Kiriman dibuat oleh RENDY ANTONO

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Menurut saya, Jurnal tersebut menyampaikan bahwa pemilu presiden 2019 di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera ditangani. Salah satu tantangannya adalah politisasi birokrasi yang mengganggu netralitas dan kinerja pemerintahan, serta kurangnya kepercayaan publik terhadap semua stakeholders terkait pemilu. Pentingnya kepercayaan publik ditekankan sebagai hal yang krusial untuk memperkuat demokrasi dan menciptakan stabilitas politik.

Selain itu, jurnal menyoroti peran penting elemen-elemen kekuatan lain seperti civil society, media massa, dan lembaga survei dalam memperdalam demokrasi. Peran aktif civil society dalam mengawal pemilu serta media massa yang menyediakan berita obyektif dianggap krusial untuk menjaga kepentingan rakyat.

Meskipun Indonesia telah berhasil melaksanakan pemilu yang aman dan damai, pemilu 2019 menunjukkan kompleksitas dan kontroversi yang menjadi pembelajaran. Pentingnya pemilu berkualitas tidak hanya sebagai sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil, dan damai, tetapi juga sebagai kunci untuk ketahanan sosial masyarakat dan eksistensi NKRI.

Tantangan yang dihadapi dalam pemilu serentak 2019 menunjukkan bahwa konsolidasi demokrasi yang berkualitas masih sulit terwujud. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan nilai-nilai demokrasi dan memastikan bahwa pemilu di masa depan dapat dijalankan dengan lebih baik untuk memperkuat demokrasi dan stabilitas politik di Indonesia.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Dari analisis yang saya lakukan, menurut saya video tersebut membahas prinsip demokrasi yang umumnya menyebabkan kebisingan dan keributan di banyak negara. Namun, meskipun demikian, saya melihat banyak hal positif lainnya dari prinsip tersebut, seperti memberikan kebebasan berekspresi dan memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara. Namun, penting juga untuk mengelola kebisingan tersebut secara lebih sehat, khususnya dalam konteks diskusi mengenai korupsi.

Selain itu, adanya penurunan dalam kondisi demokrasi di Indonesia menunjukkan adanya tantangan yang harus diatasi. Penurunan peringkat dalam indeks kebebasan adalah peringatan bahwa ada aspek tertentu dalam sistem demokrasi yang perlu diperbaiki atau diperkuat.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk melibatkan seluruh masyarakat dalam proses demokrasi, mulai dari pemilihan umum hingga pengawasan pemerintahan. Pendidikan mengenai hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara juga harus ditingkatkan agar masyarakat lebih aktif dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan demokrasi yang sehat.

Kesimpulannya, sementara demokrasi memberikan kebebasan yang penting bagi setiap individu, penting juga untuk mengelola kebisingan dan keributan dengan bijak. Dengan meningkatkan partisipasi dan pendidikan masyarakat, fondasi demokrasi Indonesia dapat diperkuat untuk masa depan yang lebih baik.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Hasil analisis jurnal “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” adalah sebagai berikut.

Jurnal tersebut membahas perkembangan yang terjadi akibat globalisasi dan dampaknya pada berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan lain-lain. Proses globalisasi, yang melibatkan dua dimensi utama yaitu dimensi ruang dan waktu, telah menyempitkan ruang dan memperpendek waktu dalam interaksi dan komunikasi skala global.

Salah satu aspek yang dijelaskan dalam jurnal adalah pengaruh globalisasi dalam menghilangkan berbagai hambatan dan rintangan, menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain. Hal ini juga membawa perspektif baru tentang konsep "Dunia Tanpa Tapal Batas."

Pengaruh globalisasi juga terlihat dalam kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, seperti televisi, telepon, telepon genggam, dan internet, yang memengaruhi masyarakat tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pelosok desa. Meskipun membawa dampak positif, perlu diperhatikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap nilai-nilai budaya, terutama jika tidak dielola dengan bijak.

