Nama : Alfikri Deo Putra
NPM. : 2315061075
Kelas. : PSTI C
Jurnal tersebut membahas penerapan nilai-nilai demokrasi dalam konteks pemilihan umum di Indonesia, dengan fokus pada Sila Keempat Pancasila. Penelitian tersebut mengidentifikasi nilai-nilai demokrasi, seperti pemusyawaratan dan kebijaksanaan, sebagai elemen kunci dalam proses demokratisasi, terutama dalam pemilihan umum di tingkat daerah.
Penelitian menyoroti pentingnya pemusyawaratan sebagai proses konsultasi dan dialog yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan politik. Selain itu, kebijaksanaan dianggap vital dalam konteks ini, mengacu pada kemampuan untuk membuat keputusan yang memperhitungkan berbagai kepentingan dan pandangan yang ada dalam masyarakat.
Namun, dalam prakteknya, terdapat kesenjangan yang signifikan antara idealisme nilai-nilai demokrasi dan realitas politik yang dihadapi. Salah satu contohnya adalah masalah mahar politik. Hal ini mengancam integritas proses demokratis dan mengurangi ruang bagi partisipasi politik yang berkeadilan.
Selain itu, konflik juga menjadi tantangan yang signifikan dalam penerapan nilai-nilai demokrasi dalam pemilihan umum di Indonesia. Konflik ini dapat mengganggu stabilitas politik.
Penerapan nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam pemilihan umum di Indonesia menjadi fokus utama dalam jurnal tersebut. Ini menyoroti pentingnya memperkuat implementasi nilai-nilai tersebut sebagai landasan bagi proses demokratisasi yang lebih baik. Meskipun ada tantangan yang dihadapi, seperti mahar politik, konflik, dan ketidakstabilan politik, langkah-langkah untuk memperkuat demokrasi dan menjaga stabilitas politik harus terus ditingkatkan.
Dengan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pemilihan umum, diharapkan akan terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan stabil. Ini berarti proses pemilihan umum akan lebih inklusif, adil, dan transparan, dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, pemilihan umum tidak hanya menjadi alat untuk menentukan pemimpin politik, tetapi juga sebagai wujud dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang demokratis dan berkeadilan.