གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Auren Wang

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 4

Auren Wang གིས-
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

Berdasarkan analisis yang telah saya buat, video tersebut memberikan cuplikan film pendek tentang kisah seorang remaja yang bernama Hanafi dan saat ini bersekolah di SMK Negeri 03 Wonosari. Dalam video tersebut kita mengetahui bahwa Hanafi memiliki bsinis kecil dimana ia menjadi jasa print fotocopy di sekolahnya. Namun, ironisnya ia tidak bekerja dengan jujur dimana ia memalsukan nota dan membedakan harga yang seharusnya. Hal ini tentunya menjadi representasi dari adanya penyimpangan terhadap sikap moral pada dirinya. Meskipun begitu, Hanafi berada di lingkungan yang tepat dimana dia memiliki teman yang menyadarkan kesalahannya sehingga Hanafi merasa bersalah dan mau bertanggaung jawab akan tindakannya.

Menurut saya, korupsi bukanlah hanya tentang uang, melainkan kejujuran dan kepercayaan yang diberikan pada suatu individu juga menjadi faktor yang hendak dijaga. Dalam hal ini, peran Pendidikan dalam membimbing sikap moral pada anak menjadi hal yang penting bagi seluruh pihak, bagik guru, orang tua, maupun teman sebaya. Dengan dilakukan pencegahan terhadap tindakan korupsi, ktia tidak hanya melindungi sikap moral pada anak, melainkan menjaga masa depannya agar tidak dirusak oleh kebiasaan yang tidak baik ini serta bertumbuh menjadi sosok yang bermoral.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 3

Auren Wang གིས-
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

Berdasarkan analisis yang telah saya buat, video tersebut memberikan representasi tentang bagaimana perbedaaan terhadap perkembangan pendidikan dasar yang ada di Indonesia dan di Jepang. Pada bagian awal video tersebut diberikan suatu narasi tentang pendidikan yang menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia dan perhatian bagi pemerintah di semua negara. Di seiap negara tentunya memiliki kondisi yang berbeda, mulai dari kebudayaan, ekonomi, penduduk sampai watak masyarakatnya pasti berbeda. Seperti halnya dengan negara jepang yang memiliki system pendiidkan yang baik.

Dalam hal ini, video tersebut menjelaskan bahwa kebiasaan sejak dini pada anak menjadi faktor perbedaan antara Pendidikan di Jepang maupun di Indonesia dengan melihat dari bagaimana cara siswa dalam menjaga kebersihan di sekolah. Di Jepang sendiri, siswa sudah diajarkan untuk menerapkan kebiasaan ini agar nantinya siswa dapat lebih bertanggung jawab dan peka terhadap kondisi lingkungannya. Berbeda halnya dengan Pendidikan yang ada di Indonesia dimana masih belum menerapkan kebiasaan ini sebab pengelolaan sampah yang baik tidak diajarkan dalam kurikulum sehingga siswa akan menjadi tidak begitu peka akan kondisi lingkungannya.

Di video tersebut juga menyoroti tentang perbedaan dalam dunia Pendidikan terkait konsumsi dan gizi. Dalam hal ini, sekolah yang ada di Indonesia menyediakan akses pada kantin dengan berbagai jenis makanan yang ada sedangkan di Jepang sendiri telah mengatur makanan untuk siswanya dan mengadakan kegiatan makan Bersama antara guru maupun siswa. Selain itu, jumlah mata pelajaran pada sekolah juga dapat mempengaruhi terhadap perkembangan pembelajaran pada anak. Di Indonesia, sekolah cenderung memberikan mata Pelajaran yang banyak dalam seminggu, bahkan mata Pelajaran tersebut dapat dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu. Berbeda halnya dengan Jepang dimana mata pelajaran yang mereka berikan lebih sedikit, sehingga siswa akan dapat focus pada mata Pelajaran yang diberikan.

Perbedaan yang di presentasikan dalam video tersebut juga diberikan tentang bagaimana pegembangan terhadap Pendidikan karakter yang ada di Indonesia maupun di Jepang. Dalam hal ini, Pendidikan karakter yang ada di Indoensia lebih melibatkan berbagai jenis ujian, sedangkan di jepang tidak melibatkan hal tersebut pada tiga tahun pertama agar siswa nantinya dapat lebih fokus untuk mengembangkan sikap moral mereka. Jepang melakukan hal tersebut dikarenakan merasa bahwa Pendidikan karakter sangatlah penting untuk difokuskan sehingga siswa nantinya dapat membantu perkembangan Pendidikan di masa yang akan dating. Selain itu, Jepang juga menerapkan sistem literasi sebelum memulai pembelajaran aagr siswa nantinya memiliki minat baca yang tinggi. Hal ini berbeda dengan Pendidikan yang ada di Indonesia dimana masih belum menerapkan sistem ini karena minat baca siswa yang tergolong rendah.

Infrastruktur yang ada di Indonesia maupun Jepang juga menjadi pembeda terhadap Pendidikan dasar. Hal ini diperlihatkan dimana jepang memberikan perhatian terhadap perlengkapan siswa dalam mendukung proses pembelajaran dengan menyediakan perlengkapan yang sama persis agar tidak menimbulkan adanya kesenjangan sosial di lingkungan sekolah. Sedangkan, di Indonesia sendiri belum menerapkan hal ini dimana siswa cenderung harus menbeli peralatan atau perlengkapan sekolah agar bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Lebih lanjut, video tersebut juga menunjukan perbedaan yang jelas pada hal seragam dimana Indonesia memiliki sekitar kurang lebih tiga seragam dan di jepang hanya satu seragam.

