གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ ELSYA GUSTI LESTARI

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Diskusi Kisah Inspiratif

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


Dari kisah inspiratif tersebut kita tau bahwa Bung Hatta sangat amat bertanggung jawab atas pekerjaannya sehingga kebijakan negarapun dirahasiakan dari istrinya yang dimana tidak boleh dibocorkan demi kepentingan keluarga. Beliau tetap merahasiakan kebijakan tersebut meskipun berdampak pada kehidupan pribadinya serta beliau tidak mengambil keuntungan atas jabatan tinggi yang sudah ia peroleh yang dimana bisa saja beliau membocorkan kebijakan tersebut pada istrinya.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal 3 kompetensi yaitu :

1. Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang – undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi, dan seterusnya.

2. Kecakapan kewarganegaraan (civic skill), berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional, dan kecakapan spiritual.

3. Watak kewarganegaraan (civic disposition), berkenaan dengan nilai – nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga terminifestasikan dalam perilaku seseorang warganegara.

Nilai – nilai unik tersebut berasal dari nilai budaya, ajaran agama, atau dasar filsafat yang dimiliki dan disepakati oleh bangsa tersebut.

 

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari 2 sudut yaitu :

1. Secara historis, Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai – nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara.

2. Secara kultural dasar – dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai – nilai Pancasila berakar pada nilai – nilai kebudayaan dan nilai – nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara.

 

Pancasila sebagai nillai – nilai kemanusiaan yaitu :

1. Hormat menghormati terhadap keyakinan religius orang lain.

2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.

3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme.

4. Nilai – nilai terkait dengan demokrasi konstitusional.

5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity).

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Tanggal 17 Agustus adalah hari yang meriah bagi Indonesia, karena Indonesia diproklamasikan sebagai bangsa Merdeka. Terlepas dari itu banyak sekali tantangan yang datang seperti agresi militer, perang dingin, kemiskinan, dan separatisme. Namun Indonesia masih kuat karena menerapkan Pancasila sebagai dasar negara.


Soekarno memberikan 5 gagasan dasar negara untuk Indonesia, yaitu :

1. Prinsip kebangsaan, bangsa adalah semua keinginan manusia untuk bersatu dan atas dasar persamaan nasib, sehingga bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi bangsa satu golongan saja melainkan bangsa yang tidak terpecah belah.

2. Prinsip internasionalisme, merupakan satu dalam kekeluargaan diseluruh dunia serta kecintaan pada perdamaian dunia.

3. Prinsip mufakat, setiap warga yang ingin menyuarakan pendapatnya harus diberikan platform untuk menyuarakan pendapatnya tanpa harus menghalangi orang lain.

4. Prinsip keadilan sejahtera, adalah mensejahterakan rakyat Indonesia tanpa melihat kekayaan yang apabila ketika terjadinya ketimpangan kekayaan yang merajalela akan membuat kemerdekaan hanya menjadi kemerdekaan kelas masyarakat tertentu.

5. Prinsip ketuhanan, yaitu kita harus saling menghormati agama dengan yang lainnya.


Kelima prinsip tersebut dapat diringkas menjadi Trisila yakni Sosio-Nasionalisme, Sosio-Ekonomi, dan Ketuhanan serta dapat menjadi satu yaitu gotong royong.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!

Jawaban : Menurut pendapat saya sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka itu memanglah tidak sesuai dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita yang dimana tidak mencerminkan sila – sila Pancasila salah satunya yaitu “Ketuhanan yang maha esa”. Praktek terorisme yang mengatasnamakan agama jelas suatu hal yang bertentangan dengan sila pertama Pancasila. Solusi saya untuk mengurangi terjadinya kejadian tersebut terulang adalah dengan cara pemerintah didukung oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat tidak boleh terpengaruh paham terorisme melainkan harus memberantas pola pikir terorisme, terutama pada kalangan muda, dalam bidang pendidikan, hal itu dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar serta dengan cara memperkuat pertahanan negara sehingga negara aman dari serangan terorisme. Selain itu tindakan yang dapat dilakukan apabila terorisme telah terjadi adalah dengan cara negara bertanggungjawab pada rakyat dan memberi bantuan bagi rakyat yang menjadi korban.

 

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!

