Posts made by Rahmah Dwi Asri

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

by Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Jurnal Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan yang ditulis oleh Suparlan Suhartono berfokus pada dinamika antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan bermasyarakat yang seringkali menimbulkan konflik kepentingan. Suparlan Suhartono menyoroti bahwa konflik ini merupakan sifat alamiah masyarakat manusia, namun dapat diperparah oleh perilaku korupsi, egoisme, dan lemahnya kepemimpinan moral. Untuk mengatasi permasalahan ini kesadaran moral dan etika diusulkan sebagai suatu pondasi yang penting dalam kehidupan sosial. Penulis menggunakan pendekatan filosofis melalui analisis dan sintesis dialektik untuk memahami konflik sosial. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengurangi konsep individualisme dan kolektivisme, lalu menyintesis gagasan baru yang memadukan potensi kedua konsep tersebut untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Poin pembahasan yang dapat diambil dari jurnal itu
a. konflik antara individualisme dan kolonialisme yang dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Ketegangan muncul ketika kepentingan individu tidak terintegrasi ke dalam kepentingan masyarakat atau sebaliknya kepentingan masyarakat mengorbankan kebiasaan individu. Di era modern tradisi konflik ini melemah tetapi digantikan oleh konflik baru seperti korupsi sistemik yang mencerminkan sikap egoisme dari individu dan lemahnya nilai kolektif.
b. Kesadaran moral dan etika yang dianggap sebagai solusi untuk meredam konflik antara individualisme dan kolektivisme titik kesadaran moral berfungsi sebagai dorongan untuk berbuat baik sementara etika menyediakan norma sosial yang membimbing perilaku individu dalam konteks bermasyarakat. Dengan kesadaran moral yang kuat individu dapat mengembangkan potensi kreatifnya untuk mendukung kesejahteraan umum tanpa kehilangan jati dirinya.
c. Pendidikan sebagai sarana pembentukan moralitas, pendidikan baik formal, informal, maupun nonformal memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral dan etika titik penulis menekankan pentingnya pendidikan yang mencakup dalam tiga aspek utama yaitu pencerdasan spiritual, pencerdasan intelektual, dan kecerdasan moral.
d. Manajemen konflik sosial, penulis menolak dikotomi antara individualisme dan kolektivisme yang mana keduanya itu dapat diselaraskan melalui kesadaran moral yang mendorong kerjasama sosial. Dalam pandangan penulis sendiri masyarakat yang berkeadilan dapat terbentuk dengan cara menyeimbangkan antara kebebasan individu dan kepentingan kolektif.

Jadi pada jurnal ini itu dapat disimpulkan bahwa kesadaran moral adalah fondasi yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan harmonis. Pendidikan juga berperan penting dalam membangun kesadaran moral dan mengintegrasikan potensi individu ke dalam kerangka kolektif. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini sangat relevan untuk memahami bagaimana tantangan sosial modern seperti korupsi dan krisis kepemimpinan yang mengancam harmoni masyarakat. Implikasinya itu adalah pentingnya penanaman nilai-nilai moral melalui pendidikan untuk menciptakan individu yang bertanggung jawab secara sosial dan kolektif.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 4

by Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Film pendek ini menyampaikan pesan moral tentang bahaya korupsi, meskipun dalam skala kecil, yang seringkali dianggap sepele oleh banyak orang. Cerita berpusat pada Hanafi, seorang siswa yang tanpa sadar telah melakukan tindakan korupsi dengan memanipulasi nota pembayaran fotokopi. Ia menambahkan nilai nota untuk mengambil keuntungan pribadi, suatu tindakan yang kemudian disadarinya sebagai bentuk korupsi.

Melalui dialog dengan temannya, Hanafi mulai memahami dampak buruk korupsi, baik secara moral maupun spiritual. Penjelasan tentang korupsi sebagai tindakan dosa dan keyakinan bahwa uang hasil korupsi dapat membawa penyakit, menggugah kesadaran Hanafi. Ia menjadi cemas dan merasa bersalah atas perbuatannya, sehingga mulai introspeksi dan berkomitmen untuk memperbaiki kesalahannya.

Puncak cerita menunjukkan pertobatan Hanafi ketika ia meminta maaf kepada pihak terkait dan berjanji untuk mengembalikan uang yang telah diambilnya. Pesan ini menekankan pentingnya integritas sejak usia dini, serta mengingatkan bahwa korupsi, meski dalam bentuk kecil, adalah tindakan yang salah.

Film ini berhasil mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada penonton, terutama generasi muda, bahwa perubahan menuju masyarakat yang bersih dari korupsi harus dimulai dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 3

by Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM. : 2313053164

Pada video membahas tentang perbedaan pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia yang memiliki perbedaan mencolok yang dapat menjadi pelajaran berharga. Di Jepang, siswa diajarkan menjaga kebersihan sejak dini dengan membersihkan lingkungan sekolah sendiri, membangun tanggung jawab dan kerja sama. Selain itu, kebiasaan makan bersama di sekolah, dengan menu bergizi yang disediakan, mempererat hubungan sosial dan mendidik pola makan sehat.

