གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ RENDY ANTONO

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

RENDY ANTONO གིས-
Nama : Rendy Antono
NPM : 2316061119
Kelas : PSTI C

Setelah saya melakukan analisis, menurut saya video tersebut membahas perkembangan demokrasi di Indonesia sejak masa revolusi kemerdekaan hingga era reformasi. Masa revolusi kemerdekaan ditandai dengan keterbatasan demokrasi, di mana pers yang mendukung revolusi berperan penting. Kemudian, pada masa parlementer (1945-1959), demokrasi mencapai puncaknya dengan berbagai elemen demokrasi yang terwujud dalam kehidupan politik Indonesia. Namun, demokrasi parlementer diwarnai oleh dominasi politik aliran dan kelemahan dalam basis sosial ekonomi.

Selanjutnya, era demokrasi terpimpin (1959-1965) ditandai oleh ketegangan antara tiga kekuatan politik utama, yaitu Angkatan Darat, Soekarno, dan PKI. Pemerintahan Orde Baru menghadirkan konsep demokrasi Pancasila, namun dalam praktiknya mengalami berbagai pembatasan, dominasi ABRI, birokratisasi, dan sentralisasi kekuasaan politik.

Akhirnya, era reformasi (1998-sekarang) membawa demokrasi yang lebih terbuka dengan pelaksanaan pemilu yang lebih demokratis, rotasi kekuasaan dari tingkat pusat hingga desa, serta pola rekrutmen politik yang lebih terbuka. Meskipun demikian, demokrasi era reformasi masih dalam tahap pencarian jati diri, tetapi diharapkan akan semakin matang dan menguat di masa depan.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

RENDY ANTONO གིས-
Nama : Rendy Antono
NPM : 2315061119
Kelas : PSTI C

Menurut saya, jurnal tersebut membahas pentingnya nilai-nilai demokrasi yang tercermin dalam Pancasila, terutama dalam konteks pemilihan umum di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai landasan fundamental dalam penyelenggaraan negara dan mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi, khususnya dalam Sila Keempat yang menekankan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pemilihan umum di Indonesia dianggap sebagai implementasi nyata dari demokratisasi, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan umum di Indonesia merupakan cerminan dari demokrasi, namun masih ada tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi sesuai dengan Pancasila, terutama dalam menghadapi konflik yang sering terjadi selama proses pemilihan umum.

Nilai-nilai dalam Sila Keempat Pancasila dianggap penting dalam pembangunan demokrasi di Indonesia, namun masih diperlukan upaya untuk memperkuat demokrasi dan mengatasi konflik-konflik yang terjadi selama pemilihan umum. Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah diatur oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan pentingnya pemilihan secara langsung oleh rakyat dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan amanat konstitusi.

Namun, ada beberapa masalah yang timbul, seperti perdebatan mengenai kategori pemilihan umum kepala daerah menurut Undang-Undang Dasar, serta tantangan dalam pencalonan independen dan praktik kampanye yang tidak selalu sesuai dengan itikad baik. Dalam konteks ini, pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan umum dan perlindungan terhadap nilai-nilai demokrasi menjadi fokus utama.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan penerapan nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam praktik pemilihan umum kepala daerah. Hal ini melibatkan pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran nilai-nilai demokrasi oleh partai politik dan kandidat. Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di Indonesia dapat lebih sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila dan mendorong partisipasi yang lebih luas dari masyarakat.