གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Auren Wang

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

Auren Wang གིས-
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 3F

Artikel jurnal berjudul "Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta" yang diteliti oleh Muhammad Syafe’i dan Rukiyat berfokus pada bagaimana pengembangan moral anak-anak yang bersekolah di TK PKK dimana sekolah ini terletak di lingkungan yang menantang di Pasar Kembang, Yogyakarta dengan kompleksitas sosialnya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan moral diterapkan dalam konteks unik ini dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektivitasnya. Artikel jurnal ini menyoroti bagaimana peran dari para pendidik dan orangtua untuk menyadari implikasi dari pilihan pendidikan dan dampak lingkungan terhadap perkembangan holistik anak-anak.

A. Identitas Jurnal
Judul : Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta
Penulis : Muhammad Syafe'i dan Rukiyati
Sumber : Jurnal Pendidikan Karakter
Volume : VII
Nomor : 1
Tahun : 2017

B. Abstrak
Abstrak dari jurnal ini menjelaskan tujuan utama penelitian, yaitu untuk mengungkapkan proses dan hasil pengembangan moral anak-anak di TK PKK Sosrowijayan, Yogyakarta. Pada bagian abstrak ini menjelaskan terkait pentingnya pendidikan moral dalam konteks pendidikan anak usia dini, serta tantangan maupun peluang yang ada dalam lingkungan yang kompleks seperti Pasar Kembang. Abstrak ini juga menyoroti perhatian lebih terhadap aspek moral dalam pengembangan anak, di samping fokus pada kemampuan akademis..

C. Metodologi
Metode yang digunakan peneliti dalam jurnal ini ialah desain penelitian deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui kombinasi observasi, wawancara, dan analisis dokumen dimana subjeknya ialah siswa dari taman kanak-kanak, pendidik, serta orang tua yang memungkinkan pemahaman komprehensif tentang proses pendidikan moral yang terjadi baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan triangulasi juga membantu memastikan validitas data yang dikumpulkan.

D. Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan yang di sampaikan oleh para peneliti mengungkapkan bahwa meskipun pendidikan moral secara formal diintegrasikan ke dalam kurikulum taman kanak-kanak, pendidikan moral tersebut tidak memberikan penekanan yang sama seperti pengembangan intelektual. Dalam hal ini, para pendidik menggunakan metode seperti habituasi, bercerita, dan modeling untuk mempromosikan nilai-nilai moral di antara anak-anak berusia 5-6 tahun. Namun, kurangnya waktu atau ruang yang ditentukan untuk pendidikan moral dalam rutinitas sehari-hari menunjukkan bahwa hal itu sering kali terabaikan oleh kegiatan akademis. Selain itu, prioritas orang tua memainkan peran penting dalam membentuk fokus pendidikan. Banyak orang tua yang mengungkapkan keinginan agar anak-anak mereka mencapai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini sering kali mengorbankan eksistensi dari pendidikan moral tu sendiri sebab mencerminkan kekhawatiran masyarakat yang lebih luas tentang kesiapan akademis, di mana orang tua mungkin mengabaikan potensi pengaruh negatif dari lingkungan mereka demi memastikan anak-anak mereka kompetitif di lingkungan pendidikan masa depan.

E. Evaluasi
Evaluasi dalam jurnal ini berisi tentang perkembangan moral yang digambarkan sebagai proses berkelanjutan, memerlukan pengamatan dan keterlibatan terus-menerus. Pengamatan tersebut tentunya tidak hanya dilakukan oleh guru, melainkan peran dari orang tua serta teman sebaya sangatlah diperlukan. Pengembangan moral yang di representasikan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan moral yang efektif hendaknya disertai dengan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam kehidupan seorang anak.

F. Kesimpulan
Secara keseluruhan, artikel jurnal ini menjelaskan kompleksitas perkembangan moral di lingkungan taman kanak-kanak yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang menantang. Meskipun terdapat upaya untuk mengintegrasikan pendidikan moral ke dalam kurikulum, fokus utama pada keterampilan akademis tetaplah menjadi tantangan bagi para pendidik. Hal ini tentunya menekankan pentingnya pendekatan seimbang dalam pendidikan yang sama-sama menghargai perkembangan moral dan intelektual, khususnya dalam konteks sensitif seperti Pasar Kembang.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

Auren Wang གིས-
Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184

Izin bertanya :
Bagaimana pendidik dapat menyeimbangkan kebutuhan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan penting dalam pembelajaran IPS di SD dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial maupun tanggung jawab kewarganegaraan serta memastikan bahwa peserta didik tidak hanya belajar tentang masalah sosial tetapi juga merasa mampu untuk mengambil tindakan di kalangan mereka?

