Nama: Delon
NPM: 2315061131
Kelas: PSTI C
Berdasarkan jurnal diatas dapat saya simpulkan, proses memperkuat demokrasi di Indonesia masih belum stabil karena beberapa hal penting belum berjalan dengan baik. Salah satunya adalah pemilihan umum (Pemilu), yang tidak hanya penting untuk memilih pemimpin, tetapi juga untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Namun, masalah seperti kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam Pemilu masih menjadi tantangan yang perlu komitmen dari semua pihak. Ketidakstabilan dalam memperkuat demokrasi juga disebabkan oleh perilaku elit politik dan pihak terkait yang seringkali tidak mendukung prinsip-prinsip demokrasi seperti partisipasi masyarakat, persaingan yang sehat, kesetaraan politik, dan responsivitas politik. Tantangan ini semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum tidak memadai. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kualitas Pemilu dan demokrasi, tetapi juga stabilitas nasional, terutama ketika berita palsu, ujaran kebencian, dan berita sensasional di media sosial semakin merajalela. Beberapa masalah seperti politisasi identitas, persaingan keras dalam mendapatkan dukungan dari kalangan Muslim, dan politisasi birokrasi juga belum mendapatkan solusi yang memuaskan selama pemilihan presiden.
Untuk memperkuat demokrasi, diperlukan komitmen dan upaya serius dari semua pihak terkait, termasuk partai politik, masyarakat sipil, media massa, dan media sosial. Mereka perlu bekerja sama untuk membangun demokrasi yang kuat dan membangun kepercayaan publik terhadap hasil Pemilu. Ini termasuk membangun kepercayaan di antara penyelenggara Pemilu, partai politik, dan masyarakat, yang merupakan dasar penting untuk mencapai stabilitas politik dan keamanan di masyarakat.
NPM: 2315061131
Kelas: PSTI C
Berdasarkan jurnal diatas dapat saya simpulkan, proses memperkuat demokrasi di Indonesia masih belum stabil karena beberapa hal penting belum berjalan dengan baik. Salah satunya adalah pemilihan umum (Pemilu), yang tidak hanya penting untuk memilih pemimpin, tetapi juga untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Namun, masalah seperti kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam Pemilu masih menjadi tantangan yang perlu komitmen dari semua pihak. Ketidakstabilan dalam memperkuat demokrasi juga disebabkan oleh perilaku elit politik dan pihak terkait yang seringkali tidak mendukung prinsip-prinsip demokrasi seperti partisipasi masyarakat, persaingan yang sehat, kesetaraan politik, dan responsivitas politik. Tantangan ini semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum tidak memadai. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kualitas Pemilu dan demokrasi, tetapi juga stabilitas nasional, terutama ketika berita palsu, ujaran kebencian, dan berita sensasional di media sosial semakin merajalela. Beberapa masalah seperti politisasi identitas, persaingan keras dalam mendapatkan dukungan dari kalangan Muslim, dan politisasi birokrasi juga belum mendapatkan solusi yang memuaskan selama pemilihan presiden.
Untuk memperkuat demokrasi, diperlukan komitmen dan upaya serius dari semua pihak terkait, termasuk partai politik, masyarakat sipil, media massa, dan media sosial. Mereka perlu bekerja sama untuk membangun demokrasi yang kuat dan membangun kepercayaan publik terhadap hasil Pemilu. Ini termasuk membangun kepercayaan di antara penyelenggara Pemilu, partai politik, dan masyarakat, yang merupakan dasar penting untuk mencapai stabilitas politik dan keamanan di masyarakat.