suatu masyarakat.

Perubahan sosial dan kebudayaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan saling terkait. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat memicu perubahan baik dalam struktur sosial maupun budaya masyarakat:

1.Faktor Teknologi:

Kemajuan teknologi sering menjadi pendorong utama perubahan. Penemuan baru dan perkembangan teknologi dapat mengubah cara orang bekerja, berkomunikasi, dan hidup sehari-hari.
2.Faktor Ekonomi:
Perubahan dalam sistem ekonomi, seperti transisi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri, dapat memicu perubahan sosial dan budaya. Pertumbuhan ekonomi, resesi, dan distribusi kekayaan juga dapat mempengaruhi struktur sosial.
3.Faktor Politik:
Perubahan dalam sistem politik, revolusi, atau transisi ke bentuk pemerintahan yang berbeda dapat membawa perubahan besar dalam masyarakat dan budaya.
4.Faktor Lingkungan:
Perubahan dalam lingkungan fisik, seperti bencana alam atau perubahan iklim, dapat memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dan mengubah pola perilaku mereka.
5.Faktor Demografi:
Pertumbuhan penduduk, penurunan tingkat kelahiran, atau perubahan dalam struktur usia dapat mempengaruhi tata sosial dan budaya.
6.Faktor Globalisasi:
Interaksi yang semakin intensif antarbangsa dan perkembangan transportasi dan komunikasi memungkinkan pertukaran ide, budaya, dan gaya hidup di seluruh dunia.
7.Faktor Sosial:
Perubahan dalam nilai-nilai, norma sosial, dan struktur keluarga dapat memicu perubahan sosial dan budaya. Pergeseran dalam pandangan masyarakat terhadap isu-isu seperti hak asasi manusia dan kesetaraan gender juga dapat memainkan peran.
8.Faktor Pendidikan:
Perubahan dalam sistem pendidikan, pengetahuan, dan akses pendidikan dapat memengaruhi cara masyarakat memandang dunia dan nilai-nilai yang dipegang.
9.Faktor Budaya Internal:
Perubahan budaya juga dapat dipicu oleh faktor internal, seperti inovasi budaya, reinterpretasi tradisi, atau perubahan dalam seni dan ekspresi kreatif.
10.Faktor Konflik dan Perubahan Sosial:
Konflik sosial, termasuk konflik antar kelompok atau kelas, dapat memicu perubahan sosial. Kadang-kadang, konflik membawa tentang restrukturisasi masyarakat.
11.Faktor Mode dan Media:
Perubahan dalam tren mode, media massa, dan hiburan dapat memiliki dampak besar terhadap budaya populer dan nilai-nilai yang diterima dalam masyarakat.
Faktor-faktor ini seringkali saling terkait dan dapat memicu perubahan kompleks dalam masyarakat. Penting untuk memahami bahwa perubahan sosial dan budaya adalah proses yang berlangsung seiring waktu dan melibatkan berbagai dinamika yang berubah.

Film tersebut menggambarkan dengan baik dinamika perubahan sosial budaya di Indonesia, menyajikan variasi dalam cara hidup masyarakat melalui aspek agama, adat-istiadat, bahasa, teknologi, seni, dan nilai-nilai sosial. Pemaparan tentang faktor pendorong perubahan seperti teknologi, globalisasi, dan perkembangan ekonomi memberikan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, contoh konkret seperti urbanisasi, perubahan peran gender, dan budaya konsumsi memberikan gambaran yang nyata tentang perubahan tersebut. Video yang menyoroti pergeseran dari komunikasi surat menjadi komunikasi melalui handphone serta transformasi dalam sistem jual beli dari pasar tradisional ke belanja online memberikan kejelasan yang menarik. Overall, film tersebut memberikan pandangan yang komprehensif dan relevan terkait evolusi sosial budaya di masyarakat Indonesia.
Nama : Muhammad Nazer Putra
NPM : 2352011137

1. Bagaimanakah bentuk dari kelompok petembayan?
Petembayan adalah kelompok sosial yang anggota anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek
ciri cirinya hubungan antaranggota bersifat formal, memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal, memperhitungkan nilai guna, dan lebih didasarkan pada kenyataan sosial.

2. Bagaimanakah bentuk kelompok sosial menurut Ferdinand tonnies?
Ferdinand Tonnies membagi kelompok menjadi dua, yaitu :
gemeinschaft (paguyuban)
Penguyuban adalah kelompok sosial yang anggota anggotanya memiliki ikatan batin yang murni bersifat alamiah dan kekal.
gesselschaft (patembayan)
Petembayan adalah kelompok soaial yang anggota anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangla watu yang pendek.

3.. apakah perbedaan antara kelompok formal dan kelompok informal?
Perbedaan kelompok formal dan informal yakni :
- Kelompok yang dibentuk oleh manajemen organisasi untuk menyelesaikan tugas tertentu dikenal sebagai Kelompok Formal. Kelompok yang dibentuk oleh karyawan itu sendiri sesuai dengan kesukaan dan prasangkanya disebut Kelompok Informal.

- Kelompok formal sengaja dibentuk oleh organisasi, sedangkan kelompok informal dibentuk secara sukarela.

- Kelompok formal mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok informal. Selain itu, mungkin ada sub-kelompok dalam satu kelompok formal.

- Struktur kelompok formal dirancang secara hierarkis sedangkan kelompok informal tidak memiliki struktur atau dikatakan tidak memiliki struktur.