གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Alfikri Deo Putra

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Alfikri Deo Putra གིས-
Nama : Alfikri Deo Putra
NPM : 2315061075
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

Isi Jurnal "SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)" itu sendiri adalah pentingnya patriotisme dan solidaritas dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang tidak bisa dipandang remeh. Patriotisme, yang melibatkan loyalitas dan cinta terhadap negara, adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua warga terhadap bangsanya. Ini mencakup ketaatan terhadap arahan pemerintah, menahan diri dari menyebarkan informasi palsu atau hoaks, dan melindungi tenaga medis. Kesadaran akan patriotisme membantu menjaga stabilitas nasional dan mengatasi konflik selama pandemi dengan memprioritaskan pemutusan rantai penularan. Isolasi dan kerjasama dengan pemerintah adalah tindakan penting dalam menunjukkan patriotisme selama masa krisis ini.

Patriotisme sangat penting di masa krisis karena memupuk rasa persatuan dan tanggung jawab kolektif di antara warga. Ketika dihadapkan dengan darurat kesehatan global seperti pandemi COVID-19, patriotisme mendorong individu untuk menempatkan kebutuhan negara dan komunitas di atas kepentingan pribadi setiap orang. Hal ini sangat penting dalam konteks pandemi, di mana hal buruk dari kepanikan dapat menyebabkan kekacauan dan merusak efektivitas langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Selama pandemi, hal mencakup kolaborasi dalam bela negara termasuk dalam upaya mendukung para tenaga medis yang berada di garis depan, memberikan bantuan, dll. Melalui tindakan-tindakan ini, masyarakat menegaskan komitmennya untuk saling mendukung dan menjaga kestabilan sosial di tengah krisis yang sedang berlangsung. Dengan demikian, kolaborasi dalam memberikan dukungan dan menjaga ketertiban merupakan bagian integral dari upaya bersama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi selama pandemi. Sikap disiplin dan patuh terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah menjadi indikasi dari kesadaran tinggi akan peran setiap individu dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Alfikri Deo Putra གིས-
Nama : Alfikri Deo Putra
NPM : 2315061075
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

Video ini membahas tentang konsep ketahanan nasional yang mencakup segala hal yang penting bagi suatu negara untuk tetap berdiri, aman, dan stabil di tengah ancaman dan tantangan. Ini tidak hanya melibatkan kekuatan militer, tetapi juga meliputi aspek-aspek seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Ketahanan nasional menjadi krusial dalam memastikan bahwa suatu negara dapat bertahan dan berkembang di tengah lingkungan global yang kompleks dan berubah-ubah.

Dalam mengelompokkan sumber ancaman, negara dapat mengidentifikasi pola dan tren yang dapat membantu mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa depan, yaitu :

1. Ancaman Langsung:Sebuah ancaman yang bisa berasal dari dalam atau luar negeri, seperti invasi militer atau serangan teroris besar.
2. Ancaman Luar: Sebuah ancaman yang dipengaruhi oleh negara asing atau strategi ekspansi geopolitik negara tetangga.
3. Ancaman Dalam Negeri: Seperti pemberontakan kelompok separatis yang mengganggu stabilitas politik internal.
4. Ancaman Tidak Langsung: Misalnya krisis kesehatan global atau perubahan iklim yang dapat mengancam stabilitas dan ketahanan negara.

Ketahanan nasional tidak hanya terbatas pada kekuatan militer semata, tetapi juga melibatkan faktor-faktor alamiah dan sosial yang secara bersama-sama mempengaruhi kemampuan suatu negara untuk bertahan dan berkembang. Aspek alamiah, atau Tri Gatra, mencakup kondisi geografis suatu negara, kekayaan alam yang dimilikinya, serta kondisi dan kapabilitas penduduknya. Letak geografis suatu negara dapat mempengaruhi rentannya negara tersebut terhadap konflik wilayah atau gangguan perdagangan internasional.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

Alfikri Deo Putra གིས-
Nama : Alfikri Deo Putra
NPM : 2315061075
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

A. ) Pada artikel dapat dilihat dalam menggambarkan situasi yang mengecewakan dalam penegakan HAM di Indonesia pada 2019. Hal ini mencakup berbagai masalah seperti kurangnya pertanggungjawaban atas tindakan aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi, serta diskriminasi gender, dan meningkatnya pelanggaran di Papua. Namun demikian, terdapat titik terang seperti usaha dari pemerintah, penandatanganan perjanjian internasional, dan semangat gerakan sosial yang menjadi pengawas kekuasaan. Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, artikel tersebut menyiratkan harapan melalui proses reformasi dan aktivisme masyarakat biasa.

B. ) Demokrasi di Indonesia mendasarkan pada nilai-nilai tradisional serta budaya masyarakat adat yang menekankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Prinsip demokrasi yang bersandar pada Ketuhanan Yang Maha Esa menunjukkan bahwa aspek spiritual dan moral menjadi dasar bagi jalannya demokrasi. Prinsip ini sangat penting untuk memastikan bahwa demokrasi tidak hanya menekankan pada kebebasan individu, melainkan juga terhadap masyarakat.

C. ) Hal tersebut menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki fondasi konstitusional yang kuat dalam bentuk Pancasila dan UUD 1945, terdapat kesenjangan antara teori konstitusi dan praktik demokrasi di lapangan. Tantangan yang dihadapi termasuk korupsi, politik uang, pembatasan kebebasan beragama dan berekspresi, serta pelanggaran HAM terhadap kelompok minoritas.

D. ) Perspektif yang kecewa terhadap pandangan bahwa melihat bagaimana anggota parlemen menggunakan dukungan rakyat untuk mencapai tujuan politik mereka sendiri. Anggota parlemen seharusnya berperan sebagai wakil yang memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.Hal yang dirasakan ketika anggota parlemen lebih mementingkan agenda pribadi atau kelompok daripada kepentingan umum yang seharusnya mereka wakili. Masyarakat dipanggil untuk lebih aktif dalam memantau dan menegakkan pertanggungjawaban atas tindakan anggota parlemen, agar mereka terus menjalankan tugas mereka sesuai dengan kehendak rakyat dan kepentingan bersama.

E. ) Pihak-pihak yang memiliki otoritas karismatik dari tradisi atau agama kadang-kadang menyalahgunakan kepercayaan tersebut untuk tujuan politik, mengabaikan hak asasi manusia. Hal ini mengancam demokrasi dengan membatasi kebebasan berekspresi dan mengurangi keberagaman, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan. Pernyataan tersebut menggarisbawahi bagaimana pihak-pihak yang memegang kekuasaan, terutama yang didasarkan pada otoritas karismatik dari tradisi atau agama, kadang-kadang menggunakan kepercayaan tersebut untuk kepentingan politik pribadi.