Jepang juga mengutamakan pendidikan karakter pada tiga tahun pertama tanpa ujian tulis, melatih nilai-nilai sopan santun dan etika publik. Berbeda dengan Indonesia yang lebih fokus pada ujian akademik. Selain itu, siswa di Jepang memiliki sedikit mata pelajaran tanpa pengulangan dalam seminggu, sehingga pembelajaran lebih terfokus.

Budaya membaca ditekankan dengan kebiasaan membaca buku selama 10 menit sebelum pelajaran, kontras dengan rendahnya minat baca di Indonesia. Perlengkapan sekolah seragam dan sederhana juga mencegah kesenjangan sosial. Namun, tekanan akademik tinggi menjadi tantangan di Jepang.

Mengadaptasi keunggulan sistem Jepang, sambil mempertahankan kearifan lokal, dapat memperbaiki pendidikan di Indonesia, menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

by Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Pada video Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia menceritakan tentang perjuangan dan dedikasi pengajar muda yang ada di pelosok Kalimantan. Video ini menyampaikan pengalaman personal Martencis Veronica Siregar, seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar, selama masa pengabdiannya di Desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara. Narasi ini mencakup tantangan sosial, tradisi budaya, dan harapan terhadap pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di daerah pelosok.
Desa Tanjung Matol di Kecamatan Sembakung, Kalimantan Utara, merupakan wilayah terpencil yang aksesnya sulit, membutuhkan perjalanan panjang melalui laut, sungai, dan darat. Dalam konteks ini, masyarakat setempat menghadapi tantangan seperti:

Pendidikan: Kurangnya minat masyarakat, terutama anak perempuan, untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SD. Banyak yang menikah di usia dini, sekitar umur 12 tahun.
Kesenjangan Budaya: Tradisi menikah muda memperlihatkan konflik antara kebiasaan lokal dan pentingnya kesetaraan gender serta akses pendidikan.
Kurangnya Kesadaran Orang Tua: Minimnya pemahaman terhadap pentingnya pendidikan membuat angka kehadiran siswa di kelas rendah dan partisipasi pendidikan menjadi terbatas.
2. Pengalaman Personal dan Inisiatif Kreatif
Sebagai pengajar muda, Martencis menghadapi berbagai tantangan dengan pendekatan yang kreatif dan personal:

Menghias Ruang Kelas: Martencis menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk menarik minat siswa agar lebih nyaman dan betah di kelas.
Metode Belajar Fleksibel: Belajar di luar kelas menjadi alternatif untuk mengurangi kejenuhan siswa, menekankan bahwa pendidikan dapat terjadi di mana saja.
Motivasi Belajar: Bersama kepala sekolah, Martencis memberi penghargaan berupa perjalanan keluar desa bagi siswa berprestasi. Pendekatan ini bertujuan membuka wawasan dan memotivasi siswa.
Partisipasi Tradisional: Ikut serta dalam aktivitas lokal seperti memetik pakis dan memancing membantu Martencis membangun hubungan yang lebih erat dengan warga setempat.

Pengabdian Martencis di pelosok Kalimantan menggarisbawahi pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan sosial, meskipun harus menghadapi tantangan budaya dan keterbatasan fasilitas. Video ini menginspirasi bahwa langkah kecil seperti menghias kelas, memberi motivasi, dan membangun hubungan dengan masyarakat bisa membawa dampak signifikan terhadap kehidupan anak-anak di pelosok. Video ini tidak hanya memberikan gambaran realitas pendidikan di daerah pelosok tetapi juga membangkitkan rasa peduli terhadap pentingnya kontribusi individu untuk perubahan sosial.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

by Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164

Berdasarkan video tentang potret pendidikan di dusun terpencil yang diangkat dari Sekolah Dasar Negeri Gelar di Kabupaten Sikka Nusa tenggara Timur. SD Negeri gelar menghadapi tantangan yang serius dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. SD Negeri gelar berlokasi di dusun terpencil di kaki gunung api gone, sehingga sekolah ini beroperasi dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang mengkhawatirkan. Sekolah ini hanya memiliki 6 ruangan dengan 5 diantaranya difungsikan sebagai ruang kelas dan 1 ruang untuk kantor guru, kondisi ini memaksa satu kelompok belajar atau rombel untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di teras sekolah. Bahkan, sekolah tidak memiliki perpustakaan sebagai sarana penunjang pembelajaran.

Selain masalah infrastruktur, siswa SD Negeri Gelar juga menghadapi kesulitan akses di mana setiap hari mereka harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk mencapai sekolah. Rizky dalam kondisi yang serba sulit semangat belajar para siswa SD Negeri Gelar tetap tinggi, hal ini mencerminkan bahwa tekad yang luar biasa dari anak-anak wilayah terpencil. Namun, semangat anak-anak harus diimbangi dengan dukungan fasilitas pendidikan yang memadai agar mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman. Kondisi SD Negeri gelar ini adalah suatu gambaran nyata tentang ketimpangan pendidikan yang terjadi di Indonesia terutama di daerah terpencil. Pemerintah perlu membuka mata dan memperhatikan situasi ini dengan menyediakan fasilitas bank madai tindakan tersebut tidak hanya akan memberikan rasa aman bagi siswa dan guru tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.