Secara keseluruhan, video tersebut menguraikan penjelasan terkait bagaimana perbedaan pada Pendidikan dasar yang ada di Indonesia maupun di jepang. Menurut saya, perbedaaan yang telah diberikan hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi dengan mengambil sisi positifnya. Apabila perbedaan-perbedaan tersebut ditangani dan diterapkan dengan baik, maka pendidikan dasar yang ada di Indonesia akan dapat berkembang secara signifikan dan melahirkan bibit-bibit yang berkualitas untuk kedepannya.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

Auren Wang གིས-
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

Berdasarkan hasil analisis yang telah saya buat, video tersebut menjelaskan tentang bagaimana kondisi pada sekolah dari SD Negeri Gelar, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur yang terletak di daerah terpencil, tepatnya berada di kaki Gunung Api Gone. Sekolah tersebut menghadapi banyak tantangan dalam hal menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi siswa-siswanya dimana video tersebut mempresentasikan bahwa sekolah hanya memiliki enam ruangan, dengan lima di antaranya digunakan sebagai ruang kelas dan satu ruang lagi untuk ruang guru. Ironisnya, keberadaan perpustakaan dalam upaya mendukung proses belajar pada peserta didik bahkan fasilitas tersebut tidak dimiliki oleh sekolah. Meskipun dihadapkan oleh kendala tersebut, semangat para peserta didik untuk tetap bersekolah sangat tinggii. Hal ini juga terbukti dimana para peserta didik tetap berangkat ke sekolah meskipun mereka harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer setiap hari hanya memperoleh pendidikan.

Selama masa pandemi COVID-19, SD Negeri Gelar  yang berada di wilayah terpencil ini tentunya tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah sebab tidak adanya jaringan telekomunikasi sama sekali untuk mendorong proses pembelajaran secara daring. Kondisi ini memaksa pihak sekolah untuk tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah meskipun keterbatasan ruang yang ada. Dikarenakan keterbatasan ruang yang ada, pihak sekolah puh pada akhirnya terpaksa untuk mengadakan kegiatan pembelajaran di luar ruangan. Kondisi ini pun menjadi semakin sulit ketika cuaca buruk seperti hujan dan terik matahari yang mana tentunya akan mengganggu proses belajar. Para peserta didik pun pada akhirnya terpaksa untuk belajar di luar ruangan harus menghadapi ketidaknyamanan seperti berteduh di bawah pohon saat panas matahari menyengat atau hujan turun.

Melihat situasi ddari masalah infrastruktur ini, kepala sekolah berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian ataupun tindakan lebih lanjut terhadap kondisi ini dan membangun ruang kelas tambahan agar para peserta didik dapat belajar dengan aman maupun nyaman tanpa harus terganggu oleh faktor eksternal seperti cuaca. Pihak sekolah juga berharap pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di daerah terpencil dan menyediakan sarana yang memadai agar pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

Auren Wang གིས-
Nama: Auren Wang
NPM: 2313053184

Berdasarkan analisis yang telah saya buat dari video tersebut, video yang berjudul "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia" ini mengisahkan tentang bagaimana pengalaman seorang pengajar yang terlibat dalam Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di desa terpencil Tanjung Matol, Kalimantan Utara. Dalam hal ini, pendidik atau pengajar dalam video tersebut menekankan bahwa pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil yang menghadapi banyak tantangan seperti keterbatasan akses ke sekolah dan tingginya angka pernikahan dini, terutama di kalangan anak perempuan.

Meskipun menghadapi kesulitan ini, pendidik tetap berusaha untuk memberikan pengajaran yang kreatif dan menyenangkan dalam aktivitas pembelajarannya serta melibatkan masyarakat setempat dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Melalui kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dan dukungan dari tokoh-tokoh lokal, pendidk berupaya untuk mengubah pola pikir masyarakat, agar pendidikan dianggap sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Meskipun tantangan besar tetap ada, pendidik tetap bersikap optimis bahwa pendidikan akan dapat membawa perubahan yang positif. Keyakinan atau statement yang dipegang oleh pendidik tersebut akhirnya terbukti dengan munculnya cita-cita baru di kalangan anak-anak desa yang sebelumnya tidak pernah membayangkan masa depan mereka sehingga memberikan mereka tujuan hidup yang lebih luas.

Secara keseluruhan, video tersebut memberikan insight yang sangat bermakna berdasarkan bagaimana perjuangan seorang pengajar dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya yang ada di desa terpencil. Kisah dalam video tersebut juga menunjukkan bagaimana Pendidikan hendaknya berpotensi menjadi alat pemberdayaan untuk membuka kesempatan baru dan mengubah kehidupan anak-anak di daerah tersebut. Selain itu, kita juga Kembali diingatkan untuk memahami bagaimana pentingnya peran pemerintah maupun masyarakat dalam Upaya memberikan dukungan yang signifikan sehingga Pendidikan akan mampu berjalan dengan baik dan merata.