གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Auren Wang

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Video yang berjudul “Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari” menjelaskan tentang makna beserta implementasi dari nilai pancasila. Video tersebut juga menyampaikan pengenalan pancasila yang mencakup lambang negara dan lambang sila-sila dari pancasila tersebut. Makna dan implementasi dari pancasila dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa):
Sila pertama dilambangkan dengan bintang yang berarti mengajak rakyat Indonesia untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya. Contoh bentuk Implementasi dari sila ini dapat dilakukan dengan bersyukur kepada Tuhan, melaksanakan ibadah sesuai agama, tidak memaksakan agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan, menghormati agama orang lain.

2. Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
Pada sila kedua, lambang dari sila ini dilambangkan sebagai rantai yang berarti hendaknya setiap individu dapat saling mencintai sesama manusia. Contoh bentuk implementasi dari sila ini dapat dilakukan dengan membantu korban bencana alam, membantu adik belajar, tidak berbuat kasar kepada orang lain, menolong teman yang kesulitan, serta bersikap sopan kepada orangtua.

3. Sila Ketiga (Persatuan Indonesia):
Lambang yang digunakan dalam sila ketiga adalah pohon beringin dengan harapan agar masyarakat Indonesia dapat memiliki rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia. Adapun contoh pengamalan dari sila ketiga seperti mengikuti upacara bendera dengan tertib, bangga menggunakan produk buatan Indonesia, bermain dengan rukun tanpa membedakan suku dan agama, serta melestarikan budaya daerah.

4. Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan):
Lambang yang digunakan oleh sila keempat adalah kepala banteng. Sila ini dapat berarti untuk mengajak bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Adapun contoh pengamalan: dari sila keempat seperti menyampaikan pendapat dan berdiskusi, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, menghargai pendapat orang lain, musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

5. Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
Sila kelima ini dilambangkan dengan padi dan kapas. Sila kelima dimaksudkan untuk mengajak setiap orang untuk bersikap adil terhadap sesama. Adapun contoh pengamalan dari sila kelima yaitu, tidak berbuat curang, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, bergotong-royong membersihkan kelas.

Dalam hal ini, dibutuhkan suatu pendekatan yang komprehensif dan relevan guna meneladani dan menerapkan nilai-nilai tersebut agar dapat menghadapi segala jenis tantangan, khususnya di kalangan generasi saat ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menanamkan makna Pancasila melalui pendidikan formal dan informal yang mengintegrasikan nilai-nilainya ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini, setiap orang harus mampu menunjukkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka dan bagaimana mereka dapat menangani tantangan zaman sekarang. Selain itu, nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui platform digital dan media sosial seperti mengadakan webinar yang membahas tentang nilai dan etika Pancasila serta membuat video edukasi tentang implementasinya.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal-2

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Jurnal yang berjudul "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja" oleh H. Wanto Rivaie membahas mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dan kesadaran budaya di kalangan remaja Indonesia dengan menekankan bimbingan dan kasih sayang orang tua dalam lingkungan keluarga. Jurnal ini menyoroti tantangan seperti kenakalan remaja dan kebutuhan akan pendekatan pendidikan yang fokus pada perilaku afektif dan mulia.

Abstrak dalam jurnal ini membahas bagaimana kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam hal nilai-nilai moral dan budaya,khususnya di kalangan remaja. Peneliti menekankan bagaimana kasih sayang orang tua membentuk generasi yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti di masa depan. Dalam abstrak ini, dicatat bahwa masalah kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan narkoba menjadi gejala dari krisis kesehatan mental yang lebih luas di kalangan remaja. Oleh karena itu, upaya pendidikan harus difokuskan pada perilaku dan emosional yang berbudi pekerti.

Jurnal tersebut juga membahas masalah yang dihadapi oleh pemuda Indonesia, termasuk peningkatan kenakalan remaja dan penggunaan narkoba. Hal ini menekankan betapa pentingnya orang tua terlibat dan sayang dalam pengasuhan agar anak-anak menjadi bertanggung jawab. Peneliti jga mencakup bagaimana pentingnya metode pendidikan yang memprioritaskan pengembangan emosional dan etika yang dibahas dalam jurnal ini.

