Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163
Kelas: 3F
Hasil analisis dari video yang berjudul ”Apakah Moral? The Trolley Problem” menghadirkan sebuah dilema moral klasik yang dikenal sebagai Troli Problem. Video tersebut meminta penonton nya untuk memikirkan keputusan moral dalam situasi yang sulit dan berpotensi mengorbankan nyawa.
Pertama-tama, penonton diajak untuk membayangkan diri mereka sebagai pengendali kereta yang melaju cepat. Mereka harus memilih antara membiarkan kereta terus berjalan dan menabrak lima orang, atau mengubah arah kereta sehingga hanya satu orang yang akan terbunuh. Sebagian besar orang cenderung memilih untuk menarik tuas dan menyelamatkan lima nyawa, meskipun harus mengorbankan satu nyawa. Kemudian, situasi diperumit lagi dengan skenario kedua, di mana penonton dihadapkan pada situasi serupa namun dengan perubahan. Kali ini, mereka berada di atas jembatan dan memiliki opsi untuk mendorong seseorang yang bertubuh besar ke jalur kereta untuk menghentikan kereta, menyelamatkan lima orang. Namun, banyak orang justru tidak memilih untuk mendorong orang tersebut, meskipun tujuannya adalah menyelamatkan lima nyawa. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan langsung (mendorong seseorang) berbeda dari tindakan tidak langsung (menarik tuas), meskipun hasil akhirnya serupa.
Pada skenario pertama, menarik tuas dianggap sebagai tindakan yang bisa diterima karena menyelamatkan lebih banyak orang, sementara pada skenario kedua, mendorong seseorang terlihat sebagai tindakan aktif yang lebih sulit diterima secara moral. Ini menunjukkan bagaimana niat dan cara bertindak dapat mempengaruhi nilai moral suatu keputusan. Moralitas di sini dipertanyakan sebagai sesuatu yang mungkin saja digunakan untuk membenarkan kepentingan kelompok atau individu dan mempertanyakan apakah tindakan mengorbankan sedikit demi kepentingan banyak memang selalu lebih bermoral, atau apakah moralitas terkadang hanyalah alat untuk menyembunyikan egoisme manusia. Kesimpulannya, video tersebut mengajak kita untuk mempertanyakan kembali konsep moralitas, terutama dalam konteks pengorbanan dan kepentingan umum. Skenario dalam video tersebut juga mengajarkan bahwa terkadang kita membuat keputusan moral berdasarkan hasil (konsekuensialisme) tetapi sering kali merasa tidak nyaman dengan tindakan yang kita anggap lebih aktif, seperti mendorong seseorang, meskipun konsekuensinya sama.
Troli Problem digunakan untuk mengeksplorasi berbagai dilema moral dalam konteks kehidupan nyata, seperti perang, diskriminasi, dan penyiksaan. Misalnya, pertanyaan apakah mengorbankan minoritas demi kepentingan umum adalah tindakan moral yang dapat dibenarkan. Dilema ini juga dikaitkan dengan isu-isu modern seperti kecerdasan buatan yang harus membuat keputusan etis dalam situasi sulit. Jika seseorang berada di pihak yang dirugikan, mereka mungkin tidak akan setuju bahwa pengorbanan tersebut adalah tindakan moral. Contohnya, dalam perang atau konflik, seringkali kelompok yang lebih besar atau lebih kuat membenarkan tindakan terhadap kelompok yang lebih kecil dengan alasan kepentingan umum. Ketika seseorang atau kelompok berada dalam posisi yang lebih diuntungkan, mereka cenderung menganggap bahwa keputusan moral yang menguntungkan mereka adalah yang benar, meskipun hal itu mungkin merugikan orang lain.