Kiriman dibuat oleh Rahmah Dwi Asri

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

oleh Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar mengangkat beberapa poin penting terkait urgensi pendidikan moral sejak usia dini. Presentasi ini dimulai dengan definisi pendidikan dan moral: pendidikan adalah kebutuhan manusia untuk mengembangkan pengetahuan dan perilaku, sementara moral berkaitan dengan ajaran tentang baik dan buruk yang diterima secara umum. Pendidikan moral didefinisikan sebagai proses menanamkan nilai-nilai baik dan buruk untuk membentuk kedewasaan dan tanggung jawab.

Pendidikan moral dianggap sangat penting bagi anak-anak sekolah dasar, karena di usia ini mereka perlu membangun sikap dan perilaku yang baik di lingkungan sekolah dan keluarga. Tujuan pendidikan moral meliputi pemahaman nilai, pengambilan keputusan yang tepat, dan pembentukan pola perilaku yang bertanggung jawab. Anak-anak perlu memiliki kompetensi personal dan sosial agar menjadi warga negara yang baik.

Dua penyebab utama menurunnya moral anak dibahas:
Perundungan di sekolah, yang muncul karena anak-anak mencari perhatian dari guru atau orang tua. Perundungan bisa terjadi secara fisik (misalnya ancaman) atau sosial (mengabaikan atau mengecilkan korban).
Kekerasan fisik di keluarga, yang mungkin dilakukan oleh saudara kandung dan menyebabkan trauma pada anak.

Ditegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting. Orang tua bertanggung jawab mencontohkan perilaku yang baik karena anak cenderung meniru mereka. Disisi lain guru berperan memperkuat kepribadian anak, memberikan nilai moral, dan menjadi panutan dengan menunjukkan perilaku yang sesuai norma, seperti ketepatan waktu dan kedisiplinan. Solusi yang diusulkan melibatkan guru sebagai motivator yang memberikan nasihat setiap hari untuk memastikan tujuan pendidikan moral tercapai.

Kesimpulannya, pendidikan moral yang efektif harus dimulai di rumah oleh orang tua dan dilanjutkan di sekolah oleh guru, dengan kedua belah pihak bekerja sama untuk memberikan contoh sikap yang baik dan memastikan anak-anak tumbuh dengan nilai moral yang kuat.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> FORUM pertanyaan

oleh Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Menurut saya, perbedaan antara penilaian hard skill dan soft skill itu sangat signifikan karena dari definisinya cara memperoleh keduanya berbeda. Tetapi hard skill dan soft skill ini sangat diperlukan di lingkungan kita terutama di lingkungan kerja dan kuliah maka dari itu kita harus memaksimalkan keduanya agar bisa menjadi basic untuk memperoleh hasil yang bagus dan maksimal.

Penilaian keduanya berbeda itu dikarenakan penilaian hasil dapat dilihat dan di data, seperti dengan melihat sertifikat pelatihan pelatihan yang sudah dijalani tes atau pengalaman langsung di lapangan. Sedangkan untuk softskill sendiri dapat dinilai dari segi perilaku, sikap, etika, tata krama dan tanggung jawab individu tersebut.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sebelumnya izin memperkenalkan diri Bu, kami dari kelompok 5 kelas 3F yang beranggotakan :

1. Rahmah Dwi Asri (2313053164)
2. Mesa (2313053170)
3. Lutfiatun Nisa (2313053175)
4. Sindi Novitasari (2313053185)


Izin mengumpulkan tugas artikel kelompok kami, berikut filenya Ibu.

Terima kasih,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

oleh Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Pada video YouTube pendidikan moral tanggung jawab diri dalam keluarga membahas tentang konsep tanggung jawab dengan menunjukkan gambar-gambar yang relevan dan memberikan contoh-contoh yang bisa diaplikasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa poin utama yang disampaikan di dalam video adalah,
1. Guru menjelaskan pentingnya mendengarkan nasihat orang tua karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman dan bisa memberikan arahan yang baik.
2. Siswa dianjurkan untuk membantu ibu dengan tugas rumah tangga sebagai baju tanggung jawab.
3. Siswa didorong untuk menemani kakak saat keluar rumah dan menjaga keselamatan nabi untuk menunjukkan pentingnya perduli terhadap saudara-saudaranya.
4. Siswa diingatkan untuk menghormati dan meringankan tugas orang tua dan kakek nenek.
5. Membanggakan keluarga dengan belajar yang rajin, diberikan penekanan pada pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh untuk membuat keluarga bangga.
Pada bagian akhir guru meminta siswa untuk merenungkan perasaan mereka saat dilaksanakan tanggung jawab dan menyoroti pentingnya menciptakan suasana harmonis dalam keluarga. Pembelajaran yang dilakukan menggunakan pendekatan dan interaktif dengan melibatkan siswa dalam percakapan dan menanyakan pendapat mereka yang mana kedua hal itu efektif untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab pada diri siswa.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164
Jurnal “Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini” oleh Lia Yuliana, M.Pd. membahas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak sebelum memasuki pendidikan formal. PAUD dianggap sebagai fase penting dalam pembentukan karakter dan perilaku anak, di mana nilai-nilai moral membantu anak menjadi individu yang baik dan bertanggung jawab. Pendahuluan menjelaskan bahwa moral berkaitan dengan pandangan tentang baik dan buruk serta keyakinan masyarakat mengenai perilaku yang seharusnya dilakukan. Jurnal ini juga menyoroti berbagai metode pendidikan moral yang dapat diterapkan melalui jalur formal dan non-formal, serta pentingnya peran keluarga dan lingkungan.
Jurnal ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Penulis berargumen bahwa pendidikan moral adalah komponen esensial dalam PAUD yang tidak hanya mendukung perkembangan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku anak. Tujuan ini relevan mengingat tantangan moral yang dihadapi masyarakat saat ini.
Jurnal ini menemukan bahwa pendidikan moral dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik formal maupun non-formal. Penulis menjelaskan bahwa dalam pendidikan formal, penanaman nilai-nilai moral dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang terstruktur, sedangkan dalam pendidikan non-formal, pendekatan yang lebih fleksibel dapat digunakan. Penulis juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung pendidikan moral anak dengan cara yang seperti Hamid darmadi ungkapkan, penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini itu dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu, metode bermain metode bercerita, metode pemberian tugas, dan metode bercakap-cakap.
Jurnal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang pendidikan anak usia dini dengan menekankan bahwa pendidikan moral harus menjadi bagian integral dari kurikulum PAUD. Dengan mengedepankan nilai-nilai moral, jurnal ini mendorong pendidik dan orang tua untuk lebih memperhatikan aspek karakter dalam pendidikan anak. Ini juga relevan dalam konteks pembentukan masyarakat yang lebih baik dan beretika.