Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164
Jurnal Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan yang ditulis oleh Suparlan Suhartono berfokus pada dinamika antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan bermasyarakat yang seringkali menimbulkan konflik kepentingan. Suparlan Suhartono menyoroti bahwa konflik ini merupakan sifat alamiah masyarakat manusia, namun dapat diperparah oleh perilaku korupsi, egoisme, dan lemahnya kepemimpinan moral. Untuk mengatasi permasalahan ini kesadaran moral dan etika diusulkan sebagai suatu pondasi yang penting dalam kehidupan sosial. Penulis menggunakan pendekatan filosofis melalui analisis dan sintesis dialektik untuk memahami konflik sosial. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengurangi konsep individualisme dan kolektivisme, lalu menyintesis gagasan baru yang memadukan potensi kedua konsep tersebut untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Poin pembahasan yang dapat diambil dari jurnal itu
a. konflik antara individualisme dan kolonialisme yang dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Ketegangan muncul ketika kepentingan individu tidak terintegrasi ke dalam kepentingan masyarakat atau sebaliknya kepentingan masyarakat mengorbankan kebiasaan individu. Di era modern tradisi konflik ini melemah tetapi digantikan oleh konflik baru seperti korupsi sistemik yang mencerminkan sikap egoisme dari individu dan lemahnya nilai kolektif.
b. Kesadaran moral dan etika yang dianggap sebagai solusi untuk meredam konflik antara individualisme dan kolektivisme titik kesadaran moral berfungsi sebagai dorongan untuk berbuat baik sementara etika menyediakan norma sosial yang membimbing perilaku individu dalam konteks bermasyarakat. Dengan kesadaran moral yang kuat individu dapat mengembangkan potensi kreatifnya untuk mendukung kesejahteraan umum tanpa kehilangan jati dirinya.
c. Pendidikan sebagai sarana pembentukan moralitas, pendidikan baik formal, informal, maupun nonformal memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral dan etika titik penulis menekankan pentingnya pendidikan yang mencakup dalam tiga aspek utama yaitu pencerdasan spiritual, pencerdasan intelektual, dan kecerdasan moral.
d. Manajemen konflik sosial, penulis menolak dikotomi antara individualisme dan kolektivisme yang mana keduanya itu dapat diselaraskan melalui kesadaran moral yang mendorong kerjasama sosial. Dalam pandangan penulis sendiri masyarakat yang berkeadilan dapat terbentuk dengan cara menyeimbangkan antara kebebasan individu dan kepentingan kolektif.
Jadi pada jurnal ini itu dapat disimpulkan bahwa kesadaran moral adalah fondasi yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan harmonis. Pendidikan juga berperan penting dalam membangun kesadaran moral dan mengintegrasikan potensi individu ke dalam kerangka kolektif. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini sangat relevan untuk memahami bagaimana tantangan sosial modern seperti korupsi dan krisis kepemimpinan yang mengancam harmoni masyarakat. Implikasinya itu adalah pentingnya penanaman nilai-nilai moral melalui pendidikan untuk menciptakan individu yang bertanggung jawab secara sosial dan kolektif.
NPM : 2313053164
Jurnal Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan yang ditulis oleh Suparlan Suhartono berfokus pada dinamika antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan bermasyarakat yang seringkali menimbulkan konflik kepentingan. Suparlan Suhartono menyoroti bahwa konflik ini merupakan sifat alamiah masyarakat manusia, namun dapat diperparah oleh perilaku korupsi, egoisme, dan lemahnya kepemimpinan moral. Untuk mengatasi permasalahan ini kesadaran moral dan etika diusulkan sebagai suatu pondasi yang penting dalam kehidupan sosial. Penulis menggunakan pendekatan filosofis melalui analisis dan sintesis dialektik untuk memahami konflik sosial. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengurangi konsep individualisme dan kolektivisme, lalu menyintesis gagasan baru yang memadukan potensi kedua konsep tersebut untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Poin pembahasan yang dapat diambil dari jurnal itu
a. konflik antara individualisme dan kolonialisme yang dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Ketegangan muncul ketika kepentingan individu tidak terintegrasi ke dalam kepentingan masyarakat atau sebaliknya kepentingan masyarakat mengorbankan kebiasaan individu. Di era modern tradisi konflik ini melemah tetapi digantikan oleh konflik baru seperti korupsi sistemik yang mencerminkan sikap egoisme dari individu dan lemahnya nilai kolektif.
b. Kesadaran moral dan etika yang dianggap sebagai solusi untuk meredam konflik antara individualisme dan kolektivisme titik kesadaran moral berfungsi sebagai dorongan untuk berbuat baik sementara etika menyediakan norma sosial yang membimbing perilaku individu dalam konteks bermasyarakat. Dengan kesadaran moral yang kuat individu dapat mengembangkan potensi kreatifnya untuk mendukung kesejahteraan umum tanpa kehilangan jati dirinya.
c. Pendidikan sebagai sarana pembentukan moralitas, pendidikan baik formal, informal, maupun nonformal memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral dan etika titik penulis menekankan pentingnya pendidikan yang mencakup dalam tiga aspek utama yaitu pencerdasan spiritual, pencerdasan intelektual, dan kecerdasan moral.
d. Manajemen konflik sosial, penulis menolak dikotomi antara individualisme dan kolektivisme yang mana keduanya itu dapat diselaraskan melalui kesadaran moral yang mendorong kerjasama sosial. Dalam pandangan penulis sendiri masyarakat yang berkeadilan dapat terbentuk dengan cara menyeimbangkan antara kebebasan individu dan kepentingan kolektif.
Jadi pada jurnal ini itu dapat disimpulkan bahwa kesadaran moral adalah fondasi yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan harmonis. Pendidikan juga berperan penting dalam membangun kesadaran moral dan mengintegrasikan potensi individu ke dalam kerangka kolektif. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini sangat relevan untuk memahami bagaimana tantangan sosial modern seperti korupsi dan krisis kepemimpinan yang mengancam harmoni masyarakat. Implikasinya itu adalah pentingnya penanaman nilai-nilai moral melalui pendidikan untuk menciptakan individu yang bertanggung jawab secara sosial dan kolektif.