Kiriman dibuat oleh RENDY ANTONO

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

1. Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia bisa dengan bermusyawarah. Dengan kita melakukan musyawarah dalam menghadapi masalah kita tentu akan bisa mengkoordinasikan suatu masalah dengan baik karena ketika bermusyawarah kita akan bertukar pendapat dan kita akan menyaring semua pendapat tersebut dan akhirnya mendapatkan hasil yang mufakat serta pasti tidak akan terjadi kesalahpahaman dalam hal apapun, musyawarah itu merupakan hal yang terbuka.

2. Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, seperti keberagaman ras, suku, agama, dan budaya tentunya. Dengan begitu banyak keberagaman hal yang terjadi di lingkungan dan saya berusaha untuk menghargai semua keberagaman tersebut, menyapa mereka semua, dan berkomunikasi jika bertemu. Menurut saya itu bisa membangun keharmonisan di lingkungan masyarakat.

3. Indonesia memiliki keberagaman yang di mulai dari suku, agama, ras, dan budaya dengan begitu pasti setiap kelompok/masyarakat yang ada di Indonesia menjadi suatu identitas tersendiri bagi bangsa kita, yakni identitas nasional, fungsi dari identitas nasional ini, yaitu sebagai landasan negara, sebagai pembeda dari negara lainnya, dan juga sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. Fungsi sebagai landasan negara, yaitu capat membantu negara tersebut untuk berkembang, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut. Bisa sebagai pembeda dari negara lain dikarenakann setiap negara memiliki keunikan, kerakteristik sendiri-sendiri, tentu itu yang membuat suatu negara menjadi khas dan dapat diketahui perbedaannya serta menjadi jati diri dari negara tersebut. Identitas itu tidak lupa untuk terus dikembangkan supaya tidak punah atau hilang. Fungsi terakhir, yaitu sebagai alat mempersatukan bangsa sehingga kehidupan sosial dapat berjalan dengan aman dan nyaman serta damai. Tanpa adanya identitas nasional, suatu bangsa akan sulit untuk dipersatukan dan berjalan bersama dalam mencapai tujuan negara.

4. Balik lagi dengan kata "keberagaman", di Indonesia banyak memiliki keberagaman sehingga tidak mungkin cuma memfokuskan pada agama Islam saja. Menurut saya, penghapusan 7 kata itu sudah benar karena agama di Indonesia tidak hanya agama Islam melainkan banyak agama lain yaitu ada Kristen, Katolik, Konghucu, Buddha, dan Hindhu. Apabila para pendiri tersebut tidak menghapus 7 kata dibelakang "Ketuhanan" tersebut maka akan terjadinya konflik dan perpecahan antara agama-agama lain selain agama Islam. Saya yakin, para pendiri bangsa tersebut menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, dihapuslah 7 kata belakang tersebut.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu tanpa syarat, berita itu diketahui oleh kalangan pemuda banga Indonesia di Bandung melalui berita siaran radio dvc London. Pada 15 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta baru kembali ke tanah air untuk memenuhi panggilan Jepang untuk Asia Tenggara di Dalat Vietnam.

Dari sinilah terjadi pro dan kontra antara golongan muda dan golongan tua yang disebut dengan peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada 16 Agustus 1945 karena supaya Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta jauh dari pengaruh pemerintahan keduudkan Jepang. Pada saat itu di Jakarta terjadi adu argumen antara Achmad Subardjo yang mewakili golongan tua dengan Wikana yang mewakili golongan muda dan akhirnya tercapai kesepakatan bahwa kemerdekaan Indonesia, proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta dan akhirnya Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dijemput di Rengasdengklok untuk menuju rumah Laksamana yang berada di Menteng. Naskah Proklamasi akhirnya dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Achmad Subardjo. Banyak pertimbangan sebelum tercapainya kata kesepakatan mengenai kepastian isi dari naskah proklamasi tersebut. Setelah disepakati, selanjutnya Sayuti Melik yang mengetik sesuai dengan naskah yang telah melalui banyak perubahan yang akhirnya disepakati tersebut. Penyusunan teks berlangsung hingga dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Nah, bisa disimpulkan bahwa peristiwa Rengasdengklok ini sangat berpengaruh terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video -1

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : TI C

Di dalam video tersebut, terdapat Bung Karno yang sedang berpidato, beliau mengatakan bahwa Pancasila itu suatu dasar yang dinamis, suatu dasar yang dapat menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia atau suatu dasar yang dapat mempersatukan rakyat Indonesia, bukan hanya untuk mencetuskan, tetapi juga untuk mengakhiri revolusi dengan hasil yang baik.

