Rahmah Dwi Asri (2313053164) Metro
Kiriman dibuat oleh Rahmah Dwi Asri
P.PKn SD 25 -> ABSENSI
oleh Rahmah Dwi Asri -
P.PKn SD 25 -> ABSENSI
oleh Rahmah Dwi Asri -
P.PKn SD 25 -> ABSENSI
oleh Rahmah Dwi Asri -
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164
Nama : Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164
Jurnal Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat yang ditulis oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana menggambarkan adanya kesenjangan nilai moral yang terjadi di masyarakat yang dipengaruhi oleh modernisasi dan perkembangan teknologi titik kasus di Kampung Cijambe Girang menjadi contoh nyata dari fenomena ini yang menunjukkan bahwa nilai-nilai moral Pancasila belum terinternalisasi secara optimal, terutama di kalangan generasi muda. Pergeseran gaya hidup dan nilai yang diadopsi oleh generasi muda mencerminkan sebuah tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial dan budaya lokal di masyarakat.
Penegakan hukum terkait etika di masyarakat cenderung lemah yang menunjukkan perlunya sinergi antara hukum formal dan nilai-nilai etika informal untuk memastikan bahwa masyarakat tetap berada dalam koridor norma yang benar. Hukum formal memerlukan dukungan sistem sosial dan budaya sementara hukum informal seperti sanksi sosial perlu diperkuat melalui partisipasi aktif dari masyarakat. Terdapat beberapa penyebab utama melemahnya nilai moral di masyarakat termasuk kurangnya pendidikan moral, dampak negatif dari teknologi perubahan sosial, dan lemahnya kontrol sosial yang ada di masyarakat. Penyebab utama ini menyoroti pentingnya pendidikan moral yang sistematis dan penggunaan teknologi secara bijak untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Meninggalnya pelanggaran etika berkontribusi pada hilangnya karakteristik bangsa perubahan perilaku generasi muda dan menurunnya kesadaran hukum. Selain itu nilai-nilai budaya lokal yang bergeser menjadi sebuah ancaman yang serius terhadap identitas sosial dari masyarakat titik yang lainnya hal ini membutuhkan perhatian segera agar dampak tersebut tidak semakin meluas. Implikasi dari lemahnya nilai moral ini dapat mengganggu harmoni sosial menciptakan konflik dan mempengaruhi pembentukan generasi muda. Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan yang multidimensi yang melibatkan semua pihak dari pemerintah hingga tokoh masyarakat. Program pendidikan moral yang sistematis kemari fertilisasi nilai-nilai lokal, dan penguatan peran keluarga menjadi langkah penting dalam membentuk kembali moralitas masyarakat. Penelitian ini juga merekomendasikan beberapa langkah penting seperti penguatan pendidikan moral sejak ini, pemberdayaan masyarakat untuk sadar hukum, dan optimalisasi peran keluarga dan lembaga sosial sebagai benteng moral.
Keterbatasan penelitian menjadi tantangan dalam generalisasi hasil, mengingat fokusnya hanya pada satu wilayah dengan pendekatan deskriptif tidak adanya data kuantitatif yang mendukung membuat penelitian ini belum mampu memberikan gambaran statistik yang kuat. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kesenjangan nilai moral di masyarakat, menyediakan beasis empiris untuk kebijakan rumah dan membuka jalan bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam.
Kesimpulannya pada jurnal ini memperjelas bahwa permasalahan moral dan etika yang merupakan isu kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak dan langkah yang strategis serta menyeluruh untuk mengatasi tantangan ini titik dengan pendekatan yang tepat, maka masyarakat itu dapat diarahkan kembali kepada nilai-nilai luhur yang mendukung harmoni sosial dan budaya.
NPM : 2313053164
Jurnal Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat yang ditulis oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana menggambarkan adanya kesenjangan nilai moral yang terjadi di masyarakat yang dipengaruhi oleh modernisasi dan perkembangan teknologi titik kasus di Kampung Cijambe Girang menjadi contoh nyata dari fenomena ini yang menunjukkan bahwa nilai-nilai moral Pancasila belum terinternalisasi secara optimal, terutama di kalangan generasi muda. Pergeseran gaya hidup dan nilai yang diadopsi oleh generasi muda mencerminkan sebuah tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial dan budaya lokal di masyarakat.
Penegakan hukum terkait etika di masyarakat cenderung lemah yang menunjukkan perlunya sinergi antara hukum formal dan nilai-nilai etika informal untuk memastikan bahwa masyarakat tetap berada dalam koridor norma yang benar. Hukum formal memerlukan dukungan sistem sosial dan budaya sementara hukum informal seperti sanksi sosial perlu diperkuat melalui partisipasi aktif dari masyarakat. Terdapat beberapa penyebab utama melemahnya nilai moral di masyarakat termasuk kurangnya pendidikan moral, dampak negatif dari teknologi perubahan sosial, dan lemahnya kontrol sosial yang ada di masyarakat. Penyebab utama ini menyoroti pentingnya pendidikan moral yang sistematis dan penggunaan teknologi secara bijak untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Meninggalnya pelanggaran etika berkontribusi pada hilangnya karakteristik bangsa perubahan perilaku generasi muda dan menurunnya kesadaran hukum. Selain itu nilai-nilai budaya lokal yang bergeser menjadi sebuah ancaman yang serius terhadap identitas sosial dari masyarakat titik yang lainnya hal ini membutuhkan perhatian segera agar dampak tersebut tidak semakin meluas. Implikasi dari lemahnya nilai moral ini dapat mengganggu harmoni sosial menciptakan konflik dan mempengaruhi pembentukan generasi muda. Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan yang multidimensi yang melibatkan semua pihak dari pemerintah hingga tokoh masyarakat. Program pendidikan moral yang sistematis kemari fertilisasi nilai-nilai lokal, dan penguatan peran keluarga menjadi langkah penting dalam membentuk kembali moralitas masyarakat. Penelitian ini juga merekomendasikan beberapa langkah penting seperti penguatan pendidikan moral sejak ini, pemberdayaan masyarakat untuk sadar hukum, dan optimalisasi peran keluarga dan lembaga sosial sebagai benteng moral.
Keterbatasan penelitian menjadi tantangan dalam generalisasi hasil, mengingat fokusnya hanya pada satu wilayah dengan pendekatan deskriptif tidak adanya data kuantitatif yang mendukung membuat penelitian ini belum mampu memberikan gambaran statistik yang kuat. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kesenjangan nilai moral di masyarakat, menyediakan beasis empiris untuk kebijakan rumah dan membuka jalan bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam.
Kesimpulannya pada jurnal ini memperjelas bahwa permasalahan moral dan etika yang merupakan isu kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak dan langkah yang strategis serta menyeluruh untuk mengatasi tantangan ini titik dengan pendekatan yang tepat, maka masyarakat itu dapat diarahkan kembali kepada nilai-nilai luhur yang mendukung harmoni sosial dan budaya.