གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Riko Prasetya

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

Riko Prasetya གིས-
Nama: Riko Prasetya
NPM: 2353053013
Kelas: 3F

Hasil analisis
Jurnal ini membahas tentang krisis akhlak dan moral yang terjadi di Indonesia. Lalu sampai saat ini Indonesia masih mengalami krisis multidimensi, salah satunya di bidang pendidikan. Salah satu Indikasi kegagalan tesebut adalah Indonesia pada saat ini termasuk salah satu negara yang terkorup di dunia.
Era informasi dan globalisasi berkembang pesat sebagai akibat perkembangan IPTEK saat ini telah berdampak hampir kesemua aspek kehidupan masyarakat yang membawa dampak yang besar pada budaya, nilai, dan agama.

Selanjutnya, Era Globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang. Hal ini sebagai dampak pengabdian budaya luar secara berlebihan dan tidak terkendali oleh sebagian generasi muda. Ini tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran teknologi dewasa ini perlu didukung dan disikapi positif karena teknologi merupakan kebutuhan masa kini yang tidak bisa dielakkan.
Kemajuan teknologi dan informasi telah membawa perubahan konsep hidup dan berlaku sosial kita masih perhatian dan sekaligus menaruh perhatian lebih jika menjumpai sebagian dari generasi muda kita menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat bahkan tidak berguna sama sekali bagi masa depannya. Dunia pendidikan telah kehilangan nilai-nilai Moral ini bisa dilihat dari kenyataan baiknya praktik dalam dunia pendidikan yang justru membuat anak belajar tidak jujur curang dan malas. Globalisasi telah membawa banyak dampak yang sangat berarti dalam berbagai dimensi kehidupan manusia fenomena kekerasan yang terjadi terus-menerus dimana-mana dalam skala yang semakin kuat dan serius ini menjadi gambaran yang buruk mengenai citra kita sebagai suatu bangsa.

Selama bertahun-tahun pendidikan tidak diarahkan untuk memanusiakan manusia secara utuh dan paripurna tetapi lebih diorientasikan pada hal-hal yang bersifat materialistis ekonomis dan teknologi dari sentuhan nilai-nilai moral kemanusiaan dan budi pekerti pendidikan lebih mementingkan kecerdasan yang intelektual akal dan penalaran tanpa diimbangi dengan intensifnya pengembangan hati perasaan emosi dan spiritual. akibatnya apresiasi output Pendidikan terhadap keagungan nilai humanistik keluhuran budi dan budi nurani menjadi nihil.

Secara keseluruhan jurnal ini menyampaikan bahwa pendidikan nilai sangatlah penting terutama di era globalisasi saat ini. Terutama dalam mendidik nilai moral yang di mana jika kita hanya berdiam dan melepaskan begitu saja ini bisa berdampak negatif pada generasi muda. Pendidikan nilai yang efektif harus dilakukan dengan melibatkan nalar, perasaan, hati, serta harus dilakukan secara berkelanjutan oleh semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

Riko Prasetya གིས-
Nama : Riko Prasetya
Npm : 2353053013
Kelas : 3F

Hasil analisis

Pendidikan di Aceh saat ini sedang mempersiapkan kurikulum Aceh yang disusun berdasarkan ajaran Qanun Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Islam. Kurikulum Aceh dapat disebut sebagai kurikulum nasional plus, karena seluruh muatan kurikulum nasional 2013 termasuk kurikulum Aceh ditambah dengan materi pendidikan Islam dan materi muatan lokal. Fokus utama dari kurikulum ini adalah penanaman nilai-nilai melalui berbagai strategi, seperti pembiasaan, panutan, dan keterlibatan orang lain. Peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa dan menjadi teladan dalam proses pendidikan nilai. Pendidikan nilai, atau pendidikan karakter, menjadi isu penting di Indonesia dan diharapkan dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan di Aceh. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mengembangkan moral dan etika siswa sesuai dengan ajaran Islam. Meskipun ada upaya untuk menerapkan kurikulum ini, terdapat tantangan dalam pelaksanaannya, termasuk kurangnya persiapan dan pemahaman di kalangan pendidik. Hal ini dapat menghambat efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan. Sistem pendidikan di Aceh dirancang untuk selaras dengan prinsip-prinsip Islam, yang bertujuan untuk mempromosikan perkembangan moral dan etika siswa. Kerangka pendidikan ini menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan tujuan pendidikan nasional, menciptakan pendekatan yang unik dalam konteks pendidikan di Aceh.

Secara keseluruhan, pendidikan di Aceh berupaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum dan praktik pendidikan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk karakter dan moral siswa, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan mereka.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

Riko Prasetya གིས-
Nama: Riko Prasetya
NPM: 2353053013
Kelas: 3F


Video tersebut menggambarkan kasus kekerasan di lingkungan sekolah yang melibatkan anak-anak, yang memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan dan tanggung jawab sekolah, orang tua, serta masyarakat. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan siswa. Ketidakmampuan sekolah dalam memantau interaksi antar siswa, terutama dalam insiden kekerasan, menunjukkan adanya kelalaian. Pada kasus yang terjadi, tidak adanya pengawasan yang memadai dari pihak guru atau staf sekolah menciptakan situasi di mana anak-anak bebas melakukan tindakan agresif yang berakibat fatal. Hal ini menuntut adanya reformasi dalam kebijakan sekolah terkait pengawasan dan penanganan konflik antar siswa. Beberapa kasus yang dijelaskan dalam video menunjukkan bahwa kekerasan seringkali dipicu oleh konflik verbal atau perundungan. Bullying, baik fisik maupun verbal, telah terbukti memiliki dampak yang merusak pada kesehatan mental dan emosional anak-anak. Ini menandakan bahwa bullying harus dianggap sebagai masalah serius yang memerlukan intervensi lebih kuat, baik dari sekolah, orang tua, maupun pemerintah.