Maksud dari Pancasila yang dinamis di sini adalah mampu menyesuaikan terhadap perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu karena semakin majunya zaman pasti akan ada pergeseran budaya yang cukup signifikan maka dari itu Pancasila dapat membantu untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dan mengakhiri revolusi dengan hasil yang baik memiliki arti kita semua masih harus melakukan revolusi namun dalam arti berbeda, tidak seperti zaman dulu, mengangkat senjata untuk berperang. Tetapi kita harus bisa membangun jiwa bangsa. Bisa dengan cara mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan berperilaku sesuai dengan Pancasila pada kemajuan dan hal-hal modern yang datang dengan bertubi-tubi, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119

1. Sangat erat hubungannya karena ketika kita memahami apa itu Pancasila maka kehidupan berbangsa dan bernegara kita akan sejalan dengan hukum atau Undang-Undang yang berlaku di negara. Pancasila juga merupakan ideologi bangsa Indonesia, sehingga kita sebagai warga negara harus paham isi dan Pancasila itu sendiri. Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting karena Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mengandung makna bahwa semua aktivitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan sila-sila dari Pancasila. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia harus berpegang pada Pancasila dan hidup sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Dalam kehidupan bernegara, aparatur negara dalam membuat ataupun mengambil keputusan, pembangunan negara, harus berpegang pada ideologi Pancasila. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila sangat dibutuhlan untuk generasi- generasi bangsa agar Pancasila tetap menjadi ideologi utama bangsa Indonesia.

Urgensi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, yaitu agar mahasiswa tidak melengser dari akar budayanya sendiri dan agar mahasiswa memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Nilai pancasila harus ditanamkan kepada mahasiswa dan generasi muda dikarenakan sangatlah penting agar mengetahui bagaimana menjadi generasi yang baik, bertanggung jawab, selalu menerapkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan maupun nilai kerakyatan, karena berdasarkan dengan kehidupan saat ini yang dimana generasi milenial mulai melupakan pedoman hidup Pancasila, dan pergeseran nilai-nilai Pancasila pun didalam lingkungan kehidupan manusia saat ini telah berubah dengan adanya kemajuan IPTEK, individualnya lebih banyak dibandingkan dengan sikap sosial di lingkungannya.dengan begitulah sangat penting menerapkan nilai pancasila bagi generasi penerus bangsa yang disebut juga generasi milenial.

2. Hal yang paling pokok dalam mempelajari pendidikan Pancasila, yaitu mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Ketika kita paham isi dari Pancasila itu sendiri kita pasti akan sejalan dengan hukum ataupun undang-undang yang berlaku di Indonesia. apabila nantinya terjadi perubahan ke arah negatif, seperti perubahan dalam bersikap, beretika, bersopan santun, bertutur kata, dan lain sebagainya ketika kita paham akan makna dari isi Pancasila kita tidak akan mengikuti perubahan tersebut dan akan selalu memiliki jalurnya sendiri. di masa depan pasti akan lebih banyak muncul budaya-budaya baru atau gaya baru yang berasal dari dunia luar apabila kita paham dan mengerti makna dari Pancasila mungkin kita akan bisa berpikir jernih ataupun open minded dalam menghadapi budaya dunia luar tersebut. Selain itu, ketika kita paham dengan isi Pancasila maka kita akan,
• Selalu takwa dan berdo'a pada tuhan yang maha esa.
• Selalu adil dan mempertimbangkan segala keputusan.
• Selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maupun keluarga.
• Selalu dipimpin oleh kebijaksanaan.
• Harus bersikap adil pada siapapun.
• Tidak membeda bedakan suku, ras, dan agama
• Menghormati antar umat beragama.

3. Faktor Penghambat : Kurangnya kesadaran dalam memahami tenta isi yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar filosofi bangsa, senagai pedoman hidup bangsa. Prioritas yang lebih diberikan pada mata kuliah lainnya yang dianggap lebih diperlukan atau lebih dianggap penting dibandingkan dengan pendidikan Pancasila oleh perguruan tinggi serta kurangnya dukungan atau dorongan dari masyarakat terhadap pendidikan Pancasila.
Faktor Penunjang : Tersedianya pendidik yang kompeten dan berkualias unggul dalam memberikan pelajaran di bidang ilmu pendidikan Pancasila, adanya regulasi dan peraturan yang membutuhkan pendidikan Pancasila, seperti dalam bersikap, beretika, bertingkah laku yang benar, jika kita paham makna dari nilai-nilai Pancasila maka kita akan paham ketika kita akan melakukan sesuatu. Terakhir, tingginya kepedulian terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi kehidupan.