Terima kasih

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Penulis : Hidayati
Nomor: 2
Halaman: 63-75
Tahun Penerbitan: September 2008
Jurnal : Dinamika Pendidikan

Abstrak
Abstrak didalam jurnal tersebut membahas tentang penyimpangan moral di kalangan siswa semakin merebak sebagai akibat dari kegagalan pendidikan dalam mengembangkan nilai-nilai dan moral siswanya. Dalam hal ini, pendidikan nilai sangat penting bagi siswa saat ini, karena untuk menangkal dampak arus globalisasi yang negatif. Oleh karena itu siswa harus dibekali rasa nasionalisme yang tinggi, budi pekerti yang luhur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Pendahuluan
Pendahuluan dalam jurnal tersebut mengkaji tentang krisis multidimensi di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, dan bagaimana hal itu berdampak pada masyarakat yang rusak moral dan akhlak. Pengembangan nilai-nilai moral dan etika terabaikan saat pendidikan berkonsentrasi pada aspek kognitif. Munculnya berbagai perilaku menyimpang dikalangan anak muda, seperti kekerasan, kriminalitas, dan penyalahgunaan narkoba, membuat fenomena ini semakin terlihat. Adat istiadat budaya dan agama masyarakat Indonesia telah berubah karena globalisasi dan kemajuan teknologi. Penyimpangan semakin meluas karena nilai-nilai baru yang muncul tidak selalu didasarkan pada kepercayaan yang kuat. Bagian ini menekankan bahwa kerusakan moral dan degradasi nilai pendidikan terlihat di semua lapisan masyarakat, baik dalam pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal di keluarga dan masyarakat.


Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, peneliti menjelaskan terkait bagaimana pengaruh globalisasi pada nilai dan moral pada hubungan antara negara-negara, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai moral. Dalam hal ini, globalisasi memiliki efek negatif yang merusak, seperti individualisme sehingga cenderung melemahkan nilai-nilai tradisional dan merusak identitas nasional. Selanjutnya, peneliti juga menjelaskan bagaimana peran pendidikan nilai dalam menghadapi tantangan globalisasi agar siswa dapat mengimplementasikan prinsip nilai moral melalui pengalaman hidup dan bukan hanya pengetahuan teoretis guna nilai tersebut dapat ditanamkan dalam diri siswa dan diwujudkan dalam perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti juga menjelaskan upaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pendidikan harus mampu menanamkan rasa nasionalisme di kalangan siswa, memperkuat nilai-nilai budaya, dan memberikan perlindungan kepada siswa melalui pendidikan.

Kesimpulan
Moralitas masyarakat dipengaruhi oleh globalisasi. Degradasi moral disebabkan oleh pendidikan nilai yang tidak memupuk moralitas luhur, terutama pada generasi muda. Untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berbudi pekerti luhur, sangat penting untuk membuat hierarki nilai yang tepat dan mengajarkan nilai secara kontekstual dan humanistik.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Dalam video tersebut mencitakan bahwa terdapat rekaman video yang tersebar dimana hanya karena hal yang di pandang biasa dapat merenggut nyawa seorang anak di tangan temannya sendiri. Ironisnya, hal seperti ini justru terjadi di lingkungan sekolah dan hak anak untuk mendapatkan pengawasan pun terabaikan. Dalam video tersebut, diberikan beberapa data dimana terdapat anak usia di bawah umur yang terlibat perkelahian hanya karena masalah kecil, bahkan sampai kehilangan nyawa.

Memperhatikan dari kejadian tersebut bahwa hal ini dapat terjadi kurangnya pengawasan dari guru ataupun orang tua kepada anak usia di bawah umur. Pada dasarnya, anak-ankak cenderung masih mencari jati diri guna menyelidiki eksistensi dari filosofi yang mereka miliki sehingga peran orang tua maupun guru daam membimbing mereka sangatlah diperlukan agar anak tersebut dapat terus bertumbuh tanpa adanya degradasi terhadap moralitas, khususnya dijaman modern ini.

