A. Sikap gotong royong yang saat ini bisa diwujudkan yaitu gotong royong dalam segala hal. Artinya kita saling membantu tidak hanya ketika ada jadwal gotong royong saja atau ketika sedang ada suatu acara saja, tetapi ketika kita melihat orang yang terkena masalah di jalan atau dimanapun itu kita harus membantu mereka. Oleh karena itu, itulah pentingnya pendidikan Pancasila di sekolah, agar kita dapat menanamkan nilai² Pancasila pada diri kita dan menerapkannya.
B. Upaya yang telah saya lakukan dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar, yaitu :
1. Menghargai perbedaan keyakinan dan pelaksana ritual oleh masing-masing agama
2. Berhubungan baik dan bersikap ramah pada tetangga sekitar
3. Ikut serta dalam berbagai kegiatan yang ada disekitar lingkungan, seperti gotong royong, dll
C. Nilai dasar adalah suatu nilai yang jika terjadi suatu hal maka kita harus Kembali pada nilai2 dasar yang menjadi acuannya. Sehingga setiap kelompok/bangsa/negara pasti mempunyai nilai2 dasar yang menjadi acuan dan identitasnya.
D. Menurut saya sikap para pendiri bangsa sudah tepat. setelah digantinya sila pertama, menjelaskan bahwa warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan (tidak atheis). Jika atheis diperbolehkan di Indonesia maka sikap saling membantu, persatuan, dll akan menurun. Karena seorang atheis merupakan seorang pemikir logis, sehingga jika terjadi masalah mereka akan berfikir keuntungan apa yang mereka dapatkan jika membantu/tidak membantu. Tentu ini bertentangan dengan sila yang lainnya.
B. Upaya yang telah saya lakukan dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar, yaitu :
1. Menghargai perbedaan keyakinan dan pelaksana ritual oleh masing-masing agama
2. Berhubungan baik dan bersikap ramah pada tetangga sekitar
3. Ikut serta dalam berbagai kegiatan yang ada disekitar lingkungan, seperti gotong royong, dll
C. Nilai dasar adalah suatu nilai yang jika terjadi suatu hal maka kita harus Kembali pada nilai2 dasar yang menjadi acuannya. Sehingga setiap kelompok/bangsa/negara pasti mempunyai nilai2 dasar yang menjadi acuan dan identitasnya.
D. Menurut saya sikap para pendiri bangsa sudah tepat. setelah digantinya sila pertama, menjelaskan bahwa warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan (tidak atheis). Jika atheis diperbolehkan di Indonesia maka sikap saling membantu, persatuan, dll akan menurun. Karena seorang atheis merupakan seorang pemikir logis, sehingga jika terjadi masalah mereka akan berfikir keuntungan apa yang mereka dapatkan jika membantu/tidak membantu. Tentu ini bertentangan dengan sila yang lainnya.