Nama : Elsya Gusti Lestari
NPM : 23110110141. Cobalah anda menelusuri proses
terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa
tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari
peristiwa tersebut !
Jawaban : Letak penyimpangan
peristiwa tersebut dengan nilai – nilai Pancasila yaitu :
1. G 30 S PKI menculik, menyiksa
dan membunuh 10 orang prajurit ABRI Pancasialis. Perbuatan mereka yang sewenang
– wenang itu bertentangan dengan Pancasila, terutama sila kemanusiaan yang adil
dan beradab.
2. Ideologi komunisme tidak bisa
dijadikan ideologi Bangsa Indonesia, karena bertentangan dengan jiwa dan
semangat bangsa yang menjunjung tinggi asas Ketuhanan Yang Maha Esa.
3. Rakyat dipandang sebagai alat
untuk mencapai kemakmuran kliping yang sangat halal untuk dibunuh bila diperlukan.
Jadi sesungguhnya komunisme bertentangan dengan sila ke lima dari Pancasila.
4. Cara – cara komunis yang
memecah belah rakyat non-komunis serta pasti melakukan pemberontakan untuk
merebut kekuasaan dan menolak bermusyawarah jelas bertentangan dengan sila ke
tiga dan ke empat pancasila.
Hikmah yang dapat diambil dengan
adanya peristiwa G 30 S PKI adalah :
1. Memahami betul bahwa
kontroversi dan propaganda melahirkan kebingungan dan mengakibatkan adanya
pergerakan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain.
2. Memahami bahwa perebutan
kekuasaan di dalam suatu bangsa dan negara akan selalu mengundang permasalahan.
Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.
3. Memahami bahwa kepemimpinan
yang lemah bisa menyebabkan kehidupan bangsa dan negara melemah.
4. Memahami bahwa jika
pemerintahan gagal membangun perekonomian maka akan terjadi krisis
ekonomi. Jika krisis ekonomi sampai
terjadi maka akan terjadi pula krisis sosial.
2. Bagaimakah cara-cara
pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan
masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa
bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk
kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?
Jawaban : Musyawarah untuk
mufakat adalah salah satu prinsip dasar dalam budaya Indonesia yang sering
digunakan dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan masyarakat maupun
organisasi di sekitar kita. Dalam praktiknya, musyawarah untuk mufakat
memungkinkan setiap anggota untuk memberikan masukan dan pandangan sehingga
keputusan yang diambil dapat lebih diterima oleh seluruh anggota. Namun,
penggunaan musyawarah untuk mufakat juga memiliki beberapa kekurangan dan
tantangan, yang perlu dikritisi dan diperbaiki agar dapat memberikan manfaat
yang lebih besar.
1. Bentuk kearifan yang timbul
ketika musyawarah berlangsung. Ketika musyawarah dilakukan dengan benar, maka
akan muncul berbagai kearifan, antara lain :
• Saling menghargai : Dalam
musyawarah, setiap anggota dihargai dan dipandang setara. Pandangan setiap
orang didengar dengan seksama dan dipertimbangkan sebelum membuat keputusan.
• Meningkatkan kebersamaan :
Musyawarah untuk mufakat dapat meningkatkan kebersamaan dan rasa saling
menghormati antar anggota. Hal ini terjadi karena setiap anggota memiliki
kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, sehingga keputusan yang diambil
dapat diterima oleh seluruh anggota.
2. Bentuk kendala yang timbul ketika
musyawarah berlangsung. Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaan
musyawarah untuk mufakat, antara lain :
• Egoisme : Beberapa anggota
cenderung mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, sehingga
sulit untuk mencapai mufakat.
• Tidak terbukanya informasi :
Keterbatasan informasi yang disampaikan oleh beberapa anggota dapat mengurangi
kualitas diskusi dan kesepakatan yang dihasilkan.
• Tidak ada pengambilan keputusan
: Musyawarah dapat menjadi tidak efektif jika tidak diakhiri dengan pengambilan
keputusan. Terkadang, anggota terlalu fokus pada diskusi sehingga lupa untuk
mengambil keputusan yang tepat.
3. Hasil Survei menunjukkan bahwa
pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4%
responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila
Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila,
lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan
sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan
pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!
Jawaban : Faktor penyebab
rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai – nilai pancasila dalam
masyarakat Indonesia dewasa yaitu :
• Generasi muda yang mengagung – agungkan
budaya barat, menganggap pancasila hanya sebagai dasar negara, kurangnya
pengajaran atau pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan pancasila, adanya
generasi muda yang menderita fisik dan mental.
• Menurunnya sosialisasi nilai – nilai Pancasila
dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, sikap apatisme, berkembangnya hedonisme,
dan materalisme serta orientasi syariah sebagai pandangan hidup.