Dalam kasus ini, peneliti menekankan betapa pentingnya menanamkan perilaku mulia dan akuntabilitas pada generasi muda sejak usia dini, menggunakan prinsip agama sebagai panduan untuk membina nilai-nilai ini. Oleh sebab itu, peranan strategis dalam dunia pendidikan agama sangatlah perlu diterapkan dalam pembentukan perilaku peserta didik agar meminimalisir adadnya degradasi moral di situasi masyarakat yang cenderung pluralistis. Selain itu, jurnal ini juga menyelidiki bagaimana perkembangan moral dan perilaku di kalangan pemuda Indonesia dengan menggunakan berbagai teori psikologis.

1. Psikoanalisis:
Teori ini mempelajari bagaimana tiga komponen kepribadian berinteraksi satu sama lain: Id (insting dasar), Ego (perantara antara keinginan dan kenyataan), dan Superego (moral conscience). Ini menunjukkan bagaimana komponen ini berdampak pada perilaku dan pengambilan keputusan moral.

2. Behaviorisme:
Teori ini menekankan perilaku yang dapat diamati serta gagasan bahwa orang adalah makhluk reaktif yang merespons lingkungan mereka. Ini menekankan betapa pentingnya pengalaman dalam membentuk perilaku, melihat manusia secara mekanistik.

3. Kondisi Operan:
Teori ini didasarkan pada BF Skinner dan menekankan bagaimana hadiah dan penguatan membentuk perilaku, menunjukkan bahwa respons yang dipelajari dapat mengontrol dan memprediksi perilaku.

4. Teori Pembelajaran Sosial:
Teori ini diciptakan oleh Albert Bandura dan menyatakan bahwa pengkondisian tidak cukup untuk memahami semua perilaku sehingga penting untuk mendemonstrasikan pembelajaran melalui pengamatan dan bagaimana interaksi sosial mempengaruhi perilaku.

Di dalam jurnal tersebut, peneliti menekankan bagaimana peran penting pendidikan mampu membentuk nilai-nilai moral di kalangan remaja Indonesia serta pentingnya upaya kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk individu yang bertanggung jawab dan bermoral baik. Peneliti juga menegaskan pendidikan moral harus mengintegrasikan pendekatan kognitif, afektif, dan berbasis keterampilan untuk mengembangkan kepribadian yang seimbang serta keseimbangan antara pengetahuan, nilai-nilai moral, dan keterampilan praktis untuk beradaptasi dengan masyarakat yang terus berubah. Hal tersebut agar dapat memastikan bahwa individu tetap berpegang pada etika dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, sehingga memperkuat gagasan bahwa pendidikan moral adalah dasar bagi generasi mendatang.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Jurnal dengan judul "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" membahas tentang bagaimana peran pendidikan nilai dan moral dalam kurikulum pendidikan di Aceh, Indonesia. Jurnal ini menyoroti pentingnya pendidikan dalam membentuk moral siswa khususnya dalam konteks ajaran Islam sebagaimana diamanatkan oleh peraturan daerah (Qanun). Jurnal ini juga mengkaji bagaimana praktik pendidikan di Aceh dirancang untuk mencerminkan dan mempromosikan nilai-nilai Islam sambil mematuhi standar pendidikan nasional.

Pada bagian abstrak artikel jurnal, para peneliti menguraikan peran penting pendidikan dalam membentuk akhlak siswa di tengah perubahan sosial yang cepat di Aceh dengan menyelaraskan praktik pendidikan pada ajaran Islam. Pemerintah Aceh bertujuan untuk menyediakan pendidikan yang tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga menggabungkan nilai-nilai Islam, mempromosikan budaya yang mencerminkan ajaran-ajaran ini di semua unit pendidikan.

Metode yang digunakan oleh para peneliti dalam artikel jurnal ini mencakup pendekatan kualitatif yang difokuskan pada analisis penerapan kurikulum Islam dalam lingkungan pendidikan di Aceh. Mereka meneliti keselarasan praktik pendidikan dengan peraturan daerah (Qanun) dan ajaran Islam.

Bagian hasil dan pembahasan dari artikel jurnal tersebut mengungkap beberapa temuan utama terkait penerapan kurikulum Islam di Aceh. Adapun pembahasan yang di kaji dalam jurnal sebagai berikut:
1. Tantangan Penerapan:
Pada bagian ini, para peneliti menyoroti pemerintah Aceh yang mulai menerapkan kurikulum Islam pada tahun 2018. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan pendidikan dengan konteks sosial budaya daerah tersebut. Namun, banyak sekolah melaporkan bahwa peluncurannya terburu-buru, yang menyebabkan persiapan dan dukungan yang tidak memadai dari otoritas terkait. Kurangnya keseriusan ini mengakibatkan terputusnya hubungan antara kebijakan dan praktik.