4. Relasi antara pendidikan Pancasila dengan Teknik Informatika terkait dengan bagaimana prinsip-prinsip nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam konteks ilmu Teknik Informatika. Hal ini mencakup aspek seperti etika, moralitas, dan tanggung jawab sosial dalam pengembangan dan penggunaan teknologi informasi. Tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, memiliki kaitan dengan pendidikan Pancasila dan Teknik Informatika. Pendidikan Pancasila membantu membentuk warga negara yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan dan moralitas dalam penggunaan teknologi. Di sisi lain, Teknik Informatika yang terarah dan bertanggung jawab dapat menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan bangsa.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh RENDY ANTONO -

Nama : Rendy Antono 

NPM : 2315061119

Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti dasar atau asas. Pancasila berarti lima sila. Pancasila terdapat pada buku Kartanegara karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular yang artinya berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima. 

Pada tanggal 20 Mei 1908, Dr. Sutomo mendirikan organisasi yang bernama Budi Utomo yang bergerak dalam pelopor gerakan nasional. Oleh karena itu, tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 

Perjuangan pergerakan dan fisik mulai menampakkan hasilnya karena telah diselenggarakannya Kongres Pemuda Nasional yang menghasilkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. 

Pada tanggal 9 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda menyerahkan prasyarat kepada Jepang dan mulailah kependudukan Jepang di Indonesia. Tiga tahun berselang Jepang kalah oleh sekutu sehingga Jepang berusaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia.

Tanggal 29 April 1945, Jepang membentuk BPUPKI atau Dokuritsu Zyunbi Choosakai yang di ketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang berjumlahkan 76 orang dengan 7 orang Jepang anggota istimewa. BPUPKI melakukan sidang pertamanya selama 3 hari dimulai dari 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945. Pada sidang itu Moh. Yamin, Prof. R. Soepomo, dan Ir. Soekarno mengemukakan pandangannya tentang asas dasar Negara Indonesia. Tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan dasar resmi dan diberi nama Pancasila, usulan tersebut diterima oleh BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Ir. Soekarno mengusulkan konsep Trisila dan Ekasila yang merupakan intisari dari Pancasila. Trisina terdiri dari sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan ketuhanan, sedangkan Ekasila berupa gotong royong. Tindak lanjut dari BPUPKI dibentuknya Tim 9 yang menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Di dalam sidang kedua BPUPKI yang dilaksanakan pada 11 Juli 1945 telah menghasilkan rancangan teks proklamasi, rancangan pembukaan UUD, dan rancangan batang tubuh UUD.

Sebelum Piagam Jakarta disahkan menjadi Pancasila, ada beberapa hal yang diubah oleh PPKI, yaitu sila "Ketuhanan dengan keeajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" fase pengesahan dilakukan tanggal 18 Agustus 1945. J

adi intinya, yaitu Pancasila memiliki dua pengertian, tiga fungsi, dan 4 pokok pikiran, serta 5 sila.

2 Pengertian Pancasila

  1. Pancasila sebagai pandangan hidup --> harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan dapat diterima oleh akal sehat.
  2. Pancasila sebagai dasar negara --> sebagai dasar falsafah negara atau philofosi atau ideologi negara. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur penyelenggaraan negara atau mengatur pemerintahan negata serta menjadi sumber dari segala sumber hukum yang terdapat di Indonesia. 

Berdasarkan pengertian dan perannya Pancasila memiliki fungsi, yaitu :

  1. Dasar yang statis/fundamental sebagaimana fungsi pokok Pancasula yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
  2. Tuntunan yang dinamis, sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
  3. Ikatan yang dapat mempersatukan dan menjamin hak hidup secara layak bagi semua warga Indonesia tanpa ada perbedaan.

3 Fungsi Pancasila

  1. Fungsi Yuridis --> fungsi utama atau fungsi pokok Pancasila sebagai dasar negara. 
  2. Fungsi sosiologis --> sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya.
  3. Fungsi etis dan filosofis --> sebagai pengatur perilaku pribadi.

4 Pokok Pikiran Pancasila

  1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia berdasarkan persatuan (sila 3)
  2. Negara Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila 5)
  3. Negara berkedaulatan rakyat berdasarkan kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (sila 4)
  4. Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa menurut kemanudiaan yang adil dan beradab (sila 1 & 2)

5 Sila Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.