Dari video ini, jelas bahwa kekerasan di kalangan anak-anak, terutama di lingkungan sekolah, adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Perlu ada upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak, di mana mereka dapat belajar dan tumbuh tanpa takut akan ancaman kekerasan. Pembelajaran moral dan pengawasan yang ketat harus ditingkatkan, bersama dengan kebijakan yang menekankan pada pencegahan dan perlindungan anak-anak.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

Riko Prasetya གིས-
Nama : Riko Prasetya
NPM : 2353053013
Kelas : 3F

Video tersebut menggambarkan "Trolley Problem" yang mengeksplorasi dilema moral klasik, menyoroti konflik antara konsekuensialisme dan deontologi dalam etika. Dalam konteks ini, Anda diminta untuk menganalisis pilihan moral yang dihadapi dalam dua skenario berbeda.

Analisis:

Skenario Pertama: Moralitas Utilitarian Dalam situasi ini, Anda berada di ruang kendali kereta dan harus memilih antara membiarkan kereta berjalan lurus, yang akan membunuh lima orang, atau menarik tuas untuk mengarahkan kereta ke jalur lain, yang akan membunuh satu orang. Dalam hal ini pilihan yang lebih baik adalah yang meminimalkan jumlah korban, yaitu menarik tuas dan menyelamatkan lima orang dengan mengorbankan satu orang. Keputusan ini didasarkan pada prinsip bahwa tindakan yang menghasilkan kebaikan terbesar bagi jumlah orang terbanyak adalah yang paling etis.

Skenario Kedua: Pada skenario kedua, Anda berada di jembatan di atas rel, dengan satu pilihan untuk menghentikan kereta atau mendorong seseorang yang bertubuh besar agar kereta berhenti sebelum menabrak lima orang di rel. Meskipun hasil akhirnya serupa dengan skenario pertama, banyak orang merasa ragu untuk mendorong seseorang karena tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap moralitas deontologis, yang lebih menekankan prinsip bahwa tindakan tertentu (seperti membunuh) salah, terlepas dari konsekuensinya.

Dilema Personal: Egoisme Moral Dalam bagian terakhir video, dilema moral semakin dipersonalisasi ketika satu orang yang akan terbunuh adalah anggota keluarga Anda. Ini memperkenalkan unsur emosional dan memperlihatkan bagaimana nilai-nilai moral sering kali fleksibel atau berubah ketika seseorang menghadapi situasi di mana kepentingan pribadinya terlibat. Mungkin saja keputusan yang sebelumnya tampak rasional dan bermoral (menyelamatkan lima orang) kini terlihat tidak bisa diterima karena melibatkan orang yang kita cintai.

Trolley problem menantang kita untuk berpikir ulang tentang moralitas dari berbagai perspektif, termasuk pertanyaan apakah mengorbankan sedikit demi yang lebih banyak adalah tindakan yang benar, atau apakah moralitas itu hanya sebuah alat untuk membenarkan egoisme dan kepentingan tertentu. Kita harus merenungkan lebih dalam tentang bagaimana kita memprioritaskan nilai-nilai kita dalam situasi yang nyata dan kompleks.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal-2

Riko Prasetya གིས-
Nama : Riko Prasetya
NPM : 2353053013
Kelas : 3F

Analisis yang saya dapatkan dari Jurnal tersebut ialah :

Jurnal tersebut membantu kita untuk lebih memahami arti dari hubungan antar bangsa. Nilai-nilai hubungan antar manusia perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Dari sini muncul pentingnya peran penting keluarga dalam membina manusia yang tidak berdaya dari usia kandungan sampai usia dewasa. Di dalam keluarga kita juga akan di tanamkan nilai-nilai keimanan dan etika dalam pergaulan. Seperti contoh kisah yang sangat menarik yang ada di dalam jurnal ini antara ibu rumah tangga dengan seorang remaja mahasiswa yang bekerja sebagai wiraniaga untuk membiayai kuliahnya. Penulis berharap kisah tersebut dapat digunakan sebagai rujukan, contoh suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari, yang menunjukkan hubungan antara sesama, antara orang-orang yang pernah bertetangga, yang berbasis nilai moral yang berbentuk saling menghargai dan saling mempercayai, saling menolong dengan tulus, untuk menciptakan kehidupan berbangsa Indonesia yang sejahtera. Namun, dalam realitas masyarakat Indonesia saat ini masih sulit membangun hubungan antar manusia belum berjalan secara optimal, sangat memprihatinkan.

Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan bahwa betapa pentingnya pembinaan nilai moral dan akhlak di kalangan remaja yang di mana hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jati diri generasi muda juga dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram, direncanakan dengan baik, sistematis/modern, peran pendidikan, serta upaya perenungan yang sangat mendalam untuk menemukan jatidiri yang didasari oleh Sila Ketuhanan YME. Dengan demikian pendidikan akan membantu kita untuk membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.