2. Penerapan Terbatas:
Para peneliti mempresentasikan hasil pemantauan dalam jurnal tersebut yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 7% sekolah yang secara efektif berupaya menerapkan kurikulum Islam. Banyak pendidik memandang kurikulum tersebut lebih sebagai konsep teoritis daripada kerangka kerja praktis, yang menyebabkan variasi dalam cara menafsirkan dan menerapkannya.

3. Masalah Integrasi:
Ketika beberapa guru berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, terdapat banyak individu yang kesulitan untuk mengartikulasikan bagaimana integrasi ini harus terjadi. Penerapan kurikulum sering kali mencerminkan kerangka kerja pendidikan sebelumnya, tanpa pedoman yang jelas tentang penggabungan prinsip-prinsip Islam.

4. Perlunya Dukungan Komprehensif:
Hasil penelitian menyoroti perlunya pelatihan komprehensif bagi para pendidik, serta pengembangan sumber daya dan infrastruktur yang tepat untuk mendukung implementasi kurikulum Islam yang efektif. Tanpa unsur-unsur ini, kurikulum tetap tidak didefinisikan secara memadai dan diterapkan secara tidak konsisten.

5. Implikasi Budaya dan Moral:
Pembahasan tersebut menekankan pentingnya pendidikan dalam mengembangkan karakter moral dan menumbuhkan lingkungan yang kaya budaya yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Para penulis berpendapat bahwa integrasi nilai-nilai ini secara sukses sangat penting untuk menumbuhkan masyarakat yang bermoral dan bermartabat di Aceh.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menggarisbawahi kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam mengoperasionalkan kurikulum Islam, yang menyerukan pendekatan yang lebih terstruktur untuk memastikan efektivitas dan keselarasannya dengan tujuan pendidikan dan budaya.

Pada bagian kesimpulan yang diuraikan oleh dari artikel jurnal tersebut, para peneliti menekankan bahwa peran penting pendidikan dalam membentuk nilai-nilai moral dan identitas budaya di Aceh sangatlah diperlukan bagi siswa. Secara keseluruhan, kesimpulan tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan praktik pendidikan dengan nilai-nilai lokal untuk membina masyarakat Aceh yang bertanggung jawab secara moral dan kaya secara budaya.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal-1

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Jurnal ini membahas tentang bagaimana penerapan nilai-nilai moral Pancasila dalam membina generasi antikorupsi di kalangan siswa sekolah dasar di Kupang Tengah. Jurnal ini juga menekankan menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini untuk menanggulangi pengaruh negatif yang dapat menyebabkan korupsi. Oleh sebab itu, bentuk implementasi nilai-nilai moral Pancasila sangatlah diperlukan bagi siswa dengan tujuan agar dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa sejak dini serta mempersiapkan mereka untuk melawan pengaruh negatif di masa depan. Penerapan tersebut dapat mencakup :
1. Melaksanakan sesi pendidikan bagi siswa di mana nilai-nilai utama seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keadilan diajarkan.

2. Melibatkan siswa melalui kuis dan diskusi yang memperkuat nilai-nilai moral yang diajarkan agar menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan efektif serta penyampaian materi dapat mudah dipahami

3. Melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat luas untuk mendukung pendidikan nilai-nilai moral, sehingga menciptakan pendekatan holistik.

4. Mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai dalam situasi kehidupan nyata untuk mengembangkan pemahaman dan komitmen yang lebih dalam terhadap prinsip-prinsip antikotika.
 
Pada segmen hasil dan pembahasan, jurnal ini menyoroti bagaimana penerapan nilai-nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah dengan fokus pada penanaman prinsip-prinsip antikorupsi di kalangan siswa. Dalam penerapannya tersebut, peneliti menggunakan metode abdimas dengan tujuan menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan. 

