Kiriman dibuat oleh Nadjwa Tasya Safira

Nama : Nadjwa Tasya Safira
NPM : 2315061024
Kelas : PSTI D

Analisis dari video Perkembangan Demokrasi Di Indonesia, adalah :
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan
Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas. Selama masa revolusi kemerdekaan Indonesia, perkembangan demokrasi cenderung terbatas karena kondisi politik dan sosial yang belum stabil serta tekanan dari tantangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Otoritas yang terpusat dan fokus pada penyatuan bangsa serta penanggulangan penjajah menyebabkan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi, partisipasi politik yang terbatas, dan dominasi kekuasaan oleh segelintir elit politik dan militer.

2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
Pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia.
Demokrasi parlementer gagal karena, dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, seperti partai islam, partai nasionalis, partai non islam, serta partai dan jengkol, basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah, persamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat, yan sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Periode 1959-1965 ditandai dengan perkembangan demokrasi terpimpin di Indonesia. Politik pada masa ini dicirikan oleh hubungan yang kuat antara ketiga kekuatan politik utama: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Presiden Soekarno, dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Konsep demokrasi terpimpin menekankan koordinasi yang ketat antara pemerintah, militer, dan partai politik dalam mengarahkan pembangunan nasional. Meskipun di satu sisi hal ini membawa stabilitas politik, namun juga menimbulkan kritik terhadap konsolidasi kekuasaan yang terpusat dan pembatasan terhadap kebebasan politik.

4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru
Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan Orde Baru mengalami transformasi yang signifikan. Meskipun awalnya terdapat konsep "Demokrasi Pancasila" yang menjanjikan distribusi kekuasaan kepada masyarakat, namun dalam praktiknya, kekuasaan cenderung terpusat pada Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dengan birokratisasi yang meningkat dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. Selain itu, terjadi pembatasan peran partai politik, campur tangan pemerintah dalam urusan politik dan publik, serta monolitisasi ideologi negara dan inkorporasi lembaga non-pemerintah. Meskipun demikian, ada juga masa-masa "mengambang" di mana ruang politik agak terbuka, namun hal ini sering kali diikuti dengan penindasan terhadap oposisi politik.

5. Perkembangan Demokrasi pada Masa Reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
Demokrasi yang diterapkan negara kita pada era reformasi ini adalah demokrasi Pancasila, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi, yang dimulai sejak tahun 1998 hingga saat ini, menandai periode yang penting dalam sejarah politik Indonesia. Era reformasi ditandai dengan runtuhnya rezim otoriter Orde Baru dan berbagai reformasi politik, ekonomi, dan sosial yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik, transparansi pemerintahan, dan perlindungan hak-hak sipil. Salah satu tonggak penting dalam masa reformasi adalah pengadopsian kembali prinsip-prinsip demokrasi Pancasila, dengan karakteristik yang lebih terbuka dan inklusif. Pemilu yang lebih demokratis, rotasi kekuasaan dari tingkat pusat hingga desa, rekruitmen politik yang lebih terbuka, dan jaminan hak-hak dasar seperti kebebasan berpendapat menjadi ciri khas dari perkembangan demokrasi pada masa reformasi. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan polarisasi politik, upaya-upaya reformasi terus berlanjut dengan tujuan memperkuat fondasi demokrasi dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Karakteristik demokrasi era reformasi, yaitu :
Pertama, pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya. Kedua, rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa. Ketiga, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. Keempat, sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nadjwa Tasya Safira -
Nama : Ndjwa Tasya Safira
NPM : 2315061024
Kelas : TI D

Berdasarkan analisis saya dapat disimpulkan bahwa, Pendidikan Pancasila memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Mahasiswa perlu menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK dan tetap berpegang teguh pada Pancasila. Selain itu, penting juga untuk mengaktualisasikan Pancasila pada generasi muda melalui Kementerian Pendidikan nasional dengan metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi. Pemerintah juga perlu meningkatkan filtering terhadap informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi, untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.

Pendidikan Pancasila memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dan sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Hasil analisis menunjukkan bahwa 28,2% variabel sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK dapat dijelaskan oleh variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila. Selain itu, responden dalam penelitian ini secara umum menunjukkan pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, yang menunjukkan pentingnya pendidikan Pancasila dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan IPTEK.

Pengaruh signifikan antara mata pelajaran pengembangan kepribadian Pancasila dan respon siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa 28,2% variabel respon siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dijelaskan oleh variabel mata pelajaran pengembangan kepribadian Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk sikap siswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menekankan pentingnya siswa untuk menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Nadjwa Tasya Safira -
Nama : Nadjwa Tasya Safira
NPM : 2315061024
Kelas : TI D

Analisis yang saya dapat dari video tersebut Pancasila sebagai dasar Pengembangan IPTEK adalah :
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya pancasila merupakan rumusan dan pendoman kehidupan berbangsa dan bernegra bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini ada dan di masa yang akan datang itu sangat cepat.

Dasar ketuhanan yang maha esa yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekuler dunia barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendikiawan, seperti berjalan berlawanan.
Sila-sila pancasila menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila ketuhanan yang maha esa , yaitu mengimplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila kemanusian yang adil dan beradab, yaitu memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradap karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral
3. SIla persatuan Indonesia yaitu mengkomplementasikan universalisme dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusnyawaranan perwakilan yaitu mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengambangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dengan negara, serta manusia dengan alamnya lingkungannya.