གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Friskila Rohasina Simarmata

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Friskila Rohasina Simarmata གིས-
Nama: Friskila Rohasina Simarmata
NPM: 2315061043
Kelas: TI C

Hasil dari analisi jurnal tersebut adalah Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan ataupun tidak sopan, susila atau tidak susila.Politik hukum didefinisikan sebagai kebijakan dasar penyelenggaraan negara dalam proses perumusan, pembentukan, dan pengembangan hukum yang akan, sedang, dan telah berlaku Berdasarkan pendapat 11 ahli hukum tersebut setidak-tidaknya terdapat tiga ciri yang sama dalam politik hukum yaitu kebijakan dasar yang memuat arah kemana hukum akan dibawa, dibuat oleh penguasa, pembuatan hukum dilakukan dengan cara memilih nilai-nilai yang berkembang di masyarakat yang disepakati bersama dan kemudian diterapkan dalam norma untuk mengkaidahi perilaku bersama, dan bersifat konstituendum yang memuat cita-cita hukum atau cita-cita hukum yang akan diberlakukan. 

Mochtar lebih menekankan bahwa pembangunan hukum atau politik hukum sama dengan pembaharuan cara berpikir, sikap, dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.Peraturan memberikan rambu-rambu atau kaedah-kaerah, Prolegnas sebagai wadah menampung rencanarencana hukum dan BPHN sebagai motor dalam perencanaan maupun pembangunan hukum tersebut.

Tujuan negara Indonesia dituangkan dalam UUD 1945. Pembentukan perangkat hukum merupakan langkah terakhir dalam proses kebijakan publik. Tulisan ini membahas tentang hubungan hukum dan etika dalam Hukum Politik Indonesia. Etika terapan adalah cabang filsafat yang berfokus pada perilaku manusia. Politik hukum diartikan sebagai kebijakan dasar penyelenggaraan negara dalam perumusan, penetapan, dan pengembangan undang-undang. Hal ini didasarkan pada nilai-nilai masyarakat yang disepakati dan bertujuan untuk mengatur perilaku kolektif. Perkembangan hukum dipandang sebagai pembaharuan pemikiran, sikap, dan nilai-nilai dalam masyarakat. Peraturan memberikan pedoman, dan Prolegnas serta BPHN berfungsi sebagai platform untuk perencanaan dan pengembangan hukum. 


PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Friskila Rohasina Simarmata གིས-
Nama: Friskila Rohasina Simarmata
NPM: 2315061043
Kelas: TI-C

A.   Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 menyajikan tantangan besar bagi semua pihak terkait, baik itu siswa, orangtua, guru, maupun pemerintah. Dalam situasi ini, sistem pembelajaran online menjadi solusi alternatif untuk melanjutkan proses belajar mengajar. Namun, kebijakan belajar dari rumah ini juga memiliki tantangan tersendiri, seperti kurangnya interaksi sosial antara siswa dan guru, kesulitan akses internet di beberapa daerah, serta pengelolaan waktu belajar yang tidak terstruktur. Dalam hal ini, peran serta semua pihak sangat penting, mulai dari upaya pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pendidikan yang memadai hingga dukungan dari orangtua dalam mengarahkan anak-anak mereka belajar dengan disiplin.

B.   Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Untuk mengoptimalkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 agar tetap kolerasi dengan nilai-nilai Pancasila, maka diperlukan pendekatan pendidikan yang holistik dan terintegrasi. Hal ini berarti mengupayakan tidak hanya penguasaan materi pelajaran secara akademis, tetapi juga pengembangan karakter siswa dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar moral dan etika. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan, tidak hanya sebagai mata pelajaran khusus, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek pembelajaran. Selain itu, dukungan dan peran aktif dari para guru dan orangtua dalam memperkenalkan, mempraktikkan, dan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila pada siswa juga menjadi faktor kunci dalam memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

C.   Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasilais adalah ketika siswa belajar dari rumah, maka sebaiknya disediakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif dengan menghindari gangguan yang tidak perlu seperti menonton televisi atau bermain game. Dalam hal ini, siswa dituntut untuk memiliki karakter disiplin dan tanggung jawab untuk belajar dengan fokus dan konsentrasi sebaik mungkin agar bisa memahami materi yang diberikan oleh guru. Selain itu, ketika ada tetangga yang membutuhkan bantuan, maka siswa yang memiliki karakter peduli dan gotong-royong akan bersikap membantu tanpa diminta, meski hanya membantu membeli kebutuhan pokok atau membantu mengantar barang belanjaan. Hal ini menunjukkan bahwa karakter-karakter tersebut tidak hanya dipupuk di sekolah atau dalam situasi tertentu, tetapi harus terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

D.   Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat adalah bahwa Pancasila bukanlah sekedar teori atau ideologi kosong, tetapi sebagai cara hidup dan faham kebudayaan yang meresap dalam tiap-tiap jiwa warga Indonesia. Pada hakikatnya, Pancasila adalah sumber nilai moral dan etika yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila, masyarakat sebagai bagian dari warga negara harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Sikap saling menghargai dan menghormati, kerja sama, toleransi, dan kepedulian adalah contoh nyata dari nilai-nilai Pancasila yang perlu diaktualisasikan.





PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Friskila Rohasina Simarmata གིས-
Nama: Friskila Rohasina Simarmata
NPM: 2315061043
Kelas: TI-C 

“Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter” membahas tentang peran filsafat Pancasila dalam pendidikan Indonesia menuju pembangunan bangsa berbasis karakter. Pasal tersebut menjelaskan bahwa Pancasila merupakan landasan dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ditegaskan bahwa Pancasila harus diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional untuk mencerminkan jati diri bangsa dan membentuk individu yang cerdas, berakhlak mulia, mampu hidup mandiri dan bermasyarakat, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik, serta beriman di dalam Tuhan.

Jurnal tersebut juga membahas bahwa Pancasila merupakan falsafah yang menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia, selaras dengan nilai-nilai budaya bangsa.Ia berpendapat bahwa pendidikan karakter harus bersumber dari nilai-nilai yang tertanam dalam Pancasila untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki karakter yang baik. Dan juga membahas hakikat Pancasila sebagai filsafat. Dijelaskannya, Pancasila bersumber dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia Disebutkan juga bahwa Pancasila memenuhi syarat formal sebagai dasar negara Indonesia. Hakikat Pancasila meliputi Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan. Jurnal ini mengupas lebih jauh aspek epistemologis Pancasila sebagai sistem pengetahuan. Disebutkan bahwa Pancasila bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan dirumuskan secara kolektif oleh para founding fathers Indonesia. Pancasila mempunyai struktur formal dan logis, baik dari segi sila-sila (asas) maupun isinya.
Sila-sila Pancasila tersusun secara hierarkis dalam struktur seperti piramida. Jurnal ini menekankan pentingnya mengintegrasikan filsafat Pancasila ke dalam sistem pendidikan Indonesia untuk membangun bangsa berbasis karakter. Hal ini menyoroti peran Pancasila sebagai pedoman perilaku dan sistem pengetahuan yang mencerminkan nilai-nilai dan jati diri bangsa Indonesia.





Nama: Friskila Rohasina Simarmata
NPM: 2315061043
Kelas: TI-C

Pancasila sebagai filsafat
Filsafat pancasila dapat didefenisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
Filsafat tersebut memiliki aliran-aliran sebagai berikut:
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan
Manfaat dari kita mempelajari filsafat adalah kita memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berfikir logis, melatih berpikir dan bertindk bijaksana, melatih berpikir rasional dan komprehensif, dan menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, menghasilkan tindakan yang bijaksana.
Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan yaitu
- Ontologis: Adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya metafisika
- Epistemologis: Adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan
- Aksiologis : berasal dari bahasa Yunani Axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos pikiran, ilmu atau teori.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Friskila Rohasina Simarmata གིས-
Nama: Friskila Rohasina Simarmata
NPM: 2315061043
Kelas: TI-C

Jurnal tersebut membahas tentang relevansi filsafat ilmu dalam mengatasi permasalahan bangsa di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Filsafat ilmu diartikan sebagai analisis dan deskripsi ilmu dari berbagai sudut pandang, termasuk logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah. Jurnal tersebut berpendapat bahwa kehadiran filsafat di perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting karena dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan bangsa dan memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila. 
Filsafat ilmu mempunyai tiga aspek:
1. Ontologi
2. Epistemologi
3. Aksiologi.
 Secara ontologis Pancasila mengajarkan nilai-nilai seperti menghargai dan mencintai sesama, serta Tuhan berperan membimbing umat manusia. Secara epistemologis Pancasila memberikan sumber ilmu pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara aksiologis, nilai-nilai Pancasila memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan umat manusia, menekankan pentingnya gotong royong dan keadilan sosial. Filsafat ilmu dapat dijadikan alat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, khususnya dalam kasus korupsi. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, individu dapat berperilaku lebih baik dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat Indonesia. Jurnal ini dapat bermanfaat karena memberikan contoh-contoh dan studi kasus yang lebih konkrit untuk menggambarkan bagaimana filsafat ilmu dapat diterapkan untuk memecahkan permasalahan nasional. Selain itu, meskipun jurnal tersebut mengakui pentingnya individu terpelajar dalam mendukung Pancasila, jurnal tersebut tidak menyelidiki peran spesifik pendidikan dalam mempromosikan nilai-nilai tersebut. Secara keseluruhan, jurnal ini menyoroti pentingnya filsafat ilmu dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila untuk mengatasi permasalahan nasional. Hal ini menekankan perlunya individu untuk menginternalisasikan dan mewujudkan nilai-nilai ini dalam perilaku mereka, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap masyarakat Indonesia yang lebih bermartabat.
.