Program yang di adakan di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ini bertujuan untuk menumbuhkan generasi yang mewujudkan nilai-nilai Pancasila untuk menghadapi tantangan masyarakat dan mempromosikan standar moral. Program ini menekankan bahwa hubungan antara nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip hukum mampu menyoroti pentingnya nilai-nilai yang jelas dan dapat ditindaklanjuti dalam membentuk perilaku yang baik. Hal ini menunjukkan pendidikan moral sejak dini dapat secara efektif memerangi korupsi dengan menumbuhkan sikap dan perilaku positif pada siswa, sehingga berkontribusi pada perilaku yang lebih etis.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Auren Wang གིས-

Nama: Auren Wang

Kelas: 3F

NPM: 2313053184


Jurnal tersebut berjudul "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" yang ditulis oleh Iwan Fajri dkk. Jurnal ini mengkaji tentang bagaimana implementasi pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan di Provinsi Aceh, Indonesia.


A. Abstrak :

Pada bagian abstrak di dalam jurnal tersebut, jurnal ini membahas tentang bagaimana pendidikan dapat memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik yang hendaknya dapat diselenggarakan khususnya di Provinsi Aceh. Dalam hal ini, implementasi terhadap pendidikan di aceh mengacu pada Qanun Aceh yang pelaksanaannya sudah Islami sesuai dengan indikator sistem pengelolaan sekolah yang memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun serta berbasis dengan syariat islam. 


B. Pendahuluan:

Pada bagian pendahuluan, jurnal ini membahas tentang bagaimana pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh yang berkaitan dengan pengembangan moral siswa. Dalam hal ini, peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh dikalangan peserta didik yang dilatar belakangi oleh perubahan pesat dalam kehidupan sosial yang berdampak pada moral siswa, terutama remaja. Oleh sebab itu, pemerintah Aceh mengimplementasikan pendidikan sesuai dengan kekhususan dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai syariat Islam selain mengikuti sistem pendidikan nasional.


C. Tinjauan Literatur:

Tinjauan literatur dalam jurnal ini mengkaji konsep mengenai pendidikan nilai dan moral dari berbagai pakar. Berdasarkan literatur yang ada, konsep mengenai moral dalam islam memiliki sedikit referensi yang lebih relevan dengan istilah islam. Nilai-nilai moral dalam Islam bertujuan untuk menentukan aktivitas manusia dalam masyarakat Muslim, dan untuk mengontrol perilaku mereka dalam upaya membentuk perilaku konkrit dari moral yang baik sesuai dengan Qanun Aceh. 


D. Metode Penelitian:

Metode penelitian yang dipakai jurnal ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dimana data yang didapatkan oleh penulis dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait.


E. Pembahasan:

Dalam segmen pembahasan, jurnal ini membahas soal Aceh yang berharap pada penerapan sistem pendidikan Islam berdasarkan Qanun No. 9 Tahun 2015 dapat mewujudkan proses pendidikan di Aceh secara islami di seluruh aspek satuan pendidikan di wilayah Aceh serta mengintegrasikan budaya Islam dalam proses pendidikan di Aceh yang tentunya hanya berpedoman pada ajaran Islam dan budaya Aceh saja. Jurnal ini juga membahas terkait kurikulum pendidikan di Aceh menerapkan kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal berbasis Islam yang penerapannya mencakup nilai dan moral melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. Implementasi terhadap pelaksanaan kurikulum tersebut dilakukan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah yang Islami guna membentuk karakter siswa sesuai ajaran Islam dan budaya Aceh.


F. Kesimpulan:

Dalam hal ini, penelti mengambil keismpulan bahwasannya pendidikan nilai dan moral di Aceh memadukan kurikulum nasional dan kurikulum berbasis Islam. Implementasi terhadap kurikulum tersebut telah terintegrasi dalam seluruh aspek pendidikan di sekolah dan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Hal ini bertujuan agar dapat membentuk generasi muda Aceh yang berakhlak mulia sesuai syariat Islam dan budaya Aceh.


G. Analisis:

Berdasarkan hasil analisis saya, jurnal ini memberikan gambaran komprehensif tentang sistem pendidikan di Aceh yang unik karena memadukan kurikulum nasional dan kurikulum berbasis Islam. Penekanan pada pendidikan nilai dan moral yang berlandaskan ajaran Islam menjadi ciri khas pendidikan di Aceh sehingga menunjukkan bagaimana otonomi khusus Aceh dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Namun, jurnal ini masih belum membahas secara mendalam terkait tantangan dalam penerapan sistem pendidikan tersebut atau evaluasi efektivitasnya. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan berharga tentang implementasi pendidikan nilai dan moral dalam konteks daerah dengan otonomi khusus seperti Aceh.