Jurnal tersebut menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam menghadapi perkembangan globalisasi dan teknologi. Selain itu, pembahasannya juga melibatkan konsep Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi dianggap penting untuk memperkuat nilai-nilai dasar Pancasila, memberikan pemahaman kepada mahasiswa, dan membentuk sikap mental yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air, dan kesatuan bangsa.

Selain itu, jurnal tersebut membahas konsep sikap dan ciri-ciri sikap, serta tingkatan sikap yang mencakup menerima, merespon, menghargai, dan bertanggung jawab. Sikap dalam konteks ini dilihat sebagai respons terhadap obyek sosial.

Selanjutnya, jurnal membahas mengenai fungsi sikap, termasuk fungsi instrumental (penyesuaian), fungsi pertahanan ego, fungsi ekspresi nilai, dan fungsi pengetahuan. Fungsi instrumental, misalnya, terkait dengan pemikiran manusia tentang sejauh mana suatu obyek dapat digunakan sebagai sarana atau alat dalam mencapai tujuan.

Kemudian, jurnal membahas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sebagai bagian penting dalam perkembangan sebuah negara. Ilmu dan pengetahuan dilihat sebagai bagian integral dari kemajuan manusia dalam berbagai bidang. Teknologi, dalam konteks ini, dianggap sebagai kemampuan manusia untuk memanfaatkan kekuatan alam guna memenuhi kebutuhan hidupnya, yang diwujudkan dalam bentuk alat dan bahan.

Analisis dalam jurnal tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan Iptek.

Dari hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa, sebagai generasi muda, perlu menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila dianggap penting untuk membentuk sikap mahasiswa yang positif terhadap kemajuan teknologi, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan ideologi bangsa.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh RENDY ANTONO -
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Hasil analisis video di atas adalah sebagai berikut!
Video tersebut membahas keterkaitan antara Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Secara umum, video memfokuskan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan etika dalam perkembangan IPTEK, serta bagaimana setiap sila memiliki peran masing-masing dalam mengarahkan pengembangan IPTEK secara positif.

Pertama, di dalam video menekankan bahwa IPTEK adalah hasil karya manusia yang digunakan untuk membantu keperluan hidup. Pancasila, sebagai rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi landasan yang penting dalam perkembangan IPTEK. Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila membimbing cara IPTEK digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik dalam dampak positif maupun negatif.

Kemudian, video tersebut menyoroti Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks pengembangan IPTEK, nilai ini dianggap mengkomplementasikan ilmu pengetahuan dengan prinsip-prinsip keagamaan. Meskipun pandangan sekuler dunia Barat sering menjadi rujukan, Pancasila menunjukkan bahwa aspek ketuhanan tetap menjadi landasan utama dalam mengembangkan IPTEK.

Sila-sila Pancasila menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK, terutama Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Video menggarisbawahi pentingnya moralitas dalam pengembangan IPTEK, dengan menekankan bahwa ilmuan harus bersikap beradab dan bermoral. IPTEK dianggap sebagai hasil budaya manusia yang harus dijaga dan dikembangkan dengan nilai-nilai moral yang tinggi.

Sila Persatuan Indonesia dianggap sebagai faktor yang mendukung universalitas dan internasionalisme dalam pengembangan IPTEK. Pengembangan IPTEK seharusnya tidak hanya membawa kebermanfaatan bagi bangsa Indonesia tetapi juga berkontribusi pada rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa di dunia.

Selanjutnya, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan diangkat sebagai prinsip yang harus dipegang oleh ilmuan dalam mengembangkan IPTEK. Setiap ilmuan diharapkan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK secara demokratis, dengan menghormati dan menghargai kebebasan orang lain. Sikap terbuka terhadap kritik dan perbandingan dengan penemuan lainnya juga dianggap sebagai aspek penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Terakhir, Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dianggap sebagai landasan untuk menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. Pengembangan IPTEK haruslah memperhatikan keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri, Tuhan, manusia, masyarakat bangsa dan negara, serta alam lingkungannya.

Dengan demikian, Video diatas membahas mengenai hubungan erat antara nilai-nilai Pancasila dengan pengembangan IPTEK, menekankan aspek-aspek etika, moralitas, demokrasi, dan keadilan sosial sebagai bagian integral dari proses tersebut.