Posts made by Auren Wang

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

by Auren Wang -
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

Jurnal "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini" yang ditulis oleh Lia Yuliana. M,Pd membahas konsep dari pentingnya pendidikan moral dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada bagian pendahuluan, penulis menekankan bahwa PAUD adalah fase kritis untuk pembentukan karakter dan perilaku anak di mana pendidikan moral berfungsi sebagai dasar bagi anak untuk tumbuh menjadi individu yang baik dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, pendidikan moral tidak hanya terfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku yang positif.

Jurnal ini menguraikan konsep pengertian moral berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli serta menyoroti bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk serta seperangkat nilai yang dipegang oleh masyarakat. Konsep moral ini sangat penting bagi anak dan penanaman nilai-nilai moral hendaknya dilakukan sedini mungkin agar anak dapat memahami maupun menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penulis juga menyatakan bahwa pendidikan moral dapat dianggap sebagai program yang mengorganisir sumber-sumber moral dan menyajikannya dengan mempertimbangkan aspek psikologis anak.

Dalam bagian yang lebih lanjut, jurnal ini membahas metode dan cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral. Penanaman nilai-nilai ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan non-formal. Di jalur pendidikan non-formal, keluarga dan lingkungan sangatlah berperan penting dalam mendidik anak. Sedangkan di jalur pendidikan formal, kegiatan pembelajaran seperti permainan dan kegiatan inti harus dirancang untuk menanamkan nilai-nilai moral.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

by Auren Wang -
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

A. Identitas Jurnal
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, dan Nurul Aini
Jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Halaman: 68-77
Tahun: 2016

B. Abstrak
Abstrak dalam jurnal ini menyajikan ringkasan yang jelas terkait tujuan penelitian dimana bertujuan untuk mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral di kalangan siswa SD Negeri Lampeuneurut yang diiringi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pada abstrak tersebut, para penulis menjelaskan metode pengumpulan data melalui wawancara dengan sepuluh guru kelas dan observasi non-partisipatif serta menjelaskan temuan utama yang menunjukkan bahwa guru telah berhasil menanamkan sepuluh nilai moral kepada siswa sehingga menunjukan hasil positif yang terlihat dalam perilaku siswa.

C. Pendahuluan
Pendahuluan pada jurnal ini mengemukakan bagaimana latar belakang masalah yang sangat relevan dengan kondisi moral bangsa Indonesia, khususnya terhadap penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. Dalam hal ini, para penulis menekankan terkait konsep pentingnya pendidikan moral yang dilakukan sejak dini untuk mencegah kemerosotan moral lebih lanjut serta menjelaskan bahwa penanaman nilai-nilai moral tidak hanya penting untuk perkembangan individu, melainkan juga untuk masyarakat secara keseluruhan.

D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, di mana observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data dilakukan agar dapat memenuhi data yang diperlukan. Dalam hal ini, para penelitivmemilih sepuluh guru sebagai subjek penelitian melalui teknik purposive sampling dan data yang diperoleh akan diolah melalui tahapan analisis kualitatif, termasuk reduksi data maupun penarikan kesimpulan. Metode ini sangat cocok untuk mengeksplorasi pengalaman dan pandangan guru dalam penanaman nilai-nilai moral.

E. Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut telah berhasil menanamkan sepuluh nilai moral kepada siswa yang berdampak positif pada perilaku dan interaksi sosial siswa. Para penulis mencatat bahwa siswa tidak hanya diajarkan nilai-nilai moral di sekolah tetapi juga didorong untuk belajar agama di luar sekolah. Hal tersebut tentunya akan sangat mendukung pengembangan moral dalam diri siswa. Selain itu, hubungan antar siswa juga menunjukkan adanya interaksi yang baik di mana mereka saling menghargai dan bekerja sama dalam kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan sosial yang positif di kalangan siswa. Dalam hal ini, para penulis juga mencatat bagaimana metode yang dipakai oleh guru dalam melaksanakan penanaman nilai moral kepada siswa, salah satunya adalah dengan menyisispkan nilai-nilai tertentu dalam melaksanakan pembelajaran serta menjadi role model yang dapat menginspirasi siswa agar dapat berperilaku dengan baik.