Tidak hanya anak-anak, moralitas pada orang dewasa juga perlu dijadikan sebagai acuan terhadap penyebab menurunnya moraltas anak sebab anak-anak akan cenderung mengikuti jati diri yang dimiliki orang dewasa, baik itu positif maupun negatif. Momen ini mendorong kita sebagai calon guru agar mau mengembangkan dan mengajarkan nilai moralitas serta konsisten untuk menjaga aupun menerapkanya pada diri sendiri.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

Auren Wang གིས-
Nama = Auren Wang
NPM = 2313053184
Kelas = 3F

Video dengan judul “Apakah Moral (The Trolley Problem)” membahas mengenai persoalan dalam moralitas melalui pertanyaan filosofis maupun dilema klasik "trolley problem". Penjelasan dari video tersebut mengajak audience untuk mencoba berpikir ulang tentang nilai-nilai moral dari perspektif yang berbeda serta merenungkan ekistensi kebenaran dari nilai moral yang sebenarnya.

Dalam video tersebut, audiece dihadapkan pada suatu ilustrasi dimana terdapat kereta yang bergerak cepat dan akan menabrak lima orang yang terikat di rel kereta api. Dalam momen ini, kita bisa menarik tuas untuk mengubah arah dari rel kereta ke jalur lain, tapi ada satu orang di rel tersebut sehinggaa audience dihadapkan dua pilihan terkait apakah harus menabrak lima orang atau hanya menabrak satu orang di jalur tersebut. Dalam ilustrasi ni, kebanyakan orang (90%) cenderung memilih untuk menarik tuas, mengorbankan satu orang demi menyelamatkan lima orang.

Adapun video ini juga menyajikan ilustrasi yang kedua dimana audience berada di atas jembatan dan terdapt kereta yang melaju ke arah lima orang di rel. Disaat yang bersamaan, terdapat seseorang bertubuh besar yang bisa menghentikan kereta jika didorong. Dari situasi tersebut, audiece diberikan pilhan apakah harus mendorong orang tersebut untuk menyelamatkan lima orang atau tidak melakukan apa-apa. Pada ilustrasi ini, kebanyakan orang (90%) memilih untuk tidak mendorong orang tersebut meski hasilnya lima orang meninggal.

Dalam konteks ini, audience akan mengalami adanya pertentangan moral . Hal ini tebukti pada skenario pertama dimana orang lebih mudah memilih pengorbanan satu orang, sementara pada skenario kedua mereka menolak melakukan tindakan aktif (mendorong). Momen ini memperlihatkan bahwa tindakan aktif (mendorong) dianggap lebih berat secara moral dibanding tindakan pasif (menarik tuas) meskipun kedua tindakan tersebut tidak ada yang benar karena tetap mengorbankan orang lain. Hal ini pun cenderung mendoktrin individu untuk membenarkan pengorbanan sedikit demi kebaikan yang lebih besar.

Troli problem digunakan untuk memahami konteks moral dalam situasi lain, seperti perang, penyiksaan, diskriminasi, dan teknologi AI sehingga eksistensi dari moralitas seringkali dimanfaatkan oleh pihak yang berkuasa untuk membenarkan tindakan yang tidak bermoral, seperti perang, diskriminasi, dan kerusakan lingkungan. Prinsip tentang mengorbankan sedikit demi yang lebih besar sering digunakan sebagai dalih demi kepentingan umum dan memaksa untuk berpikir bahwa ini adalah hal yang benar meskipun terdapat pihak lain yang tersakiti. Selain itu, video tersebut juga menyadarkan bahwa moralitas sering kali menjadi alat pembenaran egoisme saat kita berada dalam posisi yang diuntungkan.

Seseorang seringkali dihada[kan pada situasi yang menekankan moralitas yang ada di dalam diri dan memaksa untuk bertindak yang mengabaikan nilai dari moralitas mesipun ada akhirnya akan dapat meraih tujuan yang lebih baik. Hingga pada akhirnya, moralitas mungkin lebih terkait dengan kepentingan pribadi atau kelompok daripada kebenaran universal.