Jawaban : Gerakan radikalisme dan terorisme sangat bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena bertentangan dengan sifat ketuhanan yang tidak boleh memaksakan kehendak dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. Terorisme adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap HAM dan melanggar salah satu hak asasi manusia yang utama, yaitu hak hidup. Tindakan siapa saja yang melakukan terorisme merupakan tindakan yang kejam dan tidak dibenarkan dalam agama apapun. Teroris merupakan musuh bersama kemanusiaan, karena tindakan mereka yang membuat orang lain tidak aman, tidak nyaman, selalu diselimuti rasa ketakutan dan mengacaukan sistem sosial, serta hukum yang sudah mapan dianut bangsa Indonesia. Sehingga sanksi yang diberikan pada pelaku bom bali di tahun 2002 haruslah hukuman mati atau penjara seumur hidup dikarenakan telah menimbulkan dampak negatif yang besar pada masyarakat seperti banyaknya bangunan – bangunan yang roboh serta terdapat masyarakat yang menjadi korban jiwa atas peristiwa tersebut. Sehingga harus diberikan sanksi agar kejadian itu tidak terulang kembali dan membuat jera para pelaku teroris.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-
Nama : Elsya Gusti Lestari
NPM : 2311011014


1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !

Jawaban : Letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai – nilai Pancasila yaitu :

1. G 30 S PKI menculik, menyiksa dan membunuh 10 orang prajurit ABRI Pancasialis. Perbuatan mereka yang sewenang – wenang itu bertentangan dengan Pancasila, terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Ideologi komunisme tidak bisa dijadikan ideologi Bangsa Indonesia, karena bertentangan dengan jiwa dan semangat bangsa yang menjunjung tinggi asas Ketuhanan Yang Maha Esa.

3. Rakyat dipandang sebagai alat untuk mencapai kemakmuran kliping yang sangat halal untuk dibunuh bila diperlukan. Jadi sesungguhnya komunisme bertentangan dengan sila ke lima dari Pancasila.

4. Cara – cara komunis yang memecah belah rakyat non-komunis serta pasti melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan dan menolak bermusyawarah jelas bertentangan dengan sila ke tiga dan ke empat pancasila.

 

Hikmah yang dapat diambil dengan adanya peristiwa G 30 S PKI adalah :

1. Memahami betul bahwa kontroversi dan propaganda melahirkan kebingungan dan mengakibatkan adanya pergerakan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain.

2. Memahami bahwa perebutan kekuasaan di dalam suatu bangsa dan negara akan selalu mengundang permasalahan. Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.

3. Memahami bahwa kepemimpinan yang lemah bisa menyebabkan kehidupan bangsa dan negara melemah.

4. Memahami bahwa jika pemerintahan gagal membangun perekonomian maka akan terjadi krisis ekonomi.  Jika krisis ekonomi sampai terjadi maka akan terjadi pula krisis sosial.

 

2. Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?

Jawaban : Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu prinsip dasar dalam budaya Indonesia yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan masyarakat maupun organisasi di sekitar kita. Dalam praktiknya, musyawarah untuk mufakat memungkinkan setiap anggota untuk memberikan masukan dan pandangan sehingga keputusan yang diambil dapat lebih diterima oleh seluruh anggota. Namun, penggunaan musyawarah untuk mufakat juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan, yang perlu dikritisi dan diperbaiki agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

 

1. Bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah berlangsung. Ketika musyawarah dilakukan dengan benar, maka akan muncul berbagai kearifan, antara lain :

• Saling menghargai : Dalam musyawarah, setiap anggota dihargai dan dipandang setara. Pandangan setiap orang didengar dengan seksama dan dipertimbangkan sebelum membuat keputusan.

• Meningkatkan kebersamaan : Musyawarah untuk mufakat dapat meningkatkan kebersamaan dan rasa saling menghormati antar anggota. Hal ini terjadi karena setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima oleh seluruh anggota.

 

2. Bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah berlangsung. Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaan musyawarah untuk mufakat, antara lain :

• Egoisme : Beberapa anggota cenderung mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, sehingga sulit untuk mencapai mufakat.

• Tidak terbukanya informasi : Keterbatasan informasi yang disampaikan oleh beberapa anggota dapat mengurangi kualitas diskusi dan kesepakatan yang dihasilkan.

• Tidak ada pengambilan keputusan : Musyawarah dapat menjadi tidak efektif jika tidak diakhiri dengan pengambilan keputusan. Terkadang, anggota terlalu fokus pada diskusi sehingga lupa untuk mengambil keputusan yang tepat.

 

3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!

Jawaban : Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai – nilai pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa yaitu :

• Generasi muda yang mengagung – agungkan budaya barat, menganggap pancasila hanya sebagai dasar negara, kurangnya pengajaran atau pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan pancasila, adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental.

• Menurunnya sosialisasi nilai – nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, sikap apatisme, berkembangnya hedonisme, dan materalisme serta orientasi syariah sebagai pandangan hidup.