Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 3F
Artikel jurnal berjudul "Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta" yang diteliti oleh Muhammad Syafe’i dan Rukiyat berfokus pada bagaimana pengembangan moral anak-anak yang bersekolah di TK PKK dimana sekolah ini terletak di lingkungan yang menantang di Pasar Kembang, Yogyakarta dengan kompleksitas sosialnya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan moral diterapkan dalam konteks unik ini dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektivitasnya. Artikel jurnal ini menyoroti bagaimana peran dari para pendidik dan orangtua untuk menyadari implikasi dari pilihan pendidikan dan dampak lingkungan terhadap perkembangan holistik anak-anak.
A. Identitas Jurnal
Judul : Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta
Penulis : Muhammad Syafe'i dan Rukiyati
Sumber : Jurnal Pendidikan Karakter
Volume : VII
Nomor : 1
Tahun : 2017
B. Abstrak
Abstrak dari jurnal ini menjelaskan tujuan utama penelitian, yaitu untuk mengungkapkan proses dan hasil pengembangan moral anak-anak di TK PKK Sosrowijayan, Yogyakarta. Pada bagian abstrak ini menjelaskan terkait pentingnya pendidikan moral dalam konteks pendidikan anak usia dini, serta tantangan maupun peluang yang ada dalam lingkungan yang kompleks seperti Pasar Kembang. Abstrak ini juga menyoroti perhatian lebih terhadap aspek moral dalam pengembangan anak, di samping fokus pada kemampuan akademis..
C. Metodologi
Metode yang digunakan peneliti dalam jurnal ini ialah desain penelitian deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui kombinasi observasi, wawancara, dan analisis dokumen dimana subjeknya ialah siswa dari taman kanak-kanak, pendidik, serta orang tua yang memungkinkan pemahaman komprehensif tentang proses pendidikan moral yang terjadi baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan triangulasi juga membantu memastikan validitas data yang dikumpulkan.
D. Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan yang di sampaikan oleh para peneliti mengungkapkan bahwa meskipun pendidikan moral secara formal diintegrasikan ke dalam kurikulum taman kanak-kanak, pendidikan moral tersebut tidak memberikan penekanan yang sama seperti pengembangan intelektual. Dalam hal ini, para pendidik menggunakan metode seperti habituasi, bercerita, dan modeling untuk mempromosikan nilai-nilai moral di antara anak-anak berusia 5-6 tahun. Namun, kurangnya waktu atau ruang yang ditentukan untuk pendidikan moral dalam rutinitas sehari-hari menunjukkan bahwa hal itu sering kali terabaikan oleh kegiatan akademis. Selain itu, prioritas orang tua memainkan peran penting dalam membentuk fokus pendidikan. Banyak orang tua yang mengungkapkan keinginan agar anak-anak mereka mencapai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini sering kali mengorbankan eksistensi dari pendidikan moral tu sendiri sebab mencerminkan kekhawatiran masyarakat yang lebih luas tentang kesiapan akademis, di mana orang tua mungkin mengabaikan potensi pengaruh negatif dari lingkungan mereka demi memastikan anak-anak mereka kompetitif di lingkungan pendidikan masa depan.
E. Evaluasi
Evaluasi dalam jurnal ini berisi tentang perkembangan moral yang digambarkan sebagai proses berkelanjutan, memerlukan pengamatan dan keterlibatan terus-menerus. Pengamatan tersebut tentunya tidak hanya dilakukan oleh guru, melainkan peran dari orang tua serta teman sebaya sangatlah diperlukan. Pengembangan moral yang di representasikan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan moral yang efektif hendaknya disertai dengan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam kehidupan seorang anak.
F. Kesimpulan
Secara keseluruhan, artikel jurnal ini menjelaskan kompleksitas perkembangan moral di lingkungan taman kanak-kanak yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang menantang. Meskipun terdapat upaya untuk mengintegrasikan pendidikan moral ke dalam kurikulum, fokus utama pada keterampilan akademis tetaplah menjadi tantangan bagi para pendidik. Hal ini tentunya menekankan pentingnya pendekatan seimbang dalam pendidikan yang sama-sama menghargai perkembangan moral dan intelektual, khususnya dalam konteks sensitif seperti Pasar Kembang.
NPM : 2313053184
Kelas : 3F
Artikel jurnal berjudul "Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta" yang diteliti oleh Muhammad Syafe’i dan Rukiyat berfokus pada bagaimana pengembangan moral anak-anak yang bersekolah di TK PKK dimana sekolah ini terletak di lingkungan yang menantang di Pasar Kembang, Yogyakarta dengan kompleksitas sosialnya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan moral diterapkan dalam konteks unik ini dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektivitasnya. Artikel jurnal ini menyoroti bagaimana peran dari para pendidik dan orangtua untuk menyadari implikasi dari pilihan pendidikan dan dampak lingkungan terhadap perkembangan holistik anak-anak.
A. Identitas Jurnal
Judul : Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta
Penulis : Muhammad Syafe'i dan Rukiyati
Sumber : Jurnal Pendidikan Karakter
Volume : VII
Nomor : 1
Tahun : 2017
B. Abstrak
Abstrak dari jurnal ini menjelaskan tujuan utama penelitian, yaitu untuk mengungkapkan proses dan hasil pengembangan moral anak-anak di TK PKK Sosrowijayan, Yogyakarta. Pada bagian abstrak ini menjelaskan terkait pentingnya pendidikan moral dalam konteks pendidikan anak usia dini, serta tantangan maupun peluang yang ada dalam lingkungan yang kompleks seperti Pasar Kembang. Abstrak ini juga menyoroti perhatian lebih terhadap aspek moral dalam pengembangan anak, di samping fokus pada kemampuan akademis..
C. Metodologi
Metode yang digunakan peneliti dalam jurnal ini ialah desain penelitian deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui kombinasi observasi, wawancara, dan analisis dokumen dimana subjeknya ialah siswa dari taman kanak-kanak, pendidik, serta orang tua yang memungkinkan pemahaman komprehensif tentang proses pendidikan moral yang terjadi baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan triangulasi juga membantu memastikan validitas data yang dikumpulkan.
D. Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan yang di sampaikan oleh para peneliti mengungkapkan bahwa meskipun pendidikan moral secara formal diintegrasikan ke dalam kurikulum taman kanak-kanak, pendidikan moral tersebut tidak memberikan penekanan yang sama seperti pengembangan intelektual. Dalam hal ini, para pendidik menggunakan metode seperti habituasi, bercerita, dan modeling untuk mempromosikan nilai-nilai moral di antara anak-anak berusia 5-6 tahun. Namun, kurangnya waktu atau ruang yang ditentukan untuk pendidikan moral dalam rutinitas sehari-hari menunjukkan bahwa hal itu sering kali terabaikan oleh kegiatan akademis. Selain itu, prioritas orang tua memainkan peran penting dalam membentuk fokus pendidikan. Banyak orang tua yang mengungkapkan keinginan agar anak-anak mereka mencapai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini sering kali mengorbankan eksistensi dari pendidikan moral tu sendiri sebab mencerminkan kekhawatiran masyarakat yang lebih luas tentang kesiapan akademis, di mana orang tua mungkin mengabaikan potensi pengaruh negatif dari lingkungan mereka demi memastikan anak-anak mereka kompetitif di lingkungan pendidikan masa depan.
E. Evaluasi
Evaluasi dalam jurnal ini berisi tentang perkembangan moral yang digambarkan sebagai proses berkelanjutan, memerlukan pengamatan dan keterlibatan terus-menerus. Pengamatan tersebut tentunya tidak hanya dilakukan oleh guru, melainkan peran dari orang tua serta teman sebaya sangatlah diperlukan. Pengembangan moral yang di representasikan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan moral yang efektif hendaknya disertai dengan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam kehidupan seorang anak.
F. Kesimpulan
Secara keseluruhan, artikel jurnal ini menjelaskan kompleksitas perkembangan moral di lingkungan taman kanak-kanak yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang menantang. Meskipun terdapat upaya untuk mengintegrasikan pendidikan moral ke dalam kurikulum, fokus utama pada keterampilan akademis tetaplah menjadi tantangan bagi para pendidik. Hal ini tentunya menekankan pentingnya pendekatan seimbang dalam pendidikan yang sama-sama menghargai perkembangan moral dan intelektual, khususnya dalam konteks sensitif seperti Pasar Kembang.