F. Kelebihan
1. Para penulis menggunakan metode yang tepat untuk menggali pengalaman subjektif guru dan siswa.
2. Jurnal tersebut menyoroti relevansi pendidikan moral di tengah kemerosotan nilai dalam Masyarakat.

G. Kekurangan
1. Penelitian tersebut hanya melibatkan 10 guru yang mungkin tidak mejelaskan secara lengkap terkait hasil dari penelitian tersebut
2. Analisis data dalam jurnal tersebut lebih bersifat deskriptif sehingga tidak ada pengukuran kuantitatif yang jelas untuk mendukung hasil yang diperoleh

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 3F

Dalam video tersebut membahas tentang bagaimana pendekatan pada pengembangan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam ruang lingkup taman kanak-kanak. Pendekatan yang diberikan kepada anak anak sangatlah penting sebab akan dapat menumbuhkan nilai-nilai moral dalam diri anak yang mana sedang mencapai "usia keemasan" dimana memiliki sikap peka terhadap pengaruh dari luar sehingga akan berimplikasi ketika anak sudah dewasa. Dalam hal ini, peran dari pendidik sangatlah penting untuk memberikan pengarih positif kepada anak-anak melalui kegiatan yang dijalankan. Dalam mengembangkan nilai-nilai moral, kita membantu anak membentuk karakter, kepribadian, dan perkembangan sosialnya dengan program-program yang sesuai dengan nilai tersebut seperti konsep diri, kerapihan, dan kesopanan.

Pengembangan terhadap nilai-nilai agama akan dapat membantu anak dalam hal keimanan dan peribadatan sebab berhubungan dengan konsep dari pengenalan agama yang berlaku serta ritual keagamaan terkait bagaiaman cara berkomunikasi dengan kepercayaan nya. Pada pandanga piaget, anak usia taman kanak-kanak cenderung memiliki sikap heteronomous, yaitu moralitas pada anak memiliki berbagai macam perilaku (labil dalam sikap dan perbuatan). Oleh sebab itu, anak-anak usia taman kanak-kanak diperlukan pengawasan dan pembinaan yang intens yang mengarah pada pendidikan nilai moral yang berimplikasi di masa yang akan datang. Sedangkan pada pandangan kohlberg, usia anak-anak dikenal dengan istilah prakonvesional, yaitu diibaratkan sebagai manusia yang belum mampu menyerap nilai-nilai moralitas secara nyata. Dalam video tersebut juga ditunjukan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan konsep diri, nilai dari kebersamaan, keagaaman, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, hal yang tidak boleh dilupakan adalah mendemonstrasikan nilai positif kepada anak. Selain itu, berkarya wisata keluar juga sangatlah diperlukan bagi anak anak agar dapat memberikan pengalaman langsung secara komprehensif. Apabila tidak memungkinkan, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan di sekeliling sekolah.

Secara keseluruhan, video ini menunjukkan konsep dari nilai agama dan metode pengembangan moral memiliki dasar yang kuat dalam teori pendidikan anak usia dan psikologi perkembangan. Namun, masih terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut seperti memastikan bahwa praktik ibadah tidak hanya mekanik, melainkan melibatkan refleksi antara anak dalam proses pembelajaran serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Oleh karena itu, upaya untuk menanamkan nilai-nilai moral dan agama akan lebih berhasil jika melibatkan anak-anak dengan pemahaman mendalam dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 3F

Dalam video tersebut membahas tentang konsep dari model pembelejaran market place activity yang digunakan oleh guru bernama Ramdan Jurniasyah, M.Ag. dimana beliau mengaplikasikannya melalui pembelajaran di sekolah. Konsep dari model ini mirip seperti jual beli informasi produk dimana siswa akan berperan sebagai penjual dan pembeli dengan berinteraksi guna bertransaksi atas produk yang telah dibuat.

Pada model pembelajaran ini, guru membagi tahapan tahapan dalam aplikasi model pembelajaran yang terdiri dari pembagian kelompok (memanajemen anggota kelompok dan menumbuhkan komunikasi yang interaktif), pembuatan produk (melatih siswa untuk mengkomunikasikan produk yang dibuat), proses jual beli informasi (perwakilan kelompok menjelaskan isi dari produk yang dibuat kepada kelompok lain dengan durasi yang ditentukan), menjelaskan hasil informasi yang didapat kepada penjaga stand, dan terakhir adalah guru memberikan kesimpulan maupun penguatan materi kepada seluruh siswa yang ada di dalam kelas.

Model pembelejaran market place activity ini sangatlah cocok bila diterapkan di dalam kelas. Hal tersebut dikarenakan model ini akan mampu mendorong keterampilan bernegosiasi, meningkatkan kreativitas, melatih keterampilan berpikir kritis, dan lain sebagainya yang mana akan sangat bermanfaat bagi para siswa.

Namun, dibalik kelebihan tersebut, model ini juga tidak luput dari kekurangan dalam implementasinya seperti dibutuhkan nya persiapan yang matang, tidak semua materi sesuai, membutuhkan waktu yang relatif lama, membutuhkan sumber daya yang cukup, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, bila ingin menerapkan model pembelajaran ini, pendidik hendaknya mempertimbangkan serta mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan dengan sebaik-baiknya.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 3F

Jurnal yang berjudul "Penerapan Model Moral Reasoning untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang" menyajikan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran serta menilai peningkatan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan melalui penerapan model Moral Reasoning. Jurnal ini juga memberikan wawasan berharga tentang pentingnya model pembelajaran yang mendukung pengembangan moral siswa dan keterampilan berpikir kritis dalam konteks pendidikan kewarganegaraan.

A. Identitas Jurnal
Judul : Penerapan Model Moral Reasoning untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang
Peneliti : Ni Wayan Suarniati
Sumber : Jurnal Ilmiah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Volume : 19
Nomor : 1
Halaman : 74-88

B. Abstrak
Pada bagian abstrak, peneliti menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII dengan total 38 orang, menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

C. Pendahuluan
Pendahuluan dalam jurnal ini memberikan konteks penting mengenai proses belajar mengajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Peneliti menekankan bahwa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan siswa melalui metode pembelajaran yang kompetitif. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat serta mengambil keputusan. Pada bagian pendahuluan ini juga menyiratkan bahwa model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara mengintegrasikan pertimbangan moral dalam proses pengambilan keputusan siswa

D. Metodologi
Metodologi yang digunakan mencakup teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data secara menyeluruh. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, di mana setiap siklus dirancang untuk mencerminkan perubahan dalam aktivitas dan kompetensi siswa. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada siklus pertama, kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan masih dalam kategori kurang. Namun, seiring berjalannya siklus, terjadi peningkatan yang signifikan. Pada siklus kedua, siswa menunjukkan hasil yang cukup baik, dan pada siklus ketiga, kemampuan mereka meningkat ke kategori baik. Ini menunjukkan efektivitas model Moral Reasoning dalam meningkatkan keterlibatan siswa.

E. Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan dalam jurnal ini menggarisbawahi bagaimana pentingnya metode pembelajaran yang berorientasi pada keterlibatan siswa serta model Moral Reasoning yang dapat membantu siswa lebih berani dalam berpendapat maupun mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan moral. Dalam hal ini, peneliti mencatat bahwa refleksi setelah setiap siklus membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran yang menjadi dasar untuk perbaikan di siklus berikutnya.

F. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model Moral Reasoning tidak hanya meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan, tetapi juga memperbaiki kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan secara keseluruhan.

G. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari jurnal ini terletak pada pendekatan sistematis yang digunakan, serta evaluasi berkelanjutan yang memungkinkan penulis untuk melakukan penyesuaian dalam proses pembelajaran. Namun, kekurangan yang diidentifikasi termasuk keterbatasan dalam jumlah responden dan fokus yang mungkin terlalu terpusat pada aspek akademis, sehingga tidak sepenuhnya mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi perkembangan moral siswa.