Kiriman dibuat oleh Wilda Tajkia

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 4

oleh Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Berdasarkan hasil analisis saya terhadap video "Film Pendek Korupsi- Pelajar Anti Korupsi," saya merasa terinspirasi dan teredukasi oleh pesan yang disampaikan. Film ini dengan cerdas mengangkat isu korupsi dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan pelajar, yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini. Karakter utama, Hanafi, menggambarkan perjalanan emosional yang menarik, dari sikap acuh tak acuh terhadap tindakan manipulasi uang untuk tugas fotokopi hingga kesadaran akan kesalahan tindakannya. Perubahan ini sangat menggugah, dan saya merasa terhubung dengan proses berpikirnya saat ia mulai merenungkan dampak dari perbuatannya.

Diskusi antara Hanafi dan temannya, Bayu, menjadi momen kunci dalam film ini. Bayu menjelaskan dampak korupsi tidak hanya dari segi materi, tetapi juga dari perspektif spiritual dan moral. Pendekatan ini sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran penonton tentang betapa luasnya implikasi dari tindakan koruptif, bahkan yang tampak sepele. Penggunaan situasi sederhana seperti manipulasi uang untuk fotokopi sebagai simbol korupsi menunjukkan bahwa tindakan kecil pun bisa memiliki konsekuensi besar jika dibiarkan. Ini adalah pengingat penting bahwa korupsi tidak selalu terjadi dalam skala besar; sering kali, ia dimulai dari hal-hal yang kita anggap sepele.

Akhir cerita yang menegaskan penolakan para pelajar terhadap korupsi memberikan nuansa positif yang kuat. Pesan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari sangat menginspirasi. Film ini berhasil membuat saya merenungkan perilaku saya sendiri dan bagaimana saya melihat tindakan-tindakan kecil yang berpotensi menjadi korupsi. Secara keseluruhan, "Pelajar Anti Korupsi" bukan hanya sekadar hiburan; ia adalah ajakan untuk bertindak dan menjadi lebih sadar akan dampak dari tindakan kita. Saya sangat merekomendasikan film ini kepada semua anak muda, karena ia memberikan wawasan berharga tentang pentingnya hidup dengan integritas dan menolak segala bentuk korupsi di mana pun kita berada.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 3

oleh Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


Berdasarkan hasil analisis saya terhadap video tersebut, viideo tersebut membahas perbedaan sistem pendidikan dasar antara Jepang dan Indonesia memberikan wawasan menarik tentang bagaimana kedua negara mengelola pendidikan di tingkat dasar. Dari perbandingan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia, dapat di kagumi bahwa pendekatan Jepang yang menekankan kebersihan, disiplin, dan pendidikan karakter sejak dini. Praktik di mana siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka dan makan bersama dengan guru dianggap sebagai cara efektif untuk membangun hubungan positif dan rasa tanggung jawab. Namun, saya juga merasa prihatin dengan tekanan belajar yang tinggi di Jepang, yang dapat menyebabkan stres pada siswa. Di sisi lain, sistem pendidikan Indonesia sering kali dikritik karena beban mata pelajaran yang berat dan kurangnya fokus pada pengembangan karakter, yang bisa membuat siswa merasa tertekan dan kurang termotivasi. Saya berpendapat bahwa Indonesia perlu belajar dari Jepang dalam hal mengurangi jumlah mata pelajaran dan lebih menekankan pada pembelajaran karakter. Meskipun ada kelebihan dalam sistem pendidikan Indonesia, seperti biaya pendidikan yang terjangkau, tantangan dalam disiplin dan motivasi siswa masih perlu diatasi agar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Berdasarkan hasil analisis saya terhadap artikel "Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan" karya Suparlan Suhartono, atikel tersebut membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan masyarakat, serta pentingnya kesadaran moral dan etika untuk mengelola konflik tersebut. Konflik antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif merupakan hal yang umum dalam masyarakat. Ketika kepentingan individu mengganggu kepentingan umum, atau sebaliknya, konflik akan muncul. Misalnya, pembebasan tanah untuk pembangunan dapat menimbulkan ketegangan antara hak milik individu dan kebutuhan masyarakat.

Di era modern, korupsi menjadi masalah besar yang memperburuk konflik ini. Banyak pemimpin yang lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan umum, menyebabkan krisis kepemimpinan. Hal ini mengakibatkan dinamika sosial yang lemah dan menghambat pencapaian tujuan bersama. Pendidikan dianggap sebagai alat penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Dengan pendidikan yang baik, individu diharapkan dapat memahami pentingnya keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kolektif, sehingga dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini juga menjelaskan bahwa filsafat moral berperan dalam memahami hubungan antara individu dan masyarakat. Kesadaran moral harus tertanam dalam norma perilaku sosial agar kedua kepentingan dapat terkelola dengan adil. Kedua paham ini memiliki posisi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Individualisme memberikan ruang bagi pengembangan diri, sementara kolektivisme menekankan pada kebersamaan dan saling mendukung. Keduanya perlu saling melengkapi untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sistem komunikasi antar individu sangat penting untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Setiap individu harus mampu berinteraksi tanpa kehilangan identitasnya, sehingga potensi masing-masing dapat berkembang dalam konteks sosial.

Akhirnya, artikel menyimpulkan bahwa kesejahteraan umum dapat dicapai jika individu memiliki kesadaran moral yang tinggi dan etika yang kuat. Dengan demikian, konflik antara individualisme dan kolektivisme tidak hanya dapat dikelola tetapi juga dapat menjadi potensi bagi kemajuan sosial. Artikel ini mendorong pembaca untuk merenungkan bagaimana membangun kesadaran moral yang kuat dalam diri setiap individu agar dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


Berdasarkan hasil analisis saya terhadap artikel "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" yang ditulis oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana, yaitu artikel ini membahas tentang kondisi moral bangsa Indonesia yang terpuruk akibat pelanggaran etika yang luas. Moral dan etika merupakan komponen penting dalam struktur sosial sebuah bangsa. Morality (moralitas) tercermin dalam perilaku baik yang menjadi karakter individu atau kelompok, sedangkan ethics (etik) adalah aturan non-formal yang lebih merupakan sopan santun, adab, atau tatakrama. Rendahnya moral bangsa Indonesia disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hukum dan minimalnya pendidikan moral. Ini berimplikasi pada perkembangan negara, karena moral yang baik sangat diperlukan untuk menjaga harmoni sosial. Perubahan zaman yang cepat juga meningkatkan risiko hilangnya etika tradisional dan moral yang sudah ada.

Hukum formal memiliki sanksi tegas, sedangkan etika adalah aturan non-formal yang lebih berorientasi pada sopan santun dan adab. Pentingnya penegakan hukum dalam masyarakat untuk membangun moral bangsa yang kuat. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah sangat esensial dalam menerapkan moral dan etika. Contohnya, pelecehan seksual yang marak di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, merupakan indikator rendahnya etika dan moral masyarakat. Faktor-faktor seperti diskriminasi gender dan kurangnya kesadaran etika menyebabkan pelanggaran-pelanggaran etika ini terjadi.

Artikel ini menyarankan perlunya undang-undang yang spesifik mengatur etika dan moral masyarakat. Dengan adanya regulasi yang jelas, pencegahan terhadap perubahan moral dan etika yang buruk dapat dilaksanakan. Pendidikan moral dan etika juga harus difokuskan pada hubungan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral. Artikel ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga moral bangsa melalui penegakan hukum dan edukasi etika. Melalui kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, serta implementasi undang-undang yang tepat, kita dapat memulihkan moral bangsa dan meningkatkan etika masyarakat. Inilah langkah-langkah strategis untuk mengatasi problematika moral bangsa yang terus